Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2
56. Kemarahan Dewa Siluman


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu di Sekte Lembah Siluman.


Sudah beberapa jam Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo mencoba menghancurkan formasi segel yang menyegel pintu keluar alam misterius, namun hasilnya sangat mengecewakan mereka.


Mereka sama sekali tidak dapat menghancurkan segel itu.


"SIALAN!!" Tetua Jing Hu berteriak marah, penampilannya yang menyeramkan, kini terlihat semakin seram.


Tetua Jing Hu berpikir sejenak dan menemukan ada sesuatu yang aneh menurutnya.


Seharusnya saat ini di Sekte Lembah Siluman ada 3 kultivator tingkat Martial Saint, yaitu Tetua Duan Chu, Tetua Du Gu dan Tetua Hong Ao.


Dengan kekuatan mereka bertiga seharusnya bisa melawan atau bahkan menang melawan Shin dan Qing Zhizun.


Bagaimana mungkin para penyusup itu bisa masuk dengan muda ke Sekte Lembah Siluman.


Tetua Jing Hu masih tidak mengetahui jika telah terjadi perang dan menewaskan tiga tetua itu.


Tetua Jing Hu menoleh kebelakang, melihat para anggota Sekte Lembah Siluman yang dari awal pertarungan hanya menonton saja.


"Salah satu dari kalian! Cepat kemari!" Tetua Jing Hu berkata dengan nada tinggi penuh amarah.


Salah satu orang yang berada ditingkat Martial Monarc memberanikan diri untuk mendatangi Tetua Jing Hu.


"Apakah ada yang bisa saya bantu Tetua?" orang itu berkata dengan gemetar, jelas sekali dia ketakutan.


"Selama aku tidak berada di Sekte apa saja yang telah terjadi?" Tetua Jing Hu masih belum mengetahui kabar terkini mengenai Sekte Lembah Siluman, karena dia melakukan pelatihan tertutup.


"Itu..." orang itu pun mulai menceritakan kejadian-kejadian di Sekte Lembah Siluman.


Orang itu juga menceritakan tentang aliran Sekte Lembah Siluman dengan Sekte Elang Hitam yang akan menyerang Wilayah Utara.


Namun sampai saat ini mereka masih belum mengetahui bagaimana berlangsungnya perang itu.


Apakah perang dimenangkan aliansi aliran hitam atau sebaliknya? Mereka tidak tau karena masih belum ada kabar.


Tetua Jing Hu tentu saja terkejut mendengar hal itu.


Bagaimana mungkin perang besar dilakukan tanpa adanya mereka berdua terlebih dia bahkan tidak mengetahui hal ini.

__ADS_1


Melihat dari hal ini, sepertinya Shin sengaja datang ke Sekte Lembah Siluman untuk menyelamatkan Qin Zhiyun, disaat perang sedang berlangsung.


Tetua Jing Hu menolak percaya jika Sekte Lembah Siluman kalah dari perang.


Namun yang membuat Tetua Jing Hu bingung adalah, bagaimana caranya Shin mengetahui letak Sekte Lembah Siluman yang berada didalam alam misterius.


"Baiklah, kau bisa pergi!" Tetua Jing Hu kemudian menoleh kearah Tetua Lei Huo "Tetua Lei Huo, kita harus pergi ke tempat rahasia!"


Tetua Lei Huo mengangguk.


Tempat rahasia yang dimaksud adalah tempat dimana Dewa Siluman berada, mereka berdua harus melaporkan hal ini.


Meskipun mereka sangat yakin setelah ini mereka pasti akan menerima amarah dari Dewa Siluman, namun mereka mau tidak mau harus tetap melapor.


Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo segera bergerak menuju tempat rahasia dengan kecepatan tinggi.


Tempat rahasia itu berada dibelakang Sekte Lembah Siluman, jaraknya cukup jauh, disana terdapat sebuah gunung kecil dengan goa di kaki gunung itu.


Setelah tiba disana, Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo memasuki goa itu.


Mengikuti lorong goa, mereka berdua akhirnya tiba didepan sebuah pintu.


"Salam hormat Tuan!" Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo langsung berlutut didepan Batu Pertama Surgawi, tempat Dewa Siluman tersegel.


"Tetua Jing Hu, Tetua Lei Huo! Apa yang terjadi diluar? Aku bisa mendengar suara keributan yang sangat berisik tadi?" tanya Dewa Siluman.


"Itu..." Tetua Jing Hu jadi ragu untuk menjawab, karena mendengar dari nada suara Dewa Siluman barusan, sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik.


