
Rou Dan sang Raja High Orc menganggukkan kepalanya mendengar saran dari penasehatnya.
Jendral Hong adalah satu dari dua jendral High Orc, dan merupakan High Orc terkuat ketiga setelah Jendral Chong dan tentu saja Raja Ruo Dan.
Untuk penasehat raja sendiri bernama Hang Peng yang masih berada ditingkat Martial Saint tahap awal.
Meskipun begitu posisi Hang Peng hanya satu tingkat di bawah Raja Rou Dan, artinya posisi Han Peng berada diatas Jendral Hong dan Jendral Chong yang berada ditingkat Martial God.
Penasehat Hang Peng memiliki posisi tinggi karena dia sudah menjadi penasehat dalam 3 generasi raja termasuk Raja Rou Dan saat ini.
Dia merupakan sosok sepuh yang berkontribusi sangat besar terhadap kerajaan High Orc.
Jadi bahkan dia Jendral harus hormat padanya.
"Aku setuju dengan saran mu penasehat Hang Peng! Lalu dimana Jendral Hong sekarang?" tanya Raja Rou Dan.
"Maaf raja ku! Sepertinya Jendral Hong sekarang masih sibuk dengan kegiatannya bersama dengan 20 wanitanya!"
"Kalau begitu cepat panggil dia kemari!"
"Baik Raja ku!"
***
"Maaf jika menunggu lama yang mulia! Saya siap menerima perintah dari yang mulia!" Jendral Hong berlutut satu kaki didepan Raja Rou Dan.
Sebelumnya saat dia dipanggil oleh penasehat Hang Peng, Jendral Hong langsung menghentikan kegiatannya dan segera pergi untuk menemui Rajanya.
Dia sama sekali tidak berani membuat Rajanya menunggu lama, karena jika Raja Rou Dan kesal atau marah, kepalanya bisa menjadi taruhannya.
Penasehat Hang Peng pun menjelaskan kenapa dia dipanggil dan tugas yang diberikan Raja Rou Dan pada dirinya.
"Mohon maaf yang mulia! Bukankah itu terlalu berlebihan mengutus saya untuk membunuh manusia itu? Untuk sekarang dari ras manusia yang tidak jelas dimana asal usulnya, terlebih hanya berada ditingkat Martial Saint, saya rasa mungkin ada orang lain yang lebih pantas!" Jendral Hong berbicara dengan nada sesopan mungkin untuk tidak menyinggung perasaan Raja Rou Dan.
"Jendral Hong! Apa kau berani menolak perintah ku?" Raja Rou Dan sedikit mengeluarkan auranya, dengan tatapan yang tertuju pada mata Jendral Hong.
Meskipun saat ini ekspresi Raja Rou Dan seperti biasa, namun dari mata yang Jendral Hong lihat, Raja Rou Dan seperti sudah tidak sabar lagi ingin membunuhnya.
"M-maafkan saya yang mulia! Saya akan segera melaksanakan perintah Yang Mulia!" Jendral Hong bergetar ketakutan.
__ADS_1
"Kalau begitu segar keluar dari sini dan jalankan tugas mu!"
"Baik yang mulia!" Jendral Hong pun keluar dari ruangan itu.
Jendral Hong berpikir ini bukanlah tugas yang sulit namun sangat merepotkan. Untuk mencari satu orang di benua kegelapan yang luas ini bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami.
Jendral Hong langsung pergi untuk mencari keberadaan manusia yang dimaksud.
***
Sementara itu, Shin dan Xun masih dalam perjalanan menuju Lembah Beracun, dalam satu minggu ini mereka sama sekali tidak beristirahat, terus terbang melesat dengan kecepatan tinggi.
Mereka tidak bisa santai dalam situasi genting ini, mereka harus segera mendapatkan Bunga Seribu Racun untuk menyembuhkan kakek Xun, karena mereka hanya memiliki waktu kurang dari 2 bulan saja.
Tidak ada halangan dalam perjalanan mereka, mereka melewati beberapa wilayah kekuasaan para hewan spiritual tingkat Martial Saint namun para hewan spiritual itu sama sekali tidak mempedulikan mereka, karena mereka berdua menekan aura mereka hingga kultivasi mereka berada ditingkat Martial Emperor, jadi para hewan spiritual itu tidak peduli dengan hal sepele seperti itu.
