
🤪
Pernikahan Rya tinggal beberapa hari lagi, persiapan demi persiapan sudah di lakukan. Mengingat waktu mereka hanya satu minggu sejak pertemuan keluarga itu.
Rya masih terbaring di atas kasur, ia merasa sangat lemah karna beberapa hari ini ia terus muntah-muntah. Boy yang mengetahui keadaan Rya langsung datang dan membawa wanita itu ke rumah sakit, di temani Monic dan Chandra juga. Boy sangat panik melihat calon istrinya yang sudah sangat pucat.
"Keluarga pasien." seru seorang dokter.
Boy dan Chandra langsung berdiri menghampiri.
"Gimana keadaan istri saya dok?" tanya Boy dengan nada cemas.
"Pasien sebaiknya menjalani rawat inap, dia kehilangan banyak cairan karna sering muntah.. dia perlu vitamin dan perawatan intensive."
Tanpa perdebatan lagi, mereka menyetujui arahan dari dokter, yang terpenting wanita itu bisa sehat kembali, apalagi hari H pernikahan mereka semakin dekat..
"Sayang jangaaan sakiiit.." Boy menggenggam tangan Rya, menatap nanar wanita yang masih lemas itu.
"Aku gapapa honey, cuma lemes aja.." Jawab Rya mencoba tegar, padahal suaranya sangat lemah seperti kondisi tubuhnya.
"Mau makan sesuatu? biar aku cariin.." tanya Boy lagi.
__ADS_1
"Nggak sayang, semua makanan yang masuk pasti aku muntahin lagi.. " Rya mengusap perutnya sendiri.
"Perut kamu gak boleh kosong, kasian dede bayi nya, aku beliin salad buah yaa.. mau?" tanya Boy.
Rya mengangguk mengiyakan, kemudian Boy bergegas mencari penjual salad buah. Setelah mendapati nya, kemudian Boy meminta izin pada pemilik kafe untuk membuat sendiri salad buah itu. Boy mengatakan ini permintaan istrinya yang sedang ngidam, dan beruntungnya pemilik kafe itu mempersilahkan.
Setelah selesai Boy mengucapkan terima kasih, kemuidan membayar dan memberikan uang tip, Boy langsung melesat kembali ke rumah sakit.
Boy sudah sampai, ia langsung menuju ruangan Jasmine dimana Rya dirawat. Boy membantu Rya untuk duduk lalu menyuapi wanita itu dengan penuh kasih.
"Gimana.. enak?" tanya Boy, dan Rya mengangguk. Lalu Boy menyuapinya sampai salad itu habis.
Chandra hanya tersenyum melihat perhatian calon menantunya, ia merasa senang karna Boy begitu menyayangi anak nya.
"Harus sembuh yaa sayang, beberapa hari lagi kita akan menikah. kita bakalan sama-sama terus, seperti mimpi kita.." ucap Boy sambil menggenggam tangan dan menatap Rya.
"Besok juga aku sembuh kok, apalagi kamu ngerawat aku kayak gini.." ujar Rya sambil memberikan senyuman.
Lima belas menit kemudian tiba waktu nya Rya minum obat dan vitamin, Boy dengan cekatan menyiapkan segalanya dan membantu Rya. Lalu tidak lama kemudian, Rya akhirnya tertidur.
Chandra berpamitan pada Boy dan menitip kan Rya, karena Chandra ada keperluan mendadak.
__ADS_1
Boy mengiyakan permintaan Chandra, Kemudian chandra pergi di ikuti Monic. Monic terlihat tergesa-gesa menyusul Chandra, membuat Boy hanya menggelengkan kepala.
Pandangan Boy kembali kepada wajah calon istrinya, Ia menatap dan mengusap lembut perut Rya. Siang dan malam Boy menjaga dan menemani Rya hingga Rya merasa dirinya sudah membaik.
***
Sudah dua hari Rya di rawat di rumah sakit, hari ini Rya sudah merasa lebih bugar dan dia meminta untuk segera pulang. Proses persiapan pernikahan pasti tersendat jika semua orang sibuk mengurusi dirinya.
Dokter mengizinkan Rya untuk pulang dan memberikan beberapa obat dan vitamin untuk Rya.
"Kamu yakin udah enakan?" tanya Boy sambil menghentikan kursi roda yang membopong tubuh Rya.
"Udah, honey! Dibilang kan gegara kamu yang ngerawat hehe." mereka saling terkekeh. Kemudian melanjutkan langkah menuju mobil Chandra yang sudah menunggu didepan sana.
Sudah dimobil dan melesat pulang....
"Paa.. aku boleh minta sesuatu gak pas nanti aku nikah?" ujar Rya memecah keheningan perjalanan itu.
"Boleh dong, apapun yang kamu mau, akan papa berikan.." ujar Chandra sambil tersenyum.
"Hmm.. aku pengen Ibu hadir dipernikahan aku sama Boy nanti." ujar Rya.
__ADS_1
Sejenak chandra terdiam menyerap kalimat yang Rya lontar kan. "Baik lah, papa akan usahakan itu.. yang terpenting anak papa sehat dan bahagia."
Â