Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
95. Aura Aneh


__ADS_3

Xun berniat terbang kearah ayahnya untuk menghentikan pertarungan, namun tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil Xun.


"XUN'ER!"


Xun melihat ke sumber suara dan melihat seorang pria dewasa yang wajahnya sangat mirip dengan ayahnya, hanya saja terlihat sedikit lebih muda.


"Kakak!"


Pria itu adalah kakak kandung Xun bernama Luo.


Luo dengan cepat menghampiri Xun, wajahnya terlihat bingung melihat Xun yang bisa terbang.


"Xun'er kau tidak apa-apa kan? Kau sudah memiliki kultivasi sekarang? Siapa yang telah berani melakukan hal itu pada mu?" Wajah Lui menjadi muram, sangat gelap, jelas sekali jika dia marah.


Adik kesayangannya telah dinodai, bagaimana mungkin dia diam saja, dia harus membunuh orang yang telah berani berbuat yang tidak-tidak pada adiknya.


"Itu...kakak tunggu dulu, dengarkan penjelasan ku!" ucap Xun sambil sesekali menoleh kearah pertarungan antara Shin dan ayahnya.


Hal itu membuat Luo mengikuti arah pandangan Xun dan melihat ayah mereka sedang bertarung dengan seorang pemuda.


Wajah Lui langsung berubah menjadi sangat marah "Jadi dia orangnya! Aku pasti akan membunuh orang itu!!"


Tanpa mendengarkan penjelasan Xun, Lui langsung melesat kearah Shin, berniat menghajar pemuda itu habis-habisan sebelum membunuhnya.


"Kenapa kalian bertindak seenaknya tanpa mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu?!!" Xun berteriak kesal dengan ayah dan kakaknya.


***


Shin sedang dalam pertarungan sengit melawan ayah Xun, Shin hanya fokus dalam pertahanan karena dia tau akan sia-sia saja jika dia melakukan serangan.


Perbedaan kecepatan mereka terlalu jauh sehingga serangan Shin tidak ada yang berhasil mengenai ayah Xun.


Ayah Xun terus memberikan serangan, namun sampai saat ini masih belum ada serangannya yang berhasil mengenai pemuda itu.


Pertahanan Shin terlalu kuat bahkan untuk dirinya.


"Paman! Tenanglah, dengarkan aku dulu!" Shin berusaha berbicara dengan ayah Xun.


"DIAM! AKU TIDAK BUTUH PENJELASAN DARI ORANG BIADAB SEPERTI MU!!" Ayah Xun justru menjadi lebih marah dan menyerang lebih kuat.


Shin terlempar ratusan meter namun masih tidak mendapatkan luka.


Tiba-tiba Shin merasakan satu aura yang melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi.


Shin menoleh ke sumber aura dan melihat seseorang yang mirip dengan ayah Xun melesat kearahnya.

__ADS_1


Itu adalah Luo.


Luo melesat dengan kecepatan tinggi dengan tendangan yang sudah dilapisi energi cahaya.


Shin melapisi kedua lengannya dengan hukum ruang, lalu menyilangkan kedua lengannya untuk menahan tendangan Luo.


*BOOOMMM...!!


Kawah besar langsung tercipta dengan Shin yang masih berdiri tegak di tengah-tengah kawah, tidak mendapatkan luka sedikitpun.


Luo tidak ingin memberi Shin jeda, jadi dia terus memberikan tendangan kuat sementara Shin hanya bertahan dengan kedua lengannya.


Jawab besar itu terus dibuat semakin dalam.


"Elemen cahaya memang kuat, aku tidak bisa terus seperti ini atau pertahanan ruang ku akan hancur!" gumam Shin.


Shin bergerak cepat lalu meraih kaki Luo kemudian melemparkannya menjauh.


*JEDDEEERRR...!!!


Shin langsung mengaktifkan Tanda Elemen Petir, meskipun Shin masih belum yakin dapat menandingi kecepatan dari ayah Xun karena memang, meskipun elemen petir membuat kecepatan Shin meningkat, namun jika dibandingkan dengan elemen cahaya, maka elemen petir masih kalah jauh dalam hal kecepatan.


"Aku memang tidak ingin bertarung dengan kalian tapi jangan pikir kalian bisa memperlakukan ku seenaknya tanpa mengetahui kenyataan yang sebenarnya!" Shin sudah mulai serius, karena tidak mungkin dia hanya bertahan saja disaat ada orang yang ingin membunuhnya.


Ini baru pertama kalinya Luo melihat seseorang yang sudah memiliki pemahaman puncak dalam hukum elemen.


