
Xu Xuan, Xu Huang beserta para pasukannya kini sudah tiba di Paviliun Matahari Emas, anggota Sekte Es Abadi juga sudah tiba lebih dulu.
Kedatangan mereka disambut dengan sangat baik oleh Su Huangli, namun karena memang situasinya tidak memungkinkan jadi mereka tidak mendapatkan jamuan makan atau semacamnya.
Mereka juga memahami hal itu, lagi pula mereka datang kesini 'bukan untuk bertamu, tapi untuk berperang'.
Su Xianlin yang mengetahui kedatangan rombongan Sekte Pedang Ilahi, langsung mencari keberadaan Shin.
Namun kenyataan membuatnya kecewa karena Shin tidak ikut dalam rombongan.
Su Xianlin akhirnya mencari teman-teman Shin untuk bertanya tentang pemuda itu.
Xiang Yue sudah sangat akrab dengan Su Xianlin, jadi dialah yang menceritakan tentang Shin pada Su Xianlin.
Semua pasukan masing-masing kelompok besar berada di Paviliun Matahari Emas selama 1 hari sebelum akhirnya berangkat untuk menghadapi pasukan Sekte Lembah Siluman.
***
Lui Meiyu terbang mendahului pasukannya, dia sudah meninggalkan pasukannya mungkin sejauh ribuan kilometer.
Lui Meiyu melihat dari jarak yang cukup jauh didepannya, melayang seseorang, sepertinya orang itu berniat menghadangnya.
Lui Meiyu menyeringai, dia berpikir orang itu hanyalah orang bodoh yang hanya mencari kematiannya.
Lui Meiyu memusatkan energi pada kepalan tangan kanannya, membuat tangan kanannya dilapisi energi ungu pekat yang mengandung energi ekstrim.
"Matilah makhluk bodoh!" Lui Meiyu langsung melakukan gerakan memukul, membuat sinar ungu melesat dalam garis lurus dengan kecepatan tinggi, mengarah pada orang didepannya.
Namun apa yang terjadi selanjutnya membuat Lui Meiyu terkejut, serangan sinar ungu itu seperti membentur perisai tak terlihat yang membuat sinar ungu itu terpecah dan memantul kesegala arah.
*BOOOMMM...!!
*BOOOMMM...!!
*BOOOMMM...!!
Sinar ungu yang terpecah itu menghantam tanah dan menyebabkan ledakan keras yang mengguncang daratan.
"Apa?!" Mata Lui Meiyu melebar melihat serangannya dapat dengan mudah diatasi, padahal dia yakin bahkan jika seorang Martial Saint tahap akhir akan kesulitan menghentikan serangannya barusan.
Namun siapa sangka orang itu dapat menahan serangannya dengan sangat mudah seakan tidak berarti apa-apa.
"Apakah orang itu adalah pemilik aura yang sebelumnya aku rasakan!" gumam Lui Meiyu.
__ADS_1
Jika dugaannya ini benar maka ini akan menjadi pertarungan yang sulit.
"Tapi dari mana dia mengetahui jika aku akan berada disini? Yang mengetahui rencana ini hanya Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo jadi tidak mungkin rencana ku bocor!" Lui Meiyu kembali' bergumam.
Beberapa saat kemudian, wanita itu melesat terbang menghampiri orang itu.
Semakin dekat, Lui Meiyu dapat melihat wajah orang itu semakin jelas, hingga akhirnya Lui Meiyu terkejut saat melihat seperti wajah dari orang itu.
"Kau! Shin!" Lui Meiyu benar-benar terkejut.
Seingatnya dua tahun lalu Shin masih berada ditingkat Martial Monarc, lalu bagaimana bisa kultivasinya melonjak hingga berada ditingkat Martial God.
Bukankah ini tidak masuk akal.
Shin yang hanya melayang diam, tiba-tiba bergerak cepat kearah Lui Meiyu.
Seketika Shin sudah berada didepan wanita itu dan langsung memukul wajahnya, namun Lui Meiyu dapat bereaksi dengan cepat, menghindari serangan Shin.
Lui Meiyu langsung bergerak menjauh mengambil jarak.
"Kau ternyata cukup cepat!" Shin menoleh kearah Lui Meiyu.
"Kau!! Bagaimana bisa kultivasi mu melonjak sampai seperti ini?!" Lui Meiyu bertanya dengan suara berat.
"Kau!!" Emosi Lui Meiyu terpancing "Jangan pikir hanya karena kau sudah berada ditingkat Martial God sudah bisa mengalahkan ku! Kultivasi ku juga berada ditingkat Martial God!"
