Pasangan Muda

Pasangan Muda
Toxic family


__ADS_3

Kamu ini selalu tak bisa di andalkan, aku sudah bilang jangan terima tawaran dari perusahaan Atmadja. bisa bangkrut kalo begini caranya.


Chandra___papa Rya, menggerutu sambil berjalan dan menenteng jas nya.


"Ada apa lg sih!!" Anggi menggebrak meja dan menatap orang tua nya. membuat Mama Monic dan papa Chandra langsung terdiam. "Kalian gak bosen apa berantem terus? apa gak malu berantem depan kita?" tambahnya dengan nada sarkas.


"Mama mu tuh!! dia selalu gegabah!! selalu mengambil keputusan sendiri!!" ucap Chandra sambil menatap sinis pada istrinya sendiri.


"Kamu cuma bisa menyalahkan aku!! memang nya siapa yg menanda tangani kesepakatan nya?" Monic menyela dan menaikan nada suaranya juga.


"Cukup!!! kalian gak pernah nunjukin keharmonisan di keluarga kita. kalian hanya bertengkar dan sibuk dengan pekerjaan. Anak anak kalian semua nya wanita! apa ini yg harus kami contoh dari kalian saat sudah berumah tangga nanti?" kali ini Rya yang berteriak. Membuat semua orang disana terdiam. Rya merasakan emosi dalam dadanya, matanya selalu perih saa menyaksikan adegan seperti itu hampir setiap hari. Bulir air mata Rya mencelos, lalu ia langsung berlari menuju kamarnya.


"Tunggu! tunggu Rya..." ucap Monic sambil mengikuti langkah Rya, berharap agar anak itu bisa berhenti berlari.


Rya membuka pintu kamarnya, masuk lalu menutup pintu dan menguncinya. Lututnya terasa lemas tidak bertenaga, membuat tubuh rengkuhnya jatuh dilantai begitu saja.


Tok


Tok


Tok


"Rya buka pintu nya.." sahut Mama Monic sambil menggedor pintu.


Rya mendengar suara itu, tapi dia tetap memilih diam dan menangis.


"Lihat ini semua gara gara kamu!!" Bentak Chandra.


"Kamu masih aja nyalahin aku?" Monic tidak kalah meninggikan suaranya.


"Udah jelas emang kamu yg salah!! Ini semua tidak akan terjadi kalo kamu...."


"Cukup!!" Anggi ikut berteriak, membuat dua orang itu terdiam lagi. "Kalo mau berantem mending papa sama mama gak usah pulang!! bukan cuma Rya, aku juga muak sama papa dan mama! kami bosan melihat kalian terus bertengkar!"


Terdengra suara kegaduhan diluar kamar Rya. Rya hanya terus menangis tanpa menggubris pertengkaran itu. Namun tidak lama kemudian suara mereka perlahan menghilang. mereka sudah pergi dari pintu kamar Rya.


Hp Rya berdering lagi, Nama Boy tertera di lockscreen.Rya menatap hp nya, dia bingung harus menajwab atau menolak panggilan Boy.


Kemudian Rya berusaha menghentikan air mata nya. Rya mengusap wajah nya yg basah oleh air mata dengan tissue. Setelah itu Rya kembali menatap hp nya dan menyentuh tombol hijau, dia menerima video call dari boy.


"Haaaaai." sapa Boy sambil tersenyum lebar.


"Hai." jawab Rya dengan suara serak dan hampir terisak.


Boy menatap Rya dari balik layar ponsel itu, dia tahu Rya baru saja selesai menangis, terlihat dari mata merah dan sembab itu, juga dari suara yang sedikit serak. Boy berfikir Rya terkena masalah gara gara kemarin tidak pulang selama dua hari.


"Lu kenapa?" tanya Boy sambil menatap lekat ke arah layar.


"Mmmh.. gue gakpapa." jawab Rya.

__ADS_1


"Jangan bohong, lu abis nangis ya?" tanya Boy lagi.


Rya hanya menatap Boy dari layar hp, tidak menjawab pertanyaan itu. "Ada apa? lu dimarahin ya sama bokap nyokap lu soal kemaren?" tanya Boy lagi.


Boro-boro dimarahin, nanyain juga nggak! Tau gue pergi juga enggak! Rya mengumpat didalam hati.


"Nggak, bukan.. bukan itu.. udah dulu ya Boy mata gue berat.. gue ngantuk.."


"Oke, tapi janji ya besok lu harus ceritain ada apa?" pinta Boy dan Rya hanya mengangguk pelan.


"Yaudah, byee." Boy melambai sambil terseyum.


Rya membalas senyuman Boy lalu menutup video call nya. Rya menarik nafasnya dalam dalam mencoba menenangkan diri. Rya merebahkan badanya, Rya merasa lelah setelah menangis. Namun matanya tak bisa terpejam. badan nya tidak menemukan posisi nyaman.


Kemudian Rya beranjak dr tempat tidur, dia mengambil kunci mobil lalu bergegas menuju garasi. Dia membuka pintu mobil lalu menutup nya kembali dan menghidupkan mobil nya.


Rya terdiam sesaat, dia memikirkan kemana dia akan pergi. Dia memejamkan mata nya sambil berfikir.


