Pasangan Muda

Pasangan Muda
Kemana


__ADS_3

Hari ini seperti biasa Boy malas jika harus langsung pulang karna hubunganya dengan Rya sedang tidak baik. Boy mengajak Marcel untuk pergi ke sebuah klub malam.


Boy melipir di sebuah klub yang cukup ternama, Red Apple. Boy dan Marcel langsung masuk dan meminta minuman kepada bartender.


"Cukup Boy! Lu udah kebanyakan minum!"


Boy menyunggingkan senyuman mengejek sambil setengah sadar.


"Sebanyak apapun minum, Gue gak bakalan mabok! santai aja.." Boy kembali menenggak red wine di tangannya.


Marcel hanya menggelengkan kepala melihat teman juga atasanya itu yang nampak kacau. Tiba tiba ponsel Marcel bergetar, Marcel mengambil ponsel di saku nya dan bergegas menuju toilet untuk menerima panggilan dari mytha, kekasihnya.


Sementara Boy terus menikmati alunan musik dan minuman nya, sesekali Boy memegang kepalanya yang mulai terasa berat.


"Hai, Boy.. senang bisa bertemu kamu disini.." Sapa seorang wanita dengan senyum tipis dan mengusap punggung Boy.


"Kamuuu.."


"Sssssttt.." wanita itu langsung menutup mulut Boy dengan satu jari nya kemudian membisikan sesuatu di telinga Boy.


***


Marcel sudah kembali dari toilet tapi matanya tidak menemukan keberadaan Boy dibar atau ditable yang tadi mereka duduki.


"Kemana tuh anak?"

__ADS_1


Kemudian Marcel bertanya pada bartender dan bartender tersebut mengatakan bahwa Boy pulang bersama seorang wanita.


"Siapa? gak mungkin kalo Rya!"


Marcel bergegas menuju parkiran dan duduk di mobil, tanganya sibuk dengan ponsel dan terus mencoba menghubungi Boy.


"Haduuuuhhh angkat Boy.. lu kemana sih? mana lagi mabok. Ck!!" Marcel berdecak sambil menggaruk kepala yang tidak gatal itu.


Setelah beberapa jam menunggu dan mencoba menghubungi, akhirnya Marcel merasa putus asa dan memilih untuk pulang dan mencarinya lagi besok.


***


Sementara di rumah, Rya terus gelisah di atas tempat tidurnya sambil sesekali menatap jam dinding di kamar.


Meskipun ini bukan kali pertama Boy pulang telat, namun tetap saja naluri sebagai istri membuat Rya merasa cemas jika suaminya belum juga menunjukan batang hidungnya.


Rya berusaha tetap tenang dan terus mencoba menghubungi suaminya itu, tapi meskipun sudah ratusan kali panggilanya tidak juga terhubung.


Detik demi menit demi jam pun berlalu, Rya merasa tenggorokanya kering dan perutnya lapar. Jam sudah meunjukan pukul 00:45 wib tapi Boy belum juga pulang.


"Hauuus, laper juga.. Tapi gue gak berani kebawah sendirian malem-malem gini.. sejak hamil gue jadi manja dan penakut gini sih?!"


Rya mencoba menahan seleranya, tapi rasa itu semakin kuat. Lalu Rya mencoba memberanikan diri untuk keluar kamar dan menapaki satu persatu anak tangga menuju dapur.


Karna pencahayaan yang minim, ruangan di bawah dan dapur jadi sedikit gelap. Rya berjalan sangat perlahan menuju dapurnya. Rya mengambil gelas kemudian mengisi air dan dengan sabar Rya menunggu gelas nya penuh.

__ADS_1


krekk!!


Terdengar suara pintu terbuka, mata Rya tertuju pada pintu utama. Rya berpikir Boy sudah pulang. Namun ternyata suara itu bukan berasal dari pintu utama, pintu utama masih tertutup rapat.


Rya menelan salivanya dan mengambil gelas yang sudah penuh. Rya mencoba mencari sumber suara.


"Si-siapaa..?"


"Boooooy..?"


"Bibi...?"


Tidak ada sahutan sama sekali, Rya makin penasaran dibuatnya. Dengan mengendap Rya berjalan menuju pintu-pintu dirumahnya.


Deg!!


Rya mematung saat melihat siluet hitam di depanya, entah bayangan siapa itu. Rya menelan salivanya lagi dan mengumpulkan keberanian untuk terus berjalan.


"Aaaaaaa....." praaaakkkk!!


Rya berteriak dan gelas ditanganya jatuh dilantai saat siluet itu mendekati dirinya dengan wajah yang di tutupi topeng menyeramkan.


Seketika tubuh Rya lemas dan pingsan mengenai pecahan gelas yang baru saja terjatuh.


Orang misterius itu kaget melihat Rya tergeletak di lantai, Ia mencoba membantu Rya namun tiba-tiba seseorang datang.

__ADS_1


"Siapa kamuuuu hah?" Seru bi Wati yang sudah siap dengan sapu di tanganya.


Orang misterius itu tambah kaget dan memilih langsung berlari dan pergi melalui kaca rumah Rya yang kemarin pecah.


__ADS_2