
"Kau yang memaksa ku, jadi jangan pernah menyesal" Xu Xuan akhirnya memutuskan untuk menggunakan Mata Pedangnya.
Xu Xuan sebenarnya tidak ingin menggunakan Mata Pedangnya, namun tidak ada pilihan lain.
Akan merepotkan jika dia melawan Tetua Du Gu yang sekarang sudah berubah menjadi siluman.
Cahaya biru tiba-tiba keluar dari kedua mata Xu Xuan yang seketika membentuk tanda pedang biru pada matanya.
Bukannya merasa takut, Tetua Du Gu justru merasa senang karena akan berhadapan dengan pengguna Mata Pedang.
"Hahaha...! Bagus! Aku sudah sangat lama ingin merasakan kekuatan dari Mata Pedang!!" Tetua Du Gu berteriak kemudian tanpa menunggu lama lagi, dia langsung melesat menyerang Xu Xuan.
Pertarungan yang lebih dahsyat antara Xu Xuan melawan Tetua Du Gu pun terjadi.
_________
Sementara itu, pertarungan antara Su Huangli melawan Hong Ao, Tetua Ke-empat Sekte Lembah Siluman juga sedang berlangsung.
Hong Ao sama sekali tidak diberikan waktu bernafas oleh Su Huangli, dia terus menerus diserang tanpa henti menyebabkan Hong Ao mendapatkan luka yang cukup parah.
Susunan formasi yang tanpa henti terus diciptakan oleh Su Huangli membuatnya kerepotan sampai harus bersusah payah menahan serangan Su Huangli.
Sesuatu yang benar-benar tidak diduga oleh Hong Ao adalah Su Huangli benar-benar tidak bisa diajak bicara.
Dia terus berusaha mengulur waktu dengan mengajak Su Huangli bicara, supaya dia bisa mengambil nafas barang sejenak, namun Su Huangli bagaikan orang tuli yang sama sekali tidak mendengarkan apapun yang dia katakan.
Su Huangli kembali menciptakan susunan formasi dengan melemparkan belasan kertas formasi ke udara.
Belasan kertas formasi itu kemudian berputar dengan kecepatan tinggi, membentuk suatu pusaran angin yang menciptakan sebuah badai.
Badai itu meliuk-liuk lalu ujung badai seketika membentuk kepala naga yang mengeluarkan raungan keras.
Su Huangli langsung melakukan segel tangan, mengarahkan badai naga itu kearah Hong Ao.
"Orang tua ini! Dia benar-benar layak disebut sebagai ahli formasi terkuat di Benua Langit!" gumam Hong Ao.
Tetua Hong Ao bersiap, dia juga berniat mengeluarkan tekniknya, namun entah kenapa dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
__ADS_1
Dia pun melihat jika kini seluruh tubuhnya sudah diikat oleh tulisan-tulisan kuno dari susunan formasi.
"Sejak kapan" Tetua Hong Ao benar-benar mendapati situasi ini, dia tidak tau kapan dia terkena terkena susunan formasi pengekang oleh Su Huangli.
*Grroooaaarrrhhh...!!
Badai naga itu kembali mengeluarkan raungan, membuat Tetua Hong Ao langsung menoleh kearah sana.
Matanya melebar melihat badai naga yang terus semakin dekat kearahnya.
"Sialan!!" Tetua Hong Ao terus berusaha melepaskan diri dari jeratan formasi Su Huangli, namun percuma, susunan formasi itu terlalu kuat.
Mungkin jika masih dalam keadaan prima, Tetua Hong Ao masih bisa lepas, namun sekarang dia dalam keadaan terluka.
Sekarang Tetua Hong Ao hanya bisa menatap badai naga yang terus semakin mendekat dengan cepat.
"Sudah berakhir" ucap Su Huangli.
Sebelumnya, di setiap serangan yang dikeluarkan Su Huangli, itu terdapat satu kertas formasi pengekangan, dimana saat Tetua Hong Ao terkena serangannya, kertas formasi itu langsung menempel di tubuh Tetua Hong Ao, tepat di bagian dimana Tetua Hong Ao tidak bisa melihatnya.
Namun Tetua Hong Ao sama sekali tidak menyadari hal itu karena Su Huangli yang terus menyerangnya, membuatnya harus fokus pada serangan Su Huangli.
