Pasangan Muda

Pasangan Muda
Bentak


__ADS_3

Rya terbangun dari tidurnya, Rya meringis kesakitan karna rasa perih akibat goresan gelas yang pecah semalam.


"Uuwgghhh aaahh.." Rya melihat lengan yang baret dengan sedikit bekas darah yang mengering.


"Huuuhh huhhh..." Rya mencoba meniup lukanya agar perihnya sedikit berkurang.


"Non udah bangun?.. Biar saya panggil tuan dulu.." Bi sari bergegas menuju pintu.


"Boy udah pulang?" tanya Rya.


"Mmmhh belum non, maksud saya tuan Chandra dan tuan Wira. mmhh Nyonya Rena juga.." Bu Sari menoleh kemudian pergi.


"Hah? kenapa mereka disini? trus Boy dimana?"


Boy memasuki rumahnya, entah mengapa Boy merasa memasuki rumah yang sangat asing.


"Boooy.. darimana saja kamu?" Rena menatap anaknya dengan tatapan penuh menyelidik.


"Mmmhh mama, papa mertua." Boy mendekati orangtua nya dan menyalimi mereka. "Kapan kalian datang?"


"Darimana saja kamu baru pulang hah?!!" Bentak papa Wira.


"Eh papa juga disini?" Boy tersenyum canggung

__ADS_1


"Kenapa kamu kaget?" ujar Wira.


Diam-diam Rya menguping di pintu kamarnya karna mendengar suara keributan dibawah.


"Boy abis dari rumah temen paa, semalem Boy ketiduran makanya Boy gak pulang.." Jawab Boy dengan wajah tanpa dosa.


"Bohong!! Marcel sudah menceritakan kemana kalian pergi semalam!!" Wira menghardik dengan tatapan kemarahan.


Gulpp!! Boy menelan salivanya lagi. Boy menundukan kepalanya karna bentakan Wira.


"Duduk sini.." Ajak Chandra menuju ruang keluarga.


"Boy... sebenarnya ada apa? hubungan kamu sama Rya lagi renggang?" tanya Chandra.


"Mmhh nggak paa, kita baik baik aja kok.." jawab Boy.


"Ssstt paa sabar, harus pake kepala dingin.." Sahut Rena sambil mengelus lengan Wira.


"Dia udah keterlaluan maa, kapan papa ngajarin anak ini ninggalin tanggung jawabnya? bikin papa malu aja!" Wira masih menghardik anaknya.


"Maksudnya gimana sih ini? Boy gak ngerti.." tanya Boy sambil menggaruk kepala yang gak gatal sama sekali.


"Udah biar mama yang bicara.. ekhem.. jadi semalem tuh Rya pingsan karna ngeliat orang masuk kesini, entah maling atau apa mama juga gak tau. terus Bi wati nelpon kami untuk datang kesini...."

__ADS_1


"Rya? Ryaa kenapa? trus sekarang dimana dia?" Boy langsung panik dan memotong pmebicaraan mama Rena.


"Diam dulu!!" Bentak papa Wira.


"Udah paa, jangan dimarahin terus.. kasian Boy.." Sahut Rya yang sedang menuruni anak tangga sambil memegang perutnya yang buncit.


"Ryaa? kamu kenapa sayang?" Boy langsung berlari dan memeluk istrinya itu. "Astaga lengan sama wajah kamu kenapa luka gini?"


"Gapapa.." Rya menyunggingkan senyum tipis.


"Sini kalian berdua.." Seru Wira.


Boy dan Rya langsung berjalan dan mendudukan diri di sofa.


"Astaga, saya sangat malu tuan Chandra.. maafkan anak saya.."


"Masalah memang selalu ada dalam rumah tangga, itu ujian nya. Apalagi mereka pasangan muda tuan Wira.." ucap Chandra menimpali.


"Saya ingin bicara berdua dengan Boy, permisi sebentar.. Boy ikut papa!!"


Semua orang terdiam dan menatap punggung Boy dan Wira yang beranjak menuju lantai atas, entah apa yang akan mereka bicarakan. Wira terlihat sangat emosi.


"Paa, jemput ibu lagi.." sahut Rya lirih.

__ADS_1


"Iya nanti papa jemput, deh." jawab Chandra sambil tersenyum.


"Maafin Boy ya sayang, mama gak nyangka lho kalo ada masalah Boy selalu pergi. Padahal Boy paling anti menunda masalah. Kamu juga lain kali kalo ada apa-apa cerita aja sama mama, gak usah sungkan." Seru mama Rena yang sedih melihat keadaan mennatunya.


__ADS_2