Pasangan Muda

Pasangan Muda
Tegang


__ADS_3

Jantung Rya berdegub kencang. Rya takut Monic tahu keberadaan Boy dirumah itu. Rya mencoba tenang dan bertanya seolah tidak terjadi apapun.


"Mama kok belum tidur?" tanya Rya dengan ekspresi yang dibuat-buat.


"Kamu mau kemana malem malem begini?" Monic malah mengalihkan pertanyaan dan malah balik bertanya dengan tatapan menyelidik.


"Eh anu.. maa.. aku laper.. trus aku mau ke dapur, trus euh.. karna tadi kata Bi Oni Mama udah pulang makanya aku kesini, mastiin aja. gitu..." Rya mencoba berbicara santai, namun tetap saja dia sangat tegang. Bahkan kaki dan tanganya sudah gemetar.


"Oh, yaudah Mama juga mau ke dapur, haus banget. Aer di kamar abis." ucap Monic sambil memegang leher dan akan melangkahkan kaki.


"Ja-jangan maa!" Rya menghentikan pergerakan Monic "Biar aku yang ambilin.. Mama mau minum apa?"


"Kamu kenapa sih? kok kaya gugup gitu?" Monic merasa aneh dengan tingkah Rya.


"Eh ngga maa, aku cuma kaget aja tadi Mama tiba-tiba buka pintu, aku kira mama udah tidur.."


"Yaudah gih, ambilin sana.."


"Ah oke maa, tunggu bentar.." Rya langsung berjalan menuju dapur sambil mengelus dada dan menghembuskan nafas panjang..


Setelah sampai dapur Rya melihat Boy dan Oni sedang bersembunyi dibawah meja Bar. Rya melihat Boy tersenyum menggoda nya.


Rya menghampiri bar dan mengambil minum untuk Mama Monic.


"Aaawww.." Rya menjerit saat Boy mencubit betis nya pelan.


"kenapa?" seru Monic diujung sana.


"Nggak maa, aku salah mencet tombol jadi agak panas dikit.." ujar Rya.


Boy nyebelin, Awas lu! Umpat Rya dalam hati.


Boy dan Oni menutup mulut dan malah tertawa tanpa suara meledek Rya. Setelah gelas nya penuh kemudian Rya berjalan meninggalkan dapur dan memberikan minum untuk mama Monic.


"Ini maa.." ucap Rya sambil menyodorkan gelas.


"Makasih.." Mama Monic mengambil gelas kemudian langsung meneguk nya hingga habis. "kamu begadang? besok terlambat ke sekolah gimana? kamu kan udah beberapa hari bolos.. " tatapan Monic selalu saja menghardiknya.


"Aku cuma mau bikin mie instan, aku laper. kemarin kan aku bukan bolos, aku gak masuk karna sakit maa. Tenang aja besok juga aku sekolah lagi.." Rya membela diri.

__ADS_1


"jangan macem macem, Rya. Bentar lagi kamu lulus.." ucap Monic dengan nada mengancam.


"Oke, maa.." Rya mengangguk sambil sedikit menundukan kepalanya.


"yaudah, mama mau tidur lagi.." Mama Monic kembali masuk kamar dan tentu langsung membuat Rya tersenyum senang..


Yesssss hahaha akhirnya.. thx god kau selamatkan aku..


Rya kembali menghampiri Boy dan Oni yang sejak tadi jongkok di bawah bar.


"Amaann.." ucap Rya sambil menghela nafas panjang.


"huuftt.." Boy dan Oni sama-sama bernafas lega..


"Udah jam tiga lebih nih, gue gak mungkin balik ke rumah.. apartemen gue juga lg di renovasi. Gue uda ngantuk banget.." Hoaaaamm Boy langsung menguap.


"Trus lu mau balik lg ke kamar gue gitu?" Rya menggidikan kedua bahunya sambil menegadah tangan menatap Boy.


"Gila aja, nyampe sini aja perjuangan banget."