"CEPAT JAWAB! JANGAN MEMBUAT KU MENGULANGI PERKATAAN KU!!" Dewa Siluman berteriak marah, suasana hatinya yang buruk kini semakin buruk lagi.


Dia bahkan meledakkan aura kegelapan pekat yang membuat mereka berdua merasa tertekan.


Bahkan untuk Tetua Jing Hu sekalipun yang sudah berubah menjadi siluman masih merasakan tekanan yang kuat.


Akhirnya Tetua Jing Hu menceritakan kejadian yang terjadi sebelumnya, dimana Shin dan Qing Zhizun berhasil masuk ke alam misterius dan berhasil menculik Xue'er dan Xin'er.


Namun saat Shin dan Qing Zhizun akan melarikan diri, mereka berdua kebetulan saat itu baru kembali dari pelatihan tertutup, dan akhirnya terjadi pertarungan antara mereka.


Namun sayangnya, Shin dan Qing Zhizun berhasil kabur membawa Xue'er dan Xin'er, bahkan pintu keluar alam misterius telah disegel dengan formasi kuat yang membuat mereka tidak bisa keluar untuk mengejar.

__ADS_1


"DASAR TIDAK BERGUNA!! KALIAN SEMUA BENAR-BENAR TIDAK ADA YANG BERGUNA!!!" Dewa Siluman semakin murka mendengar penjelasan Tetua Jing Hu.


Kemarahannya memuncak sampai tidak bisa dia tahan lagi, aura kegelapan pekat meledak keluar, membuat retakan disetiap di dinding dan semua bagian dari ruangan itu, bahkan altar itu mengalami keretakan.


Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo merasakan beban yang sangat berat di punggung mereka, hampir saja mereka jatuh bersujud kelantai.


Kekuatan para tetua yang sudah mencapai tingkat Martial Saint tidak luput dari kekuatan yang diberikan Dewa Siluman.


Namun satu hal yang para tetua tidak tau adalah kehidupan mereka berada ditangan Dewa Siluman setelah itu.


Nyawa mereka terhubung langsung dengan Dewa Siluman, jadi Dewa Siluman akan mengetahui jika salah satu dari Tetua itu mati.


Dewa Siluman bisa merasakan jika Tetua Duan Chu, Tetua Du Gu dan Tetua Hong Ao telah mati, artinya misi mereka untuk mendapatkan gadis bertubuh khusus telah gagal total.


Kemungkinan semua pasukannya telah dibantai habis bersama dengan pasukan Sekte Elang Hitam.


Hal ini sudah membuat suasana hati Dewa Siluman sangat buruk, ditambah lagi sekarang, dua gadis bertubuh khusus yang dia miliki sudah diculik.


Sehingga dia tidak lagi memiliki kunci untuk kebebasannya.


Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo merapatkan giginya karena kesusahan menahan tekanan dari aura Dewa Siluman.


Padahal sekarang Dewa Siluman sudah disegel, kekuatannya juga hanya bisa dia keluarkan sebagian kecil, namun hanya dengan aura saja sudah bisa membuat mereka berdua, yang berada ditingkat Martial Saint tertekan sampai hampir bersujud.


Lalu bagaimana kekuatan Dewa Siluman jika dia tidak disegel, itu pasti akan sangat mengerikan.


Dengan sekuat tenaga, Tetua Jing Hu memberanikan diri berbicara "Mohon berikan kami kesempatan Tuan! Kami pasti akan merebut kembali kedua gadis itu!"


"Memangnya apa kau tau siapa identitas orang itu?" Dewa Siluman bertanya dengan suara berat dan menyeramkan.


"Aku pernah melihat wajah pemuda itu di poster buronan! Menurut informasi yang aku dapatkan, dia sekarang bergabung menjadi anggota Sekte Pedang Ilahi!"


Mendengar itu, aura berat yang Dewa Siluman keluarkan sebelumnya menghilang.


Terjadi keheningan sesaat.


Meskipun sekarang Dewa Siluman tersegel didalam Batu Pertama Surgawi, namun Tetua Jing Hu dan Tetua Lei Huo bisa merasakan jika Dewa Siluman menatap mereka dengan sangat tajam.


Hal ini membuat mereka merinding.

__ADS_1


"Baiklah! Aku akan memberikan kalian kesempatan! Bawa kembali kedua gadis itu atau jika tidak! Nyawa kalian yang akan menghilang!"


__ADS_2