
"gak tau, kata dokter sih gitu.. dia keracunan obat serangga." ujar Dine saat mereka sedang menikmati makna siang di salah satu stand food court di mall itu.
"Frustasi kali yak, mpe mau bunuh diri gitu?" timpal Mytha sambil memasukan kentang goreng ke dalam mulutnya.
"Gak mungkin lha.. ngapain juga! tapi gue juga aneh sih soalnya emang beberapa hari Vano sempet ngilang gak ada kabar gitu." jawab Dine lagi.
Sementara Rya hanya menyimak tanpa berkomentar apapun, ia merasa semakin yakin bahwa pria yang dilihat malam itu di rumah nya adalah Vano.
"Trus sekarang keadaanya gimana?" ungkap Rya setelah sejak tadi hanya terdiam.
"Masih suka sesak sama batuk gitu, yaa." jawab Dine.
Udah gak salah lagi, ini pasti beneran Vano pelakunya. gue harus selidikin! gumam Rya sambil memainkan sedotan di gelas juice nya.
Waktu terus berlalu, ketiga sahabat itu sudah selesai menghabiskan waktu seharian di dalam gedung Mall. Tangan mereka sudah penuh oleh paper bag yang berisi baju dan juga pernak pernik lucu untuk persiapan baby shower.
***
Setibanya dirumah Rya mendapati mobil Boy dan papa mertua terparkir di halaman rumahnya yang lumayan luas, Rya pun segera menuju pintu utama di bantu Dine dan Mytha membawakan belanjaan mereka.
"Sayang, udah pulang?" kata Boy sambil menatap ke arah Rya dengan wajah yang pucat pasi. Sementara di hadapan Boy terlihat papa mertua sedang berkacak pinggang sambil mengerutkan keningnya.
"Eh, iya.. Dine, Myth taro disitu aja yaa.."
__ADS_1
"Oke, Hm kita langsung balik aja ya?"
Setelah sahabatnya berpamitan Rya langsung mengahmpiri papa mertua dan Boy lalu menyalimi keduanya.
"Papa dari tadi? kok mama gak ikut?" Tanya Rya kepada papa mertua yang terlihat sedang menahan amarah nya.
"Papa ada urusan sama Boy. Duduklah.." ujar papa mertua dengan lembut sambil mendudukan menantunya itu di sampingnya.
"Sebelumnya papa minta maaf, papa gak bermaksud mau bebanin pikiran kamu karna kamu lagi hamil." Rya hanya menatap papa mertua dan menyimak ucapanya tanpa mencela.
"Tapi sekarang kan kamu istri nya Boy, jadi kamu juga harus tau.."
"Tunggu..Tunggu.. sebenernya ada apa sih? kok tegang banget?" ucap Rya sambil melirik ke arah Boy yang ternyata sedang menundukan wajahnya.
"Papa harus mendapatkan uang 1.T dalam kurun waktu satu minggu untuk membayar kerugian dan memulihkan perusahaan. Tabungan papa gak cukup buat lunasin, jadi papa berencana jual beberapa aset termasuk rumah ini."
Gulp!! Rya menelan saliva susah payah saat mencerna kalimat papa mertua. Walaupun sudah berdebat dan melakukan pembelaan untuk suaminya yang hanya menunduk sejak tadi, tetap saja keputusan papa mertuanya itu mutlak dan tak bisa diganggu gugat.
Dan setelah perbincangan yang sangat panjang, papa mertua pamit pulang dengan wajah yang lesu. Dan kini tinggal Boy dan Rya yang berada di dalam rumah.
"Jelasin sama aku kenapa bisa sampe separah ini?" tanya Rya kepada Boy yang masih termenung.
"A-aku..." ucap Boy terbata.
__ADS_1
"Apa hah? kamu korupsi?" ungkap Rya dengan nada sarkas.
"Bukan gitu, tapi.. Aaaaggghh"
"Gak habis pikir aku! uang sebanyak itu kamu pake buat apa hah?!" Rya sudah emosi dan hanya mencerca Boy tanpa mendengar alasan apapun yang Boy berikan.
"Aku udah bilang, file aku ada yang nuker dan ada yang ilang juga.." ucap Boy lirih.
"Terus aku harus percaya gitu?"
***
Hari terus berganti.. Rumah Rya tampak ramai dengan orang yang hilir mudik dengan kesibukan masing-masing. Bukan acara Baby shower yang sudah direncanakan, tapi hari ini mereka harus angkat kaki dari rumah yang bahkan belum genap satu tahun mereka tempati ini.
Rencananya mereka akan pindah ke rumah kecil yang mampu di beli dari sisa penjualan rumah lama. Entah membeli atau menyicil, yang jelas sekarang mereka harus meninggalkan rumah ini dulu.
Dan untuk memperkecil pengeluaran, mereka terpaksa memecat Duo Art dan semua para pekerja. Boy bahkan menjual mobilnya dan menggantinya dengan sepeda motor. Mereka sepakat untuk memulai semuanya dari Nol.
Mereka menyiapkan mental baja meskipun belum tahu apa yang akan terjadi dalam bahtera rumah tangganya. Dan inilah babak baru yang harus mereka berdua hadapi.
Sementara di ujung jalan sana, terlihat seseorang menyunggingkan senyuman melihat Boy dan Rya membawa barang-barang nya di dalam mobil pick up.
***
__ADS_1
Sorry ya gaes Author lg kurang fit jadi blm fokus nulisnya. Maaf kalo ada Typo atau yang gak nyambung. Ngetiknya ngebut dan langsung post hehe.. Semoga syuka❤️❤️