
Xun masuk kedalam bangunan itu, dia sebelumnya disuruh oleh Han untuk memetik tanaman spiritual sebagai bahan membuat pil.
Namun setelah dia kembali, dia melihat hal yang menurutnya aneh, kenapa Han menatap Shin dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
"Apa yang terjadi?" Xun berjalan masuk.
"A.. Xun'er, kau sudah kembali!" Han pun menceritakan apa yang terjadi.
"Apa?! Berhasil dalam satu kali percobaan!" Xun menutup mulut dengan tangannya.
Dia mengetahui seberapa sulit alkimia itu, dia sering datang kesini bersama Luo dan melihat proses alkimia yang dilakukan Han.
Luo setiap kali datang kesini, Luo selalu mencoba memurnikan pil, namun selalu berakhir dengan tungku yang meledak.
Xun bahkan tidak mengingat sudah berapa kali Luo meledakkan tungku penyulingan karena selalu gagal.
Jadi Xun mengetahui seberapa sulit alkimia itu, meskipun dia sendiri tidak pernah mencobanya.
Namun ternyata Shin mampu melakukannya dengan mudah dan berhasil dalam satu kali percobaan.
Han tersenyum kemudian menepuk bahu Shin "Sepertinya aku terlalu meremehkan bakat mu Shin! Mulai sekarang aku akan benar-benar melatih mu dengan serius!"
"Terima kasih... apakah mulai sekarang aku harus memanggil mu Master?" Shin sekarang akan belajar alkimia dari Han, jadi secara otomatis Han akan menjadi gurunya.
"Haha, tidak perlu! Panggil saja aku seperti biasanya, aku akan merasa tidak nyaman jika kau memanggil ku master!"
"Baiklah kalau begitu!" Shin tidak menolak keinginan Han "Oh ya paman Han! Saudara Luo bilang jika kau memiliki Inti Api, boleh aku melihat seperti apa Inti Api itu?"
Shin cukup penasaran dengan Inti Api itu karena dia belum pernah melihatnya sebelumnya.
"Tidak masalah!" Luo membuka telapak tangan kanannya, seketika api biru muncul "Ini Inti Api yang aku dapatkan secara tidak sengaja saat mencari tanaman spiritual di luar Wilayah Elf! Api Penghangat Jiwa!"
Shin melihat Inti Api itu dengan teliti, dia bisa merasakan hawa panas yang dikeluarkan api itu membuat pikirannya merasa tenang.
"Lalu apa kelebihan Inti Api ini?" meskipun Shin bisa merasakan jika Inti Api itu bisa berdampak pada jiwa, namun dia ingin mengetahui lebih lanjut kekuatan Api Penghangat Jiwa itu.
"Seperti namanya, Api Penghangat Jiwa memiliki kekuatan jiwa didalamnya! Dengan api ini bisa melukai atau bahkan menghancurkan jiwa seseorang, begitu juga sebaliknya, api ini bisa memulihkan dan menyembuhkan jiwa yang terluka!..
__ADS_1
Jika aku memurnikan pil menggunakan api ini maka semua pil yang aku buat bisa memiliki dampak pada jiwa orang yang mengkonsumsinya! Entah dampak positif atau negatif, tergantung pada jenis pil yang dibuat!"
Shin mengangguk, mengerti dengan penjelasan Han "Kalau begtu aku juga punya api yang seperti ini!"
Han bereaksi mendengar itu "Apa maksud mu kau juga memiliki Inti Api yang sejenis dengan Api Penghangat Jiwa?"
"Tidak aku tidak memiliki Inti Api!"
"Lalu?"
Shin membuka telapak tangannya, lalu seketika api biru keluar dari tangannya.
Api ditangan Shin sama seperti Api Penghangat Jiwa, aura yang dikeluarkan juga sama persis, dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang.
"Ini..." Han tidak bisa berkata-kata lagi.
Meskipun dari bentuk dan auranya sama persis, namun Han mengetahui jika itu bukanlah Inti Api melainkan api yang Shin ciptakan sendiri menggunakan kekuatannya.
"Bagaimana kau bisa membuat api yang seperti ini?" tanya Han dengan suara bergetar.
Han memegang dadanya yang entah kenapa terasa sakit, dirinya dulu mendapatkan Api Penghangat Jiwa dengan hampir kehilangan nyawanya.
