Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
81. Kebingungan & Hukum Kesengsaraan


__ADS_3

Tiba-tiba wanita itu bergerak dan memeluk Shin dengan erat, membuat Shin merasakan suatu sensasi atau rasa kenyal di dadanya.


Shin benar-benar terkejut saat wanita ini tiba-tiba memeluknya, dia tidak menduga hal ini dan tidak tau mengapa wanita ini malah memeluknya.


Bahkan setelah beberapa saat, Shin mendengar suara isak tangis dari wanita ini.


"Anu..." Shin tidak tau harus melakukan apa dalam situasi ini.


Ingin mengatakan sesuatu namun tidak tau harus mengatakan apa, ingin melepas pelukan wanita ini namun sangat sayang, sudah terlanjur nikmat.


"Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu lagi!" Wanita itu semakin mempererat pelukannya, seakan tidak ingin melepaskan Shin.


Suara wanita itu benar-benar lembut dan menenangkan hati, namun saat mendengar suara tangisan wanita itu membuat hati Shin entah kenapa merasakan sakit.


Tanpa sadar, Shin pun membalas pelukan wanita itu, mengusap kepalanya dengan lembut, berusaha menenangkannya.


Sekarang tidak ada lagi hasrat duniawi didalam hati Shin terhadap wanita itu, sekarang Shin hanya menginginkan wanita ini berhenti untuk menangis, karena hatinya merasakan sakit saat mendengar tangisan wanita ini.


Merasakan pelukan hangat dari Shin, wanita itu memeluk Shin semakin erat, dengan suara Isak tangis yang semakin jelas.


"Tenanglah, aku ada disini, semuanya akan baik-baik saja!" ucap Shin dengan lembut.


Perlahan wanita itu mulai tenang, sampai beberapa menit kemudian, wanita itu melepaskan pelukannya dari Shin.


Shin mengusap air mata wanita itu dengan senyum hangat "Seorang wanita cantik seperti mu tidak sepantasnya untuk menangis, kecantikan mu bisa pudar!"


Mata wanita itu melebar, dia mengingat dahulu seseorang pernah mengatakan hal itu padanya membuatnya kini tersenyum lalu memegang tangan kanan Shin yang masih mengusap air matanya.


"Shin Gege, apa kau mengingatku?" tanya wanita itu.


Shin menggaruk pipinya "E... apa kita pernah bertemu sebelumnya?"


Shin sama sekali tidak mengingat pernah bertemu dengan wanita ini, dia juga terkejut karena wanita ini memanggilnya dengan panggilan yang begitu akrab.


Wanita itu tertegun sejenak sebelum kembali tersenyum "Wajar saja jika kau tidak mengingat ku, karena semua kenangan itu telah menghilang! Jadi aku berharap bisa kembali membuat kenangan indah yang baru bersama mu Shin Gege"


Shin sama sekali tidak paham dengan apa yang dikatakan wanita ini.


Apakah sebelumnya Shin memang pernah bertemu dengan wanita ini.

__ADS_1


"Maafkan aku nona, tapi aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau maksud! Dan dari mana kau mengetahui nama ku? Aku yakin meskipun wajah mu mirip dengan Xun, tapi kau bukan Xun! Xun juga tidak mungkin memanggil ku seperti itu karena kami baru saling mengenal!"


Wanita itu masih tersenyum "Semua pertanyaan mu akan terjawab seiring berjalannya waktu Shin Gege! Dan juga aku memang bukan Xun, tapi Xun adalah aku!"


Bersamaan dengan perkataan wanita itu, tubuhnya mengeluarkan cahaya.


"Apa maksud mu? Kau bukan Xun tapi Xun adalah dirimu?" Shin sama sekali tidak memahami maksud wanita ini.


"Di masa depan nanti kau pasti akan mengetahuinya! Meskipun saat ini kau sama sekali tidak mengingat tentang diriku, tapi tidak masalah! Dapat melihat wajah mu saja setelah sekian lama membuat ku merasa sangat bahagia!" tubuh wanita itu mengeluarkan cahaya semakin terang.


Shin semakin dibuat bingung.


Cahaya pada tubuh wanita itu semakin terang sampai akhirnya menutupi seluruh pandangan Shin yang memaksa Shin menutup matanya.


