
Boy mulai mencari-cari keberadaan tukang bakso sambil sibuk dengan handphonenya, karna sedang video call bersama Rya.
"Ada sayang?" tanya Rya dari balik layar.
"Sebentar yaa.. aku masih nyari.." jawab Boy.
Dengan sabar Boy mencari hingga akhirnya dia menemukan kedai bakso yang masih buka, Boy sangat bersemangat menepikan mobil. Turun dan berlari kecil karna sepertinya kedai akan tutup.
"Permisi pak, bakso nya masi ada?" tanya Boy pada penjual bakso yang akan menutup kedainya itu.
"Habis mas, tinggal bakso kecil dan kuah nya saja."
"Oh gitu, sebentar yaa pak."
Boy mengarahkan hp kedepan wajah, ia memberi tahu Rya bahwa bakso itu habis, tapi lagi-lagi Rya malah terus merengek meminta bakso yang ia inginkan. Mendengar percakapan Boy dan Rya pedagang bakso itu berjalan menuju freezer dan mengecek sisa bakso, ternyata masih ada sisa satu baso mercon.
__ADS_1
"Buat istri nya ya, mas?" tanya pedagang bakso itu.
"Iya pak, istri saya lagi ngidam. saya udah puter-puter tapi belum dapet juga.. tapi memang gak bakalan adasih ya, orang udah jam segini.." suara Boy melemah.
"Ini ada sisa satu lagi, tapi bakso nya bakso mercon. gimana mas?" tanya penjual bakso lagi.
Seketika Boy menatap pedagang bakso dan tersenyum. Ia mendapat kan apa yang sejak tadi ia cari, ia langsung meminta pedagang bakso menyiapkannya.
***
Boy sudah sampai apartemen, ia langsung menuangkan bakso ke dalam mangkuk dan memberikannya kepada Rya. Rya tersenyum merekah menghirup aroma bakso, ia mengecup Boy berulang-ulang sebagai tanda terima kasih. Tanpa basa basi lagi Rya langsung melahap nya.
Rya hanya tersenyum sambil mengunyah bakso di mulutnya, ia terlihat sangat senang sekali. Melihat itu Boy pun ikut tersenyum.
"Kamu gak mau?" tanya Rya. "Enak lho ini, seger banget." ujar Rya sambil menyeruput kuah taichan itu lagi dan lagi.
__ADS_1
"Nggak.. aku ngantuk." ujar Boy sambil melepas jaket yang tadi menemaninya berpetualang mencari bakso.
"Makasih ya, honey.. ini enak banget!" ujar Rya yang terus memuji karena se-begitu nikmatnya bakso itu baginya.
Setelah selesai Rya menaruh mangkuk itu ke dapur, melihat Boy yang sudah naik ke atas ranjang membuat Rya buru-buru menghampirinya.
"Honey, jangan dulu bobo.. aku baru beres makan dan belum ngantuk." ucap Rya sambil bergelayut dengan sangat manja.
"Mata aku uda berat banget, sayang.." ucap Boy sambil memejamkan matanya.
"Yaudah, tapi perutnya pengen di usap-usap." ucap Rya mencebik manja..
"Hmm yaudah sini."
Boy memberi isyarat agar Rya duduk di sampingnya, Boy menyamping kan tubuhnya kemudian mengusap-usap perut Rya sambil terpejam.
__ADS_1
Tak lama kemudian Boy tertidur dengan tangan diatas perut Rya. Rya menatap Boy dengan penuh kasih. Ia mengusap wajah Boy, mengecup kening kemudian berbaring di samping Boy. Ia terus menatap lelaki itu sambil sesekali tersenyum hingga akhir nya Rya pun terlelap.
Lelaki itu sangat mencintai Rya, begitupun Rya yang sangat mencinta Boy. Dua insan itu akan memulai kisah yang bahkan mereka berdua belum tau seperti apa. Yang jelas mereka akan berjuang bagaimanapun caranya agar mereka bisa bersatu. Apalagi saat ini ada buah cinta didalam rahim Rya, keduanya akan berjuang apapun konsekuensinya.