Rya menginjak pedal gas nya. Dia melesat meninggalkan rumah nya, dengan pikiran dan jiwa yang tidak tentu arah. Dia belum tahu kemana dia akan pergi. Dia hanya menyusuri keramaian jalan kota.


Kemudian Rya menepikan mobil nya di sebuah caffe, dia merasa lapar karna tadi acara makan bersama Anggi, gagal oleh kericuhan orangtua nya.


Rya turun dari mobil lalu berjalan memasuki caffe. Rya memilih meja paling ujung.


"Silahkan nona." sapa seorang pelayan yg membawa buku menu.


"Aah.. terimakasih.." Rya mengambil menu itu dan membuka nya.


"Capuchino satu yaa." Akhirnya pilihannya jatuh pada secangkir kopi.


"baik nona.." pelayan itu tersenyum lalu meninggalkan Rya.


Rya mengetuk ngetuk meja dengan jari nya, tatapannya kosong ke luar jendela melihat kendaraan yang berlalu lalang, pikiranya berlarian. Entah berada difase apa dia saat ini.


Tak lama kemudian seorang pelayan kembali ke meja Rya dan mebawakan Capuchino pesanan nya.


"Capuchino mu, nona.." ucap seorang pelayan sambil meletakan di atas meja.


"Terima kasih.." ucap Rya sambil memutar cangkir itu dan tersenyum kilas.


Kemudian Rya menyeruput capuchino nya, mata nya bermain melihat keadaan sekitar. Lalu mata itu menangkap sesuatu diujung meja sana, tatapan Rya berhenti pada seorang wanita yg sedang merokok.


Wanita itu.. dia tampak tenang dengan sebatang rokok nya.. Apa asap itu ngasih sensasi tenang ya? kaya anggur gitu? Aku harus nyoba..


Rya bergegas menuju kasir dan membayar capuchino yg belum habis dia minum. Rya meninggalkan caffe itu dan masuk ke dalam mobil. Kemudian Rya menuju sebuah mini market, dia ingin mencoba sensasi merokok.


Rya sudah sampai di minimarket, kemudian menatap rak berisi berbagai macam merk rokok.


Yang mana yaaa.. Rya nampak kebingungan, Mata nya sibuk mencari.

__ADS_1


"Ada yg bisa saya bantu nona?" tanya seorang karyawan minimarket yang melihat Rya celingukan bingung.


"Hmm..saya lg cari rokok nih.." jawab Rya dengan mata yang subuk mencari


"Oh silahkan.. Dirak itu semuanya khusus rokok." ucap karyawan itu.


"Rokok buat cewek apa ya?" Rya bertanya sambil menatap pegawai itu.


karyawan itu menahan tawa.. mana ada rokok buat cewek? semuanya unisex nona!! cewek cowok!!


"Mungkin yg ini nona.." ujar karyawan itu sambil menunjuk sebuah bungkusan rokok merk anu.


"Biasa nya kalo cewek ngerokok nya ini, anda bisa pilih varian rasa nya.." tambahnya sambil memberikan beberapa bungkus rokok yang lain.


"Oh emang ada rasanya ya?" dengan polos Rya bertanya lagi, sambil mengambil beberapa bungkus rokok dan menatapnya..


"Iya nona, ada yg grape, apple mint dan lain lain." ucap karyawan itu menjelaskan.


"Yaudah saya mau coba yg grape, Hmm.. sama apple mint juga deh, terima kasih ya.."


Rya membeli beberapa bungkus rokok dan beberapa minuman dingin. Rya melihat jam ditangan nya, dan ini sudah hampir tengah malam.


Lebih baik aku pulang dan mencoba nya di kamar..


Rya bergegas menuju mobil. Dia menginjak pedal gas lalu melesat menuju rumah. Setelah sampai Rya langsung memarkir kan mobil dan masuk kedalam rumah. Dia melihat sang papa sedang sibuk dengan laptop nya.


"Dari mana kamu?" tanya Chandra, menatap Rya sambil meminum secangkir teh.


"Dari minimarket." jawab Rya dingin, Rya langsung berjalan melewati Chandra begitu saja.


Udah? gitu doang? gak marah gitu anak gadisnya keluyuran jam segini? Rya mengumpat.


Chandra kembali sibuk dengan laptop di depanya, Rya hanya memperhatikan lalu berjalan menuju kamar.


Anak dan ayah jarang sekali mengobrol, lama lama kita kaya orang asing. Rya mengumpat dalam hati lagi.


Setelah sampai kamar, Rya langsung membuka bungkusan belanja nya. Dia menatap rokok yg baru saja di beli lalu mengeluarkan satu batang rokok.


Rya menaruh rokok nya di bibir dan menyulut nya, dia mencoba menghisap nya..


Uhukk uhukk.. dia malah batuk dan tertawa.


hahaha amatiran mungkin ini karna baru pertama..


Rya terus menghisap rokok itu sampai habis lalu menyulut nya lg. Dia blm merasakan nikmatnya sensasi menghisap rokok sampai sampai dia membuka tutorial youtube bagaimana cara nya merokok hahaha.


Hingga..


Tak terasa Rya hampir menghabiskan setengah bungkus rokok, dia mulai merasakan sensasi enak nya merokok. namun dia merasa tenggorokan nya kering.

__ADS_1


sudah cukup untuk malam ini, sebaiknya aku tidur..


__ADS_2