Namun lain ceritanya jika yang masuk wilayah mereka adalah Martial Saint, mereka akan langsung mengamuk karena berpikir wilayah mereka akan diambil.
Dalam perjalanan mereka berdua hanya diam saja, sama sekali tidak mengobrol atau semacamnya.
Meskipun sesekali Xun mengoceh namun tidak ditanggapi oleh Shin yang membuat Xun jadi kesal.
Gadis itu tidak terbiasa dalam situasi ini.
Itu adalah Lembah Beracun, tempat yang mereka tuju dimana merupakan tempat keberadaan Bunga Seribu Racun yang mereka cari.
Dalam jarak 10 kilometer dari Lembah Beracun, sama sekali tidak ada tumbuhan yang hidup, pepohonan semuanya terlihat kering, sama sekali tidak berdaun, hanya dahan dan ranting saja.
Meskipun ada juga tanaman spiritual yang tumbuh disekitar wilayah itu, tentu saja itu semua merupakan tanaman spiritual berjenis racun.
Melihat hal itu, Shin mengira jika Lembah Beracun itu tidak terbentuk secara alami di Benua Kegelapan ini, pasti ada sesuatu yang menjadi penyebab kemunculan Lembah Beracun itu.
Namun Shin tidak tau pasti, kemungkinan di dalam Lembah Beracun itu tersimpan suatu rahasia.
Entah apa itu, Shin juga ingin memastikannya.
"Jadi seperti inikah Lembah Beracun! Benar-benar menyeramkan" Xun terlihat ngeri melihat Lembah Beracun "Bagaimana caranya kita masuk kedalam Lembah Beracun?"
Sekarang Xun berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan Bunga Seribu Racun yang berada di dalam Lembah Beracun.
__ADS_1
Sebelumnya Xun tidak pernah berpikir Lembah Beracun akan begitu mengerikan.
Setelah mendapatkan kultivasi, Xun dapat merasakan suatu aura yang membuatnya secara naluri tidak ingin mendekati Lembah Beracun.
"Kau hanya perlu menunggu disini! Biar aku sendiri yang masuk ke Lembah Beracun untuk mencari Bunga Seribu Racun!" ucap Shin, masih menatap kearah Lembah Beracun.
"Tapi itu sangat berbahaya! Apa kau tidak bisa merasakan aura yang terpancar dari Lembah Beracun?" Xun tidak setuju dengan rencana Shin.
"Lalu kau pikir bagaimana kita akan mendapatkan Bunga Seribu Racun jika kita tidak memasuki Lembah Beracun? Kau tidak usah khawatir, racun tidak mempan terhadap diri ku!"
"Apa kau ingin mengatakan jika kau kebal terhadap segala jenis racun?"
"Seperti itulah"
"Apa kau yakin?"
"Ya tentu saja!"
"Tapi..."
Belum sempat Xun menuntaskan kalimatnya, Shin sudah memotong.
"Kau ini banyak omong sekali! Sudahlah turuti saja perintah ku! Jangan banyak bicara!" Shin jadi kesal dengan Xun.
"Tapi aku kan mengkhawatirkan mu!" Xun berbicara dengan nada sedikit keras.
Shin menaikkan alisnya mendengar itu, dengan senyum aneh "Ho! Kau mengkhawatirkan ku?"
Xun menutup mulutnya, menyadari telah mengatakan hal yang salah.
"Tidak!" Xun memalingkan wajahnya yang sedikit memerah.
"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat dengan mu lagi! Turuti saja perkataan ku! Aku akan masuk sendiri dan kau tunggu disini! Sekarang apa kau bisa menggambarkan bentuk Bunga Seribu Racun? Aku sama sekali tidak tau seperti apa bentuknya!"
Xun pun melambaikan tangannya, mengeluarkan sebuah kertas dari cincin penyimpanannya.
"Bentuknya seperti ini!" Xun memberikan kertas itu pada Shin.
Shin pun mengambil dan melihat kertas itu, terdapat sebuah gambar bunga pada kertas itu dan memuat tentang informasi dari Bunga Seribu Racun.
__ADS_1
Shin bisa menebak jika Xun menyobek kertas ini dari buku yang dia baca.
"Baiklah kalau begitu aku akan langsung pergi!" Shin pun pergi memasuki Lembah Beracun.