Bahkan Tetua Hong Ao tidak tau bagian tubuhnya yang mana saja yang terkena serangan Su Huangli.
Pada akhirnya Tetua Hong Ao terkena badai naga, dan masuk kedalam mulut badai naga itu.
*BOOOOMMMM...!!
Badai naga itu terus melesat kemudian menghantam tanah dengan keras, seketika meledak mengeluarkan suara ledakan keras, menerbangkan salju disekitar ledakan itu, membentuk sebuah kawah besar.
"Aku sudah menggunakan terlalu banyak kekuatan jiwa, tapi itu setimpal dengan terbunuhnya orang itu" Su Huangli sebenarnya berpikir sama dengan Xu Xuan.
Yang dia khawatir hanyalah kedatangan Lui Meiyu dan Tetua Agung Sekte Lembah Siluman, Jing Hu.
Jika dua orang itu datang disaat kekuatannya sudah terkuras banyak maka itu akan menjadi masalah yang lebih besar.
Su Huangli membalik badan, berniat pergi untuk membantu yang lainnya, namun dia menghentikan niatnya karena merasakan ledakan aura kegelapan dari dalam kawah besar yang sebelumnya tercinta karena ledakan dari badai naga.
__ADS_1
Su Huangli kembali membalik badan, melihat kearah kawah besar yang kini terlihat dipenuhi aura kegelapan pekat.
"Apa yang terjadi? Itu adalah aura siluman, dari mana aura siluman itu muncul" gumam Su Huangli, dengan kening mengkerut, jelas sekali bingung dengan apa yang terjadi.
Tiba-tiba aura kegelapan itu menyusut sampai akhirnya menghilang, memperlihatkan sesosok makhluk menyeramkan yang berdiri di kawah besar itu.
Su Huangli melebarkan matanya melihat sosok makhluk itu.
"Bukankah dia Hong Ao! Bagaimana mungkin dia selamat dari serangan ku barusan? Dan bagaimana bisa dia berubah menjadi siluman!"
Su Huangli jadi semakin bingung dengan situasi ini.
Meskipun memang tubuh Tetua Hong Ao sekarang sudah berubah menjadi menyeramkan, namun Su Huangli masih bisa mengenalinya karena postur mukanya yang mirip.
Sekarang Tetua Hong Ao memiliki sepasang sayak di punggungnya, dengan semua giginya yang tajam dan runcing, kulit hitam kehijauan, cakar hitam tajam, satu tanduk besar di dahi bagian kanan, dan satu tanduk yang lebih kecil di dahi bagian kirinya.
Tetua Hong Ao dapat berubah menjadi siluman juga sama seperti Tetua Du G, itu karena dia mendapatkan kekuatan dari Dewa Siluman.
Sesuatu yang tidak pernah Tetua Hong Ao duga adalah kekuatannya yang benar-benar meningkat drastis, melebihi perkiraannya sebelumnya.
Tetua Hong Ao merasakan setiap inci dari tubuhnya semakin bertambah kuat.
"Jadi ini kah kekuatan yang diberikan Tuan, benar-benar luar biasa!" Tetua Hong Ao semakin mengagumi Dewa Siluman.
Padahal Dewa Siluman hanya memberikan sebagian kecil energinya untuk Tetua Hong Ao, namun kekuatannya meningkat drastis.
Entah seperti apa kekuatan Dewa Siluman jika makhluk itu terlepas dari segelnya.
Tetua Hong Ao kemudian menoleh kearah Su Huangli, seketika senyum menyeringai lebar yang menyeramkan terlihat diwajahnya.
Dia tau jika sebelumnya Su Huangli pasti menggunakan banyak Kekuatan Jiwa, jadi sekarang Su Huangli tidak sedang dalam keadaan prima.
Jadi Tetua Hong Ao berpikir akan mudah menghadapi Su Huangli dengan kekuatannya saat ini, dan mengembalikan apa yang telah Su Huangli lakukan padanya.
Tetua Hong Ao tanpa basa basi, langsung melesat menyerang Su Huangli dengan kecepatan tinggi.
Begitu juga sebaliknya, Su Huangli langsung melesat menyerang Tetua Hong Ao, sehingga pertarungan kembali terjadi antara kedua kultivator tingkat Martial Saint tersebut.
__ADS_1