Di saat terakhir, Shin merasakan sesuatu yang lembut menempel di mulutnya. Dia sangat mengetahui sensasi apa itu, itu adalah sebuah ciuman.


***


Saat Shin membuka matanya, dia menemukan dirinya sudah kembali ketubannya, kesadarannya sudah kembali.


Wajah Shin basah dengan keringat, memang memindahkan kesadaran seperti itu membutuhkan kekuatan jiwa yang cukup besar, apa lagi Shin memindahkan kesadarannya dalam waktu yang cukup lama.


Shin larut dalam pikiran, sampai sesaat kemudian, tubuh Xun mengeluarkan cahaya terang dengan aura kuat yang membuat Shin mundur beberapa langkah.


Beberapa saat kemudian, intensitas energi yang benar-benar kuat tiba-tiba muncul ditubuh Xun.


"Gawat!!" Shin segera melompat keluar dari gua, kemudian terbang dengan kecepatan tinggi, menjauh dari Xun.


Bersamaan dengan itu...


*BOOOOMMMM...!!


Ledakan keras terjadi mengguncang daratan, menghancurkan tebing gunung tempat gua itu berada.


"Hampir saja!" Shin mengelus dadanya, merasa lega tidak terkena ledakan dahsyat tersebut.


Saat ini, matahari sudah terbit, hari sudah pagi.


Shin menajamkan matanya kearah kepulan debu yang disebabkan oleh ledakan tadi, sesaat kemudian, cahaya terang terlihat menembus tebalnya dabu, bersamaan dengan hembusan angin kencang yang menghilangkan dabu itu.

__ADS_1


Shin akhirnya dapat melihat, tubuh Xun yang melayang diudara yang mengeluarkan cahaya dengan aura kuat.


Xun masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Kultivasi Xun melonjak drastis! Sekarang dia sudah mencapai tingkat Martial Anchestor, dan kultivasinya masih terus meningkat!" ucap Shin, memperhatikan Xun lebih teliti.


Dia ingin mengetahui sampai mana kultivasi Xun akan meningkat.


Dengan cepat, kultivasi Xun menjadi tingkat Martial Monarc, namun peningkatan kultivasinya masih terus berlanjut.


Sampai akhirnya, Xun berhasil naik ketingkat Martial Saint.


Bersamaan dengan itu, pagi yang awalnya cerah dengan langit biru yang indah, kini segera muncul awan hitam dengan guntur yang terus terdengar.


Awan-awan hitam itu terus terkumpul dan memusat diatas Xun.


Shin mendongak kearah awan hitam itu "Jadi seperti inikah hukum kesengsaraan"


Shin baru pertama kali ini melihat fenomena seperti ini, hukum kesengsaraan, Shin ingin melihat seperti apa hukum kesengsaraan yang paling ditakuti oleh para kultivator.


*JEDDEEERRR...!!


Tiba-tiba sebuah sambaran petir ganas menyambar kearah tubuh Xun yang masih melayang.


Namun sambaran petir itu sama sekali tidak mengenai Xun karena ada sebuah aura pelindung yang melapisi tubuh Xun.


Dan aura pelindung itu sangatlah kuat, karena itulah Shin sama sekali tidak khawatir dengan Xun, membiarkan semuanya berlalu secara alami.


Shin juga tidak tau apa yang akan terjadi nantinya jika dia membantu Xun dalam proses hukum kesengsaraannya.


Bisa saja nanti langit akan murka dan memberikan hukum kesengsaraan yang lebih mengerikan.


Jadi Shin memilih untuk diam dan menonton saja.


Tidak berhenti sampai satu sambaran petir, sambaran petir lainnya segera menyambar tubuh Xun.


Namun tidak ada yang berhasil melukai gadis Elf itu.


Tiba-tiba Shin melihat jika ada keanehan yang terjadi, petir-petir di awan hitam itu mengalir dan memusat di satu titik, yang mana itu mengumpulkan intensitas energi yang mengerikan.

__ADS_1


"Pantas saja orang-orang takut pada hukum kesengsaraan! Jika seorang kultivator menerobos ketingkat Martial Saint secara sembarangan tanpa persiapan, mereka pasti akan langsung mati!" gumam Shin.


__ADS_2