"Kultivasi kita memang sama tapi perbedaan kekuatan kita sangat jauh!" Shin mengeluarkan aura naga yang membuat Lui Meiyu merasa terintimidasi.
"Aura ini...aura Dewa Naga!" Lui Meiyu terkejut.
Dia sudah hidup sejak jaman perang besar dahulu, dia tidak akan pernah melupakan aura dari Dewa Naga, jadi Lui Meiyu dapat langsung mengenali aura yang Shin keluarkan.
Sebelumnya Lui Meiyu mengetahui jika Shin sudah mewarisi kekuatan dari Dewa Formasi dan Dewa Pedang.
Sekarang Lui Meiyu merasakan aura naga ditubuh Shin, sudah pasti Shin juga sudah mewarisi Kekuatan dari Dewa Naga.
Artinya Shin sudah menjadi pewaris Kekuatan dari 3 Dewa Besar.
Sesaat kemudian tubuh Shin mulai berubah menjadi bentuk setengah naga, namun masih belum sempurna, menunjukkan jika Shin masih belum menguasai perubahan naga sepenuhnya.
Mata Lui Meiyu melebar, ternyata benar Shin juga sudah mewarisi kekuatan Dewa Naga.
"Memangnya kenapa jika kau sudah mewarisi kekuatan dari 3 Dewa Besar? Aku sudah mendapatkan kekuatan dari Dewa Siluman yang kekuatannya jauh lebih kuat dari ketiga manusia itu!" ucap Lui Meiyu.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu, aura kegelapan bercampur ungu keluar dari tubuh Lui Meiyu, bersamaan dengan tubuhnya yang juga mulai berubah menjadi bentuk siluman.
Lui Meiyu mengeluarkan pedangnya yang langsung diacungkan kearah Shin "Jika kau mati maka itu akan menjadi akhir bagi dunia ini!"
"Auranya sangat kuat! Kekuatan Lui Meiyu mungkin lebih kuat dari Raja High Orc sebelumnya!" gumam Shin.
Shin berpikir itu sangat wajar karena selama ini Lui Meiyu menjadi bawahan setia Dewa Siluman, jadi tentu saja wanita itu mendapatkan banyak manfaat dari Dewa Siluman.
"Melawan wanita ini tidak akan mudah! Aku tidak bisa bermain-main!" Shin bergumam kemudian mengeluarkan Pedang Bintang Emas.
"Kalau begitu sama! Jika kau mati maka tidak akan ada lagi masalah di dunia ini!" Shin mengacungkan pedangnya kearah Lui Meiyu.
Sesaat suasana hening sebelum akhirnya mereka berdua tiba-tiba menghilang.
*DEEEENG....!!
Shin dan Lui Meiyu tiba-tiba muncul ditempat lain dengan pedang yang berbenturan, mengeluarkan suara keras dan gelombang angin kencang.
Shin dan Lui Meiyu secara bersamaan mundur kebelakang sebelum kembali melesat kearah masing-masing.
***
Saat ini pasukan Sekte Lembah Siluman yang dipimpin oleh Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo sudah bisa melihat dari jarak yang cukup jauh didepan, pasukan dari Paviliun Matahari Emas, Sekte Pedang Ilahi dan Sekte Es Abadi melesat kearah mereka.
Dalam segi jumlah sepertinya kedua kubu memiliki jumlah pasukan yang tidak jauh berbeda.
"HAHAHA! PARA PASUKAN KU! PARA AN*JING ITU SUDAH TERLIHAT DI DEPAN KITA!! JANGAN MENAHAN DIRI DAN BUNUH MEREKA SEMUA!!"Tetua Jing Hu berteriak dengan penuh ***** membunuh.
Meskipun dia diperintahkan untuk hanya mengulur waktu, namun menurut Tetua Jing Hu itu tidak akan asik.
Lagi pula entah akan seberapa banyak jumlah pasukannya yang mati dia tidak akan peduli.
Karena sekarang dia sudah menjadi siluman sedangkan para pasukannya adalah manusia.
Pemikiran Tetua Lei Huo tidak jauh berbeda dengan Tetua Jing Hu.
Para pasukan Sekte Lembah Siluman berteriak keras dengan bengis, tidak sabar ingin melakukan pembunuhan secepatnya.
Mereka semua mempercepat laju terbang.
\=\=\=\=
**Sebenarnya Author berencana untuk up chapter ke-2 lebih cepat hari ini, jadi mungkin author bisa membuat 3 chapter! tapi tiba-tiba mati lampu, jadi up chapter ke-2 harus malam seperti biasa**
__ADS_1