Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
137. Pembicaraan


__ADS_3

Shin berjalan keluar dari ruangan, dia melihat dua penjaga sebelumnya masih berdiri di luar ruangan.


"Salam tuan Shin" Kedua penjaga itu langsung berlutut setelah melihat Shin keluar ruangan.


"A.. berdirilah" Shin merasa tidak nyaman dengan perlakuan ini.


Kedua penjaga itu pun berdiri.


"Selamat tuan Shin karena telah menyelesaikan latihan" salah satu penjaga menangkupkan tangannya.


"Ya terima kasih!" Shin tersenyum ramah "Bolehkah aku bertanya satu hal?"


"Apa yang ingin tuan Shin tanyakan? Kami pasti akan menjawab sebisa mungkin" ucap mereka berdua dengan penuh hormat.


"Apakah kalian tau dimana pangeran Han saat ini?" tanya Shin.


"Biasanya pangeran Han menghabiskan waktu di kediamannya untuk belajar tentang alkimia! Jadi kemungkinan pangeran Han saat ini berada di kediamannya!" jawab salah satu penjaga.


"Aku tidak tau dimana letak kediaman pangeran Han, bisakah aku merepotkan salah satu dari kalian untuk mengantarkan ku!" Shin masih belum akrab dengan istana kerajaan, masih banyak tempat yang belum pernah dia kunjungi.


Shin hanya mengetahui sebagian kecil dari wilayah istana kerajaan ini.


"Baiklah tuan Shin, biar saya antarkan!" salah satu penjaga menawarkan diri.


"Terima kasih! Maaf jika merepotkan kalian!"


"Sama seperti tidak tuan Shin! Anda telah menyelamatkan dan memberikan kejayaan bagi ras Elf kami, bagaimana mungkin hal sederhana seperti ini bisa merepotkan kami!" penjaga itu justru akan merasa terhormat jika bisa membantu Shin.


"Kalau begitu kau bisa pimpin jalannya!"


"Baik!" penjaga itu pun berjalan, diikuti oleh Shin.


Shin ingin belajar alkimia dari Han terlebih dahulu, mungkin selama beberapa bulan barulah dia akan kembali ke benua langit.


Saat ini dia tidak tau seperti apa situasi di sana, namun Shin yakin teman-temannya masih baik-baik saja.

__ADS_1


Saat masih ditengah perjalanan, Shin berpapasan dengan Luo.


Penjaga yang memimpin jalan Shin langsung berlutut, sementara Luo langsung menghampiri Shin.


"Saudara Shin kau Akhirnya selesai dalam latihan mu!" Luo melirik kearah penjaga yang masih berlutut lalu memberikan Koda agar kembali berdiri "Kau mau kemana saudara Shin?"


"Aku ingin mencari paman Han di kediamannya, tapi aku tidak tau dimana kediaman paman Han, jadi aku meminta bantuannya untuk menunjukkan jalan!" Shin melirik sekilas kearah penjaga itu.


"Oh, apa kau ingin belajar alkimia?"


"Begitulah!" Shin menepuk bahu Luo "Ngomong-ngomong bagaimana dengan urusan mu itu? Jangan bilang kau masih belum melakukannya?"


"Apa maksud mu saudara Shin?" Luo tidak mengerti maksud Shin.


Shin tidak menjawab pertanyaan Lui, hanya menatapnya dengan penuh arti.


Setelah beberapa saat, Luo Akhirnya paham, dia melirik kearah penjaga kemudian menyuruhnya pergi untuk melanjutkan tugasnya.


Penjaga itu pun pergi tanpa bertanya setelah memberikan salam hormat pada Shin dan Luo.


Meskipun begitu aku merasa lega karena telah menyatakan perasaan ku! Mungkin satu atau dua bulan kedepan, aku akan membawanya kemari dan memperkenalkannya pada kalian semua!"


"Baguslah jika begitu! Jika kau masih belum melakukannya sampai sekarang mungkin aku akan menghajar mu dan membawa mu kedepan Lia!"


Luo sedikit ngeri mendengar perkataan Shin, entah berapa tulangnya yang akan patah jika dihajar oleh Shin.


"Lalu kau sendiri bagaimana? Kau selalu memberikan tekanan untuk ku mengungkapkan perasaan ku, jangan bilang kau sendiri yang belum mengatakannya pada Xun'er!" Luo menyipitkan matanya.