Dalam Benua Kegelapan, tidak pernah ada yang mencapai pemahaman puncak dalam hukum elemen, jadi hal itu hanya dianggap sebuah legenda.


Namun tidak disangka, pemuda yang dia lawan telah mencapai pemahaman puncak.


Tidak hanya Luo yang terkejut, namun juga ayahnya.


Ayah Xun terbang mendekati Luo "Luo'er, lebih baik kau diam saja, biar ayah yang melawan bajingan itu sendiri!"


Luo mengepalkan tangannya "Tapi ayah, aku tidak mungkin diam saja melihat orang yang telah menodai adik ku!"


"Apa kau ingin melanggar perintah ku Luo'er?" Ayah Xun menatap Luo dengan tajam.


"Baiklah!" Dengan berat hati, Luo menuruti perintah ayahnya.


Ayah Xun kemudian menatap Shin dengan tajam dan penuh kebencian.


"Tidak disangka seorang yang masih berada ditingkat Martial Saint tahap akhir sudah dapat mencapai pemahaman puncak dalam hukum elemen! Tapi jangan pikir hanya dengan itu kau bisa lolos dari ku!" bersamaan dengan berakhirnya kata-kata ayah Xun, aura kuat dengan energi cahaya meledak keluar dari tubuhnya.


Rambut ayah Xun juga mengeluarkan cahaya terang, begitu juga dengan matanya.

__ADS_1


Ayah Xun terlihat bagaikan seorang dewa cahaya yang turun dari langit.


Aura penuh keagungan yang ayah Xun keluarkan bahkan membuat Shin merasa tertekan.


"Benar-benar Kekuatan yang luar biasa!" gumam Shin.


Luo merasa kagum melihat perubahan pada ayahnya, karena ini pertama kalinya Luo melihat ayahnya begitu marah sampai mengeluarkan kekuatan penuh.


Meskipun berada dibawah tekanan kuat dari ayah Xun, Shin masih terlihat tenang.


Sesaat kemudian, Shin melesat cepat kearah ayah Xun, dalam sekejap Shin sudah berada didepan ayah Xun dengan pukulan yang siap menghantam kepalanya.


Namun belum sempat Shin mendaratkan serangannya, sebuah tendangan susah lebih dulu menghantam perut Shin, membuat pemuda itu terpental menghantam tanah tempat dia berdiri sebelumnya dengan keras.


Shin kembali bangkit berdiri, meskipun mendapatkan serangan tadi, dia masih tidak mendapatkan luka karena Shin melapisi seluruh tubuhnya dengan lapisan ruang dibalik kilatan petir yang menyelimuti tubuhnya.


Ayah Xun menyipitkan matanya "Pertahanan bocah ini benar-benar keras, bahkan masih belum mendapatkan luka setelah menerima semua serangan ku!" gumamnya.


"Aku akui pertahanan mu memang kuat, tapi aku tidak yakin kau akan terus bisa bertahan lebih lama!" Ayah Xun berniat melesat menyerang Shin, namun tiba-tiba Xun muncul menghalangi jalannya.


"Ayah Hentikan!!" Xun menghalangi jalan ayahnya dengan merentangkan kedua tangannya.


"Xun'er, apa yang kau lakukan! Jangan menghentikan ayah untuk membunuh bajingan itu!!" Ayah Xun membentak.


"Seharusnya aku yang bertanya! Kenapa ayah malah menyerangnya tanpa mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu?!" nada suara Xun tidak kalah keras dengan ayahnya.


"Oe Xun! Kenapa kau malah menghentikan pertarungan ku!!" Shin berteriak kearah Xun.


Shin sebenarnya baru berpikir untuk melatih kekuatan naga dengan bertarung melawan ayah Xun.


Dengan kekuatan ayah Xun yang jauh diatasnya, tentu saja dia akan mendapat hasil latihan yang memuaskan.


Namun Xun malah menghalangi ayahnya.


Xun berbalik melihat kearah Shin


"Kau lebih baik diam saja" Xun berkata dengan tatapan tajam dan aura yang aneh mambuat tubuh Shin bergetar.


"Aura macam apa itu? Kenapa tubuh ku tiba-tiba gemetar saat merasakan aura itu" gumam Shin dalam hati , tidak lagi berani bicara setelah merasakan aura itu.


Aura yang dikeluarkan Xun hanya bisa dirasakan oleh Shin, dan aura aneh itu benar-benar membuat Shin gemetar.


Shin mengingat jika dia sebelumnya pernah merasakan aura mengerikan itu saat masih di bumi.


Itu adalah aura dari seorang ibu yang sedang marah.

__ADS_1


__ADS_2