Namun Shin dengan mudahnya menggabungkan dua energi yang berbeda sehingga tercipta suatu energi baru yang jauh lebih kuat.
"Paman Han, kau baik-baik saja?" tanya Xun dengan khawatir.
"Ya, aku baik-baik saja!" Han menoleh kearah Shin "Shin, aku yakin setelah membaca semua buku di perpustakaan sebelumnya, kau pasti sudah mengetahui berbagai jenis resep pil! Untuk sekarang kau bisa belajar sendiri terlebih dahulu, aku ingin menenangkan diri selama beberapa hari!"
Han kemudian menoleh kearah Xun "Xun'er, kau bisa menemani Shin dulu!"
"Baiklah! Tapi apa paman yakin baik-baik saja?" Xun mengkhawatirkan Han.
"Paman baik-baik saja, paman hanya butuh istirahat selama beberapa hari!" Han pun berjalan pergi, meninggalkan Shin dan Xun di dalam bangunan itu.
Pipi Xun jadi sedikit merona saat menyadari jika hanya ada dirinya dan Shin di ruangan itu.
"Ahem! Baiklah Xun, aku membutuhkan beberapa tanaman spiritual untuk membuat pil tingkat 2!"
__ADS_1
"Kau ingin langsung membuat pil tingkat 2? Padahal kau baru saja memulai alkimia? Apa kau yakin?" Xun sebenarnya berpikir, kemungkinan sebelumnya hanya kebetulan saja sehingga Shin berhasil dalam percobaan pertama.
"Aku yakin" Shin pun menyebutkan nama-nama tanaman spiritual yang dia butuhkan.
"Kebetulan bahan-bahan itu sudah aku petik tadi!" Xun melambaikan tangan, mengeluarkan tanaman-tanaman spiritual yang disebutkan oleh Shin sebelumnya "Ini, lima set bahan yang kau butuhkan!"
Shin pun mengambilnya "Xun, bagaimana jika kita bertaruh?"
Xun menaikkan alisnya "Oh, apa kau sebelumnya masih belum puas menerima kekalahan?" Xun tersenyum mengejek.
"Ini berbeda! Kau harus menebak aku akan membutuhkan berapa kali percobaan untuk membuat pil tingkat 2 ini! Tidak perlu menebaknya dengan teliti, cukup tebak saja dikisaran berapa, jika jawaban mu mendekati kebenarannya maka aku akan kalah! Dan jika sebaliknya maka aku yang menang!"
"Huh, kau terlalu memandang tinggi diri mu hanya karena secara kebetulan berhasil dalam percobaan pertama!..
Baiklah aku akan bertaruh! Tapi apa yang akan aku dapatkan jika memang?" tanya Xun.
"Apa yang kau inginkan?"
Xun berpikir sejenak sebelum tersenyum lebar "Kau harus menjadi pelayan ku selama 1 tahun penuh dan tidak akan menolak apa pun perintah ku!"
"Itu..." Shin berpikir permintaan Xun terlalu berlebihan, meskipun dia tentu saja mampu melakukan itu, namun sebentar lagi dia harus kembali ke benua langit.
Waktu satu tahun menjadi pelayan, terlalu lama.
"Kenapa? Apa kau tidak berani? Jika kau takut maka jangan pernah menawarkan taruhan pada seseorang!" Xun tersenyum mengejek.
Sejak kapan gadis ini jadi pandai bicara, itulah yang Shin pikirkan.
"Siapa yang takut? Baiklah aku setuju! Tapi jika aku yang menang..." Shin tidak melanjutkan perkataannya, dia tersenyum lebar yang terkesan sedikit aneh.
"Apa yang kau pikirkan? Jangan pernah meminta yang aneh-aneh atau aku akan menghajar mu!" wajah Xun sedikit memerah, berpikir jika Shin menginginkan sesuatu yang aneh.
"Tidak tidak! Aku hanya ingin menyentuh telinga mu selama beberapa menit" Shin menyentuh telinga Xun tahun lalu, jadi Shin cukup merindukan sensasi lembut dari telinga gadis Elf itu.
\=\=\=\=
**Mata author udah gk kuat, jadi cukup sampai disini aja**
__ADS_1