
Pagi hari..
Rya merasakan kepala nya sakit saat membuka mata, dia melenguh dan merasai suhu tubuh nya sangat tinggi.
Tok..Tok..Tok..
Seseorang mengetuk pintu kamar rya..
"Non bangun... ini sudah siang.. nanti non terlambat pergi ke sekolah.." Rya mendengar suara Bi Oni dari balik pintu.
Seperti nya hari ini aku gak masuk dulu, kepalaku sakit. mungkin karna terlalu lelah, ditambah semalam aku keluyuran dan belum makan.. Gumam Rya.
"Hari ini aku gak masuk bi.." Rya berteriak tanpa mengubah posisinya..
"Oh gitu non, mau sarapan di bawah atau bibi bawa kesini?" teriak Bi Oni dari balik pintu.
"Nanti saja bi.." Rya berteriak lagi.
Lama-lama rumah ini makin dingin dan angker, malah kebanyakan pada teriak aja!!!
***
Sudah empat hari Rya terbaring di kamarnya, tubuhnya sangat lemas dan malas sekali untuk dibawa bergerak. *Kaum rebahan!!* tapi hari ini dia merasa lebih baik. Rya beranjak dari tempat tidurnya, berjalan keluar untuk menuju dapur.
Rya menapaki satu persatu anak tangga kemudian menuju meja makan, perut nya sudah minta di isi..
"Udah sehat non?" sapa Bi Oni sambil tersenyum.
"Lumayan bi.. uda enakan.." ucap Rya sambil mengambil roti dan selai.
Kenapa Oni sih yang selalu nanya? kenapa yang lain nggak? keluarga ini complete tapi gue lebih intens sama Oni. Yaudahlah daripada gak ada sama sekali!!
"Syukur lah kalo begitu.." Bi Oni tersenyum lagi.
"Mama sama papa, jadi ke luar kota?" tanya Rya sambil mulai mengunyah roti itu.
"Jadi non, tuan dan nyonya sudah berangkat tadi pagi." jawab Bi Oni.
__ADS_1
"Owh.." Rumah ini lama-lama kaya sewa kamar aja ya, mereka dateng dan pergi sesukanya! Rya masih saja mengumpat. Meskipun bibirnya diam, tapi kadang suara hatinya mengutarakan itu. "Bi tolong beresin kamar aku yaa.." ucap Rya sambil berlalu dari meja makan.
"Baik non.." jawab Bi Oni.
Rya berjalan menuju kamarnya. Tapi saat ini dia merasa sesuatu yang aneh, setelah memakan roti itu, ia merasa seperti ada yg kurang. tapi apa?
Kemudian dia melihat bungkusan rokok di meja. Dia mengambil satu batang rokok dan menaruh nya di bibir, Rya menyulut rokok dan menghisap nya.
Rya mulai mahir merokok dan sepertinya dia mulai kecanduan.
"Enak juga yaa.." ucap Rya sambil mengepulkan asap dimulutnya.
Heup.. heuss.. Heup.. heuss.. Rya sudah lumayan mahir dan menyukai kebiasaan barunya itu.
...
Rya baru selesai mandi, dia melihat kamar nya sudah rapi. Rya membuka lemari nya, mengambil hot pants dan kaus lalu mengenakanya.
Rya mengoles pelembab di wajah nya, menggunakan liptint cherry dan merapih kan rambut nya. Kemudian Rya menyemprotkan parfume favorit miliknya.
Hmmm aku selalu jatuh cinta dengan harum nya.. ucap Rya sambil memejamkan mata dan menghirup aroma parfume yang baru saja disemprotkan.
Tok...Tok...Tok....
Seseorang mengetuk pintu kamar, dan siapa lg kalo bukan Bi Oni?
Ngapain lagi siii!!!
"Bentar.." Rya berteriak sambil berjalan menuju pintu lalu membuka nya. "Ada apa sih Bi?" tanya Rya sambil mengeluarkan kepalanya dari balik pintu.
"tu non, itu dibawah ada yg nanyain non Rya.." ucap Bi Oni.
"Nanyain aku? Siapa bi?" tanya Rya.
"Gaktau non.. saya gak kenal, saya suruh dia tunggu di luar." ujar Bi Oni.
"Yaudah suruh tunggu aja, bentar lg saya turun." ucap Rya.
__ADS_1
"Baik non.." Bi Oni kemudian berbalik dan pergi.
Rya meutup pintu kamar dan merapihkan handuk basah ke tempatnya. Kemudian ia pergi keluar menemui tamu itu.
Siapa sih?
Terlihat dari kejauhan seorang pria sedang duduk dan menghisap rokok, Rya merasa sangat mengenalnya dan sepertinya dia bukan orang asing.
Kemudian orang itu menoleh ke arah Rya yang sedang berjalan.
"Boy?" panggil Rya sambil masih berjalan mendekat. "Gue kira siapa." tambahnya.
"Sombong." ucap Boy dingin.
"Apaan sii, siapa yang sombong!! Masuk yuk." ajak Rya.
Rya mempersilahkan Boy masuk, kemudian mereka berjalan bersamaan. "Mau minum apa?" tanya Rya sambil menoleh ke arah Boy.
"Gue kesini mau makan elu!!" Boy masih mencetus dingin, sambil menatap sinis.
"Serius pea!" Rya menoyor lengan Boy dengan lengannya.
"Lu pikir gue boong?" ucap Boy. Boy kemudian menarik tangan Rya, bibirnya langsung mendarat mulus di bibir Rya. Dia ******* nya habis, dia menghisap bibir Rya dengan kuat.
Rya terbelalak mendapat perlakuan dari Boy, ia memang merindukannya tp Boy sangat agresif sekali dan tidak tahu tempat. Rya takut Boy hilang kendali apalagi dirumah ini ada para pekerja.
"Boooyyy!!!" Rya melepas ciuman itu dan mendorong tubuh Boy. "Lu gila yaa, gimana kalo ada yang liat?" Rya mencebik kesal.
"Bodo amat!! kalo gamau ada yang liat, kalo gitu ajak gue ke kamar lu!" Boy berbicara dengan nada aneh.
"Dih ngapain? aneh banget, lu kesambet ya!!." Cowok ini kenapasih?
"Ayolah.." Boy menekuk wajah, memohon pada Rya.
"Dirumah ini ada pekerja Boy, gimana kalo mereka ngadu sama bokap nyokap gue?" Rya menatap serius.
"Urusan belakangan." jawab Boy dengan entengnya.
__ADS_1
Rya kikuk dan bingung. Dia takut hal ini diketahui orang tua nya. Apalagi Bi Oni adalah pembantu yg sangat jujur.
Dibiarkan atau ditolak?