
SATU BULAN KEMUDIAN
Rya masih tinggal di apartemen Dine dan hari ini adalah hari kelulusannya. Mereka sedang bersiap untuk menghadiri acara graduation itu.
kring..
kring..
kring.. ponsel Dine berdering..
"Dine hp lu nyala terus tuh, dari tadi.." ucap Rya mengingatkan untuk kesekian kali
"Biarin palingan nyokap gue, bawel banget dia pasti nyuruh gue buru-buru.." Dine menggerutu sambil sibuk mengaplikasikan mascara.
"Oh gitu.. " ucap Rya, lalu melanjutkan dandannya didepan cermin besar.
Harus nya lu ngerasa beruntung Dine. Lu liat gue deh. liat gue,.. boro-boro dibawelin gitu.. muka nya kaya gimana juga gue gak tau.. Gumam Rya.
Pipi Rya rasanya memanas, matanya tiba-tiba terasa perih saat membayangkan tentang seorang ibu yang tidak pernah ia temui. Rya memejamkan matanya mencoba untuk menahan air mata.
"Udah kelar?" tanya Dine.
"Aaahh udah udah, ayo.." Rya mengerjap sebentar, dan kemudian mereka berangkat bersama-sama.
Mereka sudah sampai di aula, mereka duduk sesuai urutan yang diatur pihak sekolah. Seketika Rya melihat sekeliling. Siswa dan siswi lain tampak antusias dengan wajah yang berseri-seri, mereka didampingi orang terkasih. Ada yg membawa orang tua, kakak, adik, sodara bahkan pacar.. berbeda dengan Rya yg hanya seorang diri disana. Dan Rya hanya bisa menarik nafas nya panjang, menenangkan dirinya sendiri.
Prosesi graduation pun di mulai, Rya mendapat nilai tertinggi di sekolahnya. Semua orang menyalami Rya dan mengucapkan selamat.
"Hai, selamat yaaaa.." Boy menjabat tangan Rya, lalu memberikan sebuah bucket bunga mawar dan juga boneka.
__ADS_1
"Thank's Boy.." ucap Rya sambil tersenyum senang.
"Kenalin ini bokap nyokap gue.." ucap Boy sambil menunjuk dua orang yang ada disampingnya. "maa.. paa.. kenalin nih calon mantu hehe.." Boy tersenyum gagah dