Pasangan Muda

Pasangan Muda
New lyfe


__ADS_3

SATU TAHUN KEMUDIAN..


Hari yang baru dimulai..


Rya kembali menjalankan rutinitasnya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ibu muda dengan satu anak, Eh... Mungkin dua dengan yang ada diperutnya.


Tapi sijabang bayi itu belum pasti adanya, meskipun Rya sudah melepas alat kontrasepsinya sejak lama, namun pasangan itu masih sering berdebat soal ini. Boy yang sudah ingin, tapi Rya yang tidak. Bukan tidak sebenarnya, ia hanya belum yakin untuk menambah lagi tanggung jawabnya.


Setiap akan pergi tidur mereka pasti harus mengobrol dulu. Ngomong ini itu, membicarakan banyak hal. Ghibah suami istri hihihi


"Parah banget sih si Agil tuh, masa iya udah kerja sama kita bertahun-tahun tapi gak hafal juga soal itu." ucap Rya mengomentari Boy yg sedang menceritakan seorang karywan diCafe.


"Tapi kayaknya dia cuma salting sih, soalnya ada anak baru yang masuk Cafe. Anak-anak kaya yang caper gitu deh." Boy ikut terkekeh kecil mendengar tawa Rya.


"Anak baru? siapa yah? kok gak cerita sama bunda siih kalo rekrut karyawan baru?"


"Hmm.. iya.. ayah lupa bilang, tapi ini sekarang udah bilang kan?"


"Pasti anak barunya cewek ya? makanya ayah gak mau cerita sama bunda?" Rya membuat garis sediri sambil mengerutkan alisnya.


"Iya cewek. Cantik.. masih muda.." Jawab Boy enteng.


"Ayaaaaaaah...!!" Rya mencubit perut suaminya, kebiasaan sejak dulu.


"Ehehe.. ampun bun, ish sakit tau!" Boy mengusap-ngusap kulit bekas cubitan Rya. "Cantikan bunda kemana-mana kok, bunda juga masih muda, masih syeger banget." tambahnya menggoda Rya.


"Emang bunda sop buah!" Rya mencebik kesal.


"Dia tuh ponakan pak Endang, Enginering kita itu lho. Katanya anak itu baru lulus sekolah dikampung manaaa gitu, tapi gak lanjut sekolah makannya kerja. Ayah sih kasian aja makanya langsung diizinin."


"Ih tapi kok ayah sambil senyum-senyum sih ceritanya."


"Terus ayah harus gimana dong?"


"Iisshh.. awas ya pokoknya kalo ayah macem-macem diluar!!"

__ADS_1


"Ih apasih.. Emangnya ayah pernah macem-macem apa dibelakang bunda? paling kalo kita lagi kuda-kudaan aja kan."


Dasar simesum!! daridulu ayah gak pernah berubah!!


"Yuk.." ucap Boy lagi sambil memeluk perut Rya yang ia harap sudah ada janin disana.


"Ayuk apa?" Rya pura-pura tidak tahu arah obrolan Boy.


"Jengukin adek." jawab Boy sambil mencium wajah Rya dari samping.


"Adek siapa? kan aku belom isi lagi." kenapa suaminya itu ngebet banget sih.


"Yaudah kita adonin lagi kalo gitu, siapa tau yang ini langsung jadi. hehe.."


Adonan memangnya kita mau bikin kue!!


Dan.. Aaaaaa.. malam panas itu kembali dimulai.


***


Pagi hari..


Meskipun Boy sudah sukses dan mampu memfasilitasi Rya lebih dari ini, tapi itu semua tidak membuat Rya jadi hanya ongkang-ongkang kaki dirumah. Rya tetap menajalani kewajibannya sebagai ibu rumah tangga yang baik.


Dengan apron yang hijau yang melekat di bajunya, Rya terlihat sibuk membuat roti bakar isi telur dan irisan tomat.


"Done.." ucap Rya setelah selesai plating roti bakar yang baru saja ia buat.


Rya kemudian melepas apron, kemudian berjalan menuju kamar utama dan kamar Barel untuk membangunkan kedua lelakinya itu.


"Barel, kok udah bangun sayang.. baru aja mau bunda bangunin.." ucap Rya saat tiba dikamar Barel, ia berniat untuk membangunkan Barel tapi ternyata anak itu sudah bangun dan sedang bermain car bumble bee kesukaannya.


"Bunda.." Barel langsung menghambur memeluk Rya. "Car bumble bee nya rusak." ucap Barel sambil memperlihatkan mobilan.


"Owh.. jadi barusan Barel lagi betulin car-nya ya? coba sini bunda lihat." ucap Rya sambil meminta mainan itu.

__ADS_1


"Yaudah nanti Barel main mobilan yang lain dulu aja ya, bumble bee nya biar ayah betulin nanti. Oke?"


Anak itu mengangguk, tapi bibirnya masih saja mengerucut.


"Senyum dong.. masa manyun gitu.." ucap Rya sambil menangkup wajah Barel. "Mending kita bangunin ayah sama-sama yuk, biar bumble bee nya cepet-cepet dibetulin. gimana?" tawar Rya kepada putranya.


Kemudian anak dan ibu itu berjalan bersama menuju kamar utama.


"Morning, ayah.. Bangun yuk.." ucap Rya sambil mengelus rambut Boy.


"Hoaaamm.." Boy malah menguap dan kembali memeluk guling pengganti Rya yang sudah bangun duluan.


"Ayaaah, ayok bangun.. car bumble bee aku rusak.." sahut Barel membantu bunda membangunkan ayah.


"5 menit lagi, bun." pinta Boy yang masih terpejam.


Rya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan suaminya itu. Mentang-mentang sudah jadi Boss, ia jadi bisa berleha-leha dan bangun kapanpun sesukanya hehe.


Kemudian Rya membisikan sesuatu kepada Barel. Rya menginterupsikan sesuatu.


Dan


Satu..


Dua..


Tiga..


Rya dan Barel kompak menggelitik Boy sambil meneriakan agar Boy cepat-cepat bangun.


"Wah wah.. anak kecil berani gangguin ayah tidur!!" ucap Boy dengan nada serius. "Sini biar ayah hukum." tambahnya.


Boy kemudian bangkit dan memangku Barel, merebahkannya dikasur dan balik menggelitik anak itu.


Dan hahahaha.. tawa dari keluarga kecil itu pecah.

__ADS_1


Pemandangan pagi yang selalu manis untuk mereka bertiga.


🤗🤗🤗


__ADS_2