
Boy memijit kepalanya yang terasa sakit, Boy membuka mata nya dan terkejut saat menyadari dia terbangun ditempat asing, apalagi saat melihat seorang wanita tidur di sampingnya.
Mereka berada dalam satu selimut tanpa sehelai benangpun. Boy mencoba untuk duduk dan memulihkan kesadaranya.
"Clara! kenapa gue ada disini? gue dimana?"
Boy mencoba membangunkan wanita yang berada di sampingnya, ya Clara. Wanita yang semalam membawa Boy ke sebuah hotel dan berencana menjebaknya.
"Hallo sayang, udah bangun? gimana nyenyak gak tidurnya?"
"Apa maksudnya ini? jelasin sekarang juga!"
"Santai dong sayang, semalem kamu elus-elus aku kok sekarang marah marah sih?" Clara memberikan ekspresi manja dan melingkarkan tanganya di pinggang Boy.
"Cukup! jangan sentuh gue! denger ya Clara gue gak mungkin nyentuh cewek mana pun kecuali Rya, istri gue!!"
"Oh yaaa? trus ini apa?"
Clara mengambil ponsel nya dan memutar sebuah video yang menunjukan dirinya dan Boy sedang berciuman panas di tempat yang sama.
"Gue mabok!"
Dengan cekatan Boy merampas ponsel Clara dan mencoba untuk menghapusnya namun tak sengaja Clara menekan tombol off dan membuat ponsel itu terkunci.
__ADS_1
"Hahaha udah lah Boy.. gak usah munafik! lu masih cinta kan sama gue?" Clara mengelus lengan Boy dan berusaha menggodanya.
"Gak mungkin! Lu bukan siapa-siapa! Cinta gue cuma buat Rya!" Boy bergegas mengambil pakaianya yang berserakan di lantai sambil memegang ponsel Clara.
"Gue yakin kalo Rya liat video sama foto foto kita semalem dia bakal......" Clara sudah tersenyum penuh kemenangan.
"Bakal apa?" Boy membulatkan matanya dan memelototi Clara
Brak!!! ini? brak!! brak!!
Boy membanting ponsel Clara berulang ulang sampai ponsel itu benar-benar hancur. Boy mengambil ponsel itu kemudian mencopot kartu memori dan membanting nya lagi.
"Boy kenapa lu rusakin?" ekspresi wajah Clara berubah seketika.
"Lu pengen bikin gue hancur kan? nih gue bakal bikin hidup lu lebih ancur dari ini hp kalo lu coba-coba ngusik gue lagi! gak ada cowok lain emang sampe lu ngejar gue yang jelas-jelas udah beristri? *****! jadi cewek tuh harus punya harga diri!"
Sementara Clara hanya diam mematung melihat kemarahan Boy, pipi nya terasa panas. Air matanya langsung mengalir deras.
"Boooooyyyy haaaaaaa hiks hiks hiks" Clara menangis sejadi jadinya dan berteriak sekencang mungkin. Ia tak menyangka Boy akan melakukan hal seperti itu.
Pria yang dulu sangat menggilai nya sekarang malah jijik terhadapnya.
Flash back singkat.
__ADS_1
Dulu saat berpacaran Boy memang sangat mencintai Clara, Boy benar-benar bertekuk lutut pada Clara. Boy sangat takut kehilangan Clara.
Boy benar-benar menjadi budak cinta nya Clara, Boy jadi seperti anjing yang selalu menurut pada tuan nya.
Semakin lama Clara yang merasa percaya diri sangat tinggi mempermainkan Boy, Clara hanya memanfaatkan Boy dan bermain gila di belakang.
Kemudian mereka berpisah, Clara meninggalkan Boy dengan pindah kota. Entah mengapa meskipun Clara sudah sangat menyakitinya, Boy masih menyimpan rasa pada Clara. Boy masih mengejar Clara dan itu semakin membuat Clara merasa dirinya sangat dicintai.
Semakin lama semakin sakit, Boy merasa tidak punya harga diri sebagai lelaki. Sampai akhirnya Boy benar benar melupakan Clara dan tak lama hadir lah Rya.
Itujuga sebabnya dulu Boy tidak mau terikat pacaran dengan Rya, Boy masih sedikit trauma dengan masa lalunya.
Kurang lebih begitu pemirsa😁🤭
Eh ia genks tenang aja malem nya Boy gak ena ena kok sama Clara, dia nyungsep karna mabok parah. Boy ciuman sama gak pake baju cuma drama si Clara😅
.
.
.
Boy turun dari taksi di depan rumahnya karna mobil Boy dibawa oleh Marcel. Perlahan Boy memasuki halaman rumahnya.
__ADS_1
Boy tertegun melihat mobil Wira dan Chandra terparkir disana. Perlahan Boy melangkah sambil menelan saliva nya.
"Ada apa ini? kok ada mobil papa sama papa mertua?" Boy langsung berlari menuju pintu utama.