"Yaudah aden tidur dikamar belakang aja sama mang Asep.. itupun kalo aden mau.." Sahut Bi Asih.


"Non, sebaiknya kita bicara di luar saja, bibi ngeri takut tuan atau nyonya bangun lg.."


Kemudian mereka beranjak keluar pintu. Mereka masih terus berdiskusi dan setelah selesai berdebat yang tiada titik temu akhirnya Boy memutuskan untuk tidur di mobil..


*


Malam mendebarkan pun berakhir. Rya melanjutkan aktivitas nya, dia berangkat menuju sekolah bersama Boy. mereka tertawa terus menerus saat flash back kejadian menegangkan semalam,-


Setelah sampai di sekolah mereka langsung masuk kelas dan mengikuti mata pelajaran, Boy terus menggerutu karna badanya terasa lengket dan gatal karna belum mandi.


Jam istirahat tiba, Boy dan Rya pergi ke kantin. Mereka berjalan bersamaan.


"Dih bau apa ya?" Ujar Rya sambil mengendus ngendus seolah mencari suatu aroma.


"Diem lu!" Boy yang sadar kalo Rya menyindirnya langsung menatap tajam.


"hahaha mandi sana.. aceeemm.." ucap Rya meledek gemas. 😐

__ADS_1


"Tapi gue laper banget." ucap Boy sedih, ia melewatkan makan malam dan juga sarapan tadi pagi.


"Mandi dulu baru makan, tar selera makan gue ilang." Rya mencubit tangan Boy. "Udah sana.."


"Yaudahh lu tunggu di kantin, gue mandi dulu.."


"Okay.."


Kemudian mereka berjalan terpisah, Boy berjalan menuju mobil nya untuk mengambil mini bag berisi alat mandi travel dan Rya berjalan menuju kantin.


Setelah selesai mandi kilat hahaha, Boy langsung menuju kantin menemui Rya. Rya terlihat sedang berbincang dengan teman wanita nya, Dine & mytha.


"Hayo!! lg pada ngegosip ya?" Boy menggebrak meja pelan mengagetkan ketiga nya.


"Udah kelar? Cepet amat hahaha.." Rya tertawa jahad.


Boy menatap Rya, dia semakin gemas karna sejak tadi Rya selalu meledek nya. Andai kan gak ada orang ia pasti sudah melahap Rya lagi.


"Kenapa sih kalian.. hm kita lg bicarain soal party abis kelulusan nanti, nih.." Ujar Dine.


"Iya Boy, kita mau mulai list yg mau ikut sama list kebutuhan nya." Timpal Mytha.


"Oh gitu, emg lu berdua panitia nya?" Sahut Boy menjawab dua wanita itu.


"Berlima sih.. cuma yg tiga kurang aktif gitu. gue jadi males.. kaya yang mau mau nggak nggak gitu deh.." Ujar Dine sambil meminum sirup ditanganya.


"Yaudahh tar gue ikut partisipasi jd panitia deh, siapa aja emang?" ucap Boy sambil ikut duduk disamping Rya.


"Oke, bener ya? panitia nya gue, Mytha, Vano, Marcel sama Rangga." ujar Dine.


"Lu gak mau ikutan jadi panitia?" Ujar Mytha yang menatap Rya.


"Mmh gue gak tau.. kalo jadi panitia kan pasti ngabisin banyak waktu. lu tau sendiri kan bokap gue gimana? boro boro jadi panitia, party nya aja gak tau ikut gak tau nggak deh.." Jawab Rya dengan nada sedih.


Orang tuanya memang kurang perhatian dan peduli, namun saat Rya melakukan kesalahan, mereka pasti langsung marah besar.


"Ah elaaaahh, lu uda gede kali. masa sih sampe sekarang mereka masi ngekang elu?" tanya Mytha lagi.


Mereka terus berbincang sampai jam istirahat habis. kemudian mereka kembali ke kelas.

__ADS_1


__ADS_2