
Rya sudah sampai dirumah..
Baru saja tiba gendang telinganya tiba-tiba menangkap suara keributan di dalam. Langsung saja ia berlari, ia melihat papa dan mamanya bertengkar hebat. Bahkan mereka mengatakan akan bercerai.
Rya mematung seakan tak percaya apa yg baru saja ia dengar.
"Lebih baik kita bercerai! aku sudah muak hidup dengan mu! kamu hanya membuat hidup ku sengsara!" Kata Chandra dengan nada yang membentak.
"Oke! aku setuju kita bercerai! kamu selalu saja menyalahkan aku! padahal semua kesalahan berawal darimu! andai saja kamu gak selingkuh sama wanita ****** itu mungkin gak akan ada Rya dan masalah masalah lain!!!" Monic menjawab dengan nada yang tak kalah tinggi.
"Cukup !!" Chandra menampar Monic dengan sangat keras sampai Monic tersungkur, bahkan ada bekas merah di pipi nya.
Monic hanya terdiam dan meraba pipi nya yang terasa perih, Ia langsung menangis sambil melihat ke arah Chandra.
Sementara di ambang pintu, bagai di sambar petir Rya mematung dan menyerap kalimat yang baru saja masuk ke kuping dan otak nya. Tanpa basa basi pelupuk mata nya langsung menggenang, air mata itu langsung terjun bebas di pipi Rya.
Apa? Gue gak salah denger kan? Jadi selama ini gue siapa?
"Kejadian itu sudah belasan tahun yang lalu!! kita sudah sepakat untuk tidak membahas itu lagi!!" Chandra masih membentak Monic.
"Sampai mati pun aku gak akan lupa kejadian itu!" jawab Monic sambil berderai air mata
"Aaarrrghh.." Tangan Chandra sudah melayang dan siap untuk menampar Monic lagi.
"Papa jangan!!" Rya langsung berlari mendekati Monic yang hampir kena pukulan Chandra.
Seketika Chandra dan Monik terdiam menatap Rya. sejak kapan Rya ada disana? apa dia mendengar semuanya barusan?
__ADS_1
Chandra membualtkan matanya, semetara Monik kembali menangis..
"Rya kamu sudah pulang?" tanya Chandra sambil menatap putrinya.
"Mama gak papa?" Rya merangkul tubuh Monic yang sesenggukan. "Pa, gak seharusnya papa pukul mama. Tangan papa kayaknya enteng banget sih buat dipake mukul!" Rya menatap Chandra yang masih emosi itu.
Chandra hanya melengos sambil menaruh tanganya di pinggang.
Rya memapah Monic untuk duduk di sofa, setelah itu Rya meninggalkanya kemudian mendekati Chandra.
"Apa bener yg aku dengar barusan paa, maa?" Rya menatap Chandra dan Monik dengan air mata yang sejak tadi spontan mengalir.
"Papa bisa jelasin semuanya.." Chandra menghembuskan nafas kasar, Ia sadar bahwa Rya sudah mendengar semuanya di waktu yang kurang tepat.
"Apa ini alasan nya kenapa aku seperti orang asing dirumah ini? kenapa kalian gak bilang dari dulu? kenapa aku harus tahu saat udah segede ini? jelasin paa, jelasin maa." Air mata Rya semakin deras mengalir sambil menatap Chandra dan Monic bergantian.
"Jadi yang aku denger tadi bener? kalian tega! kalian jahat!"
"Bukan begitu, papa bisa jelasin semuanya.." Chandra mencoba mendekati Rya dan ingin memeluknya.
"Stop! jangan mendekat! semuanya sudah jelas! siapa ibu ku? kenapa kalian sembunyiin hal besar kayak gini bahkan sampai aku dewasa?"
Chandra kembali terdaim dan menelan ludahnya, sementara Monic terus saja terisak.
"Kalian jahat!" Rya berlari ke kamar sambil mengusap air mata yg terus menerus menetes seiring rasa perih sayatan di hatinya.
"Rya tunggu!" teriak Chandra
__ADS_1
Rya tidak memggubris, ia terus berlari dengan lutut yg masih sakit karna terjatuh semalam. ia membuka pintu kamar lalu mengunci nya.
Rya menjatuhkan diri dibalik pintu sambil terus menangis.
Kenapa? kenapa? kenapaaaaaa? siapa gue? siapa ibu gue? Aaaaaaaaa.... Rya berteriak histeris.
Setelah beberapa saat Rya berdiri dan melangkahkan kaki nya yang terasa sangat lemas.
Tertegun sesaat dan menatap dirinya di cermin.
Ternyata gue benalu, siapa gue sebenernya. Hei Rya yang ada di dalem diri gue.. apa lu bisa jelasin ini semua?. Rya kembali menangis.
Kemudian Rya mengambil sebuah koper lalu memasukan pakaianya secara acak juga sedikit tumpukan berkas. Rya bergegas meninggalkan kamar dan membawa koper nya sambil terus menangis.
Chandra yang melihat Rya langsung berdiri dan menghadang Rya. "Mau kemana kamu?"
"Aku mau pergi dari sini! selama ini aku merasa seperti orang asing tapi hari ini aku sadar ternyata aku hanyalah benalu." Rya mencoba berujar dengan tegar "Maa.." Rya menatap Monic. "Makasih udah rawat dan besarkan aku, meski tanpa cinta aku bahagia mama merawatku.. padahal seharunya Mama buang aku aja dari dulu."
Monic betul betul kehilangan kata kata nya, ia hanya terus menangis tanpa menjawab apapun. Kemudian Monic menghela nafas, dan beranjak dari tempat duduknya.
"Bukan tanpa cinta Rya, Mama cuma belum bisa lupain kejadian itu, Mama masih sering ingat ibu kamu kalo liat kamu, Mama belum benar-benar bisa melupakanya.." Ujar Monic sambil sesenggukan.
"Kamu hanya mengingat kesalahan ku, coba ingat kesalahan mu mengapa aku melakukan nya? dengar monic aku takan merubah keputusan ku! kita tetap bercerai!!!"
Chandra dan Monic terus saja berargument, Hati Rya semakin sakit saat dia mendengar segala kenyataan yg ada. kemudian Rya memilih langsung bergegas menuju mobil nya, ia langsung melesat pergi.
Rya mengemudi seperti orang gila, ia melesatkan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata. Masih terus menangis dan mengemudi meskipun belum tahu akan pergi kemana.
__ADS_1