Shin menghela nafas "Kau tau sendiri selama ini aku sangat sibuk! Meskipun aku tau seperti apa perasaannya pada ku, tapi dia yang masih belum mengakui perasaannya! Jadi untuk saat ini lebih baik tunggu saja sampai dia mengakui perasaannya sendiri!"


"Tapi bukankah kau sebentar lagi akan kembali ke Benua Langit? Kau dulu pernah bilang akan kembali saat kau sudah mencapai tingkat Martial God" Luo mengingat Shin pernah mengatakan itu dulu.


"Ya, aku akan berlatih alkimia dulu selama beberapa bulan, lalu aku akan kembali ke Benua Langit! Masih ada urusan yang sangat penting menyangkut nasib seluruh manusia disana!" Shin mengepalkan tangannya, mengingat Lui Meiyu, dia sekarang yakin dapat membunuh wanita itu dengan kekuatannya.


"Memangnya masalah apa yang bisa menyebabkan bencana bagi umat manusia disana?" Wajah Lui menjadi serius.

__ADS_1


"Kau tenang saja, dengan kekuatan ku saat ini aku yakin mampu menyelesaikan masalah itu! Setelah aku kembali semuanya pasti akan baik-baik saja!" Shin tersenyum penuh percaya


diri.


"Ya, aku juga tidak yakin apakah ada yang bisa mengalahkan mu dengan kekuatan mu yang tidak masuk akal!" Luo juga tersenyum, dia merasa lega jika Shin memiliki kepercayaan diri.


Shin dan Luo ngobrol sebentar disana.


"Kalau begitu ayo, biar aku yang mengantar mu ke kediaman paman Han! Dia sekarang memang berada disana!" Luo pun berjalan diikuti oleh Shin.


***


Shin dan Luo kini telah sampai di kediaman Han.


Shin menghirup udara dalam-dalam, lalu menghembuskan nafas dengan penuh kepuasan "Udara disini benar-benar segar, aku juga bisa mencium aroma tanaman spiritual yang sangat harum! Hanya dengan aromanya saja sudah bisa menenangkan pikiran".


"Itu karena paman Han sangat menyukai alkimia! Hampir di setiap sudut kediamannya, dia menanam berbagai jenis tanaman spiritual! Aku juga biasanya datang kesini untuk menenangkan pikiran dan melihat paman Han menyuling pil!" Luo kemudian tersenyum pahit "Tapi aku sama sekali tidak berbakat dalam alkimia, aku sudah mencoba berkali-kali tapi bahan-bahan yang aku gunakan selalu meledak! Bahkan pernah sekali tungku yang aku gunakan meledak sampai menghancurkan satu ruangan!"


"Apakah alkimia memang sesulit itu?" Shin sama sekali tidak paham soal alkimia.


"Itu tergantung pada bakat mu! Alkimia akan dianggap mudah bagi orang yang berbakat, tapi akan menjadi sangat sulut untuk orang-orang seperti ku yang tidak memiliki bakat dalam alkimia!" Luo menghela nafas.


"Begitukah" Shin tidak mengetahui apakah dia memiliki bakat dalam alkimia atau tidak.


Shin memang pernah mendengar alkimia hanya bisa dilakukan oleh orang-orang dengan bakat khusus.


Orang-orang yang memiliki bakat bela diri memang sangat banyak, namun sangat sedikit yang memiliki bakat alkimia. Karena hal ini alkimis jumlahnya sangat sedikit dan sangat dihormati.


Shin dan Luo terus berjalan, Shin melihat sekitarnya memang semuanya adalah tanaman spiritual.


"Sepertinya paman Han sedang menyuling pil!" Luo menunjuk kedepan.


Shin melihat dari jarak 100 meter lebih didepan, sebuah bangunan kecil dan sederhana mengeluarkan asap putih.


"Apakah paman Han baik-baik saja dengan hal itu? Mungkin disana ada yang terbakar" ucap Shin.

__ADS_1


"Haha! Asap putih itu adalah uap dari cairan pil yang tidak berguna, itu adalah tanda jika proses pemurnian pil masih lancar! Jika yang keluar adalah asap hitam, itu artinya prosesnya gagal karena bahan-bahan pil nya meledak!" Ucap Luo kemudian melanjutkan "Paman Han tidak suka diganggu kalau sedang menyuling pil, jadi sebaiknya kita tunggu disini sampai dia keluar!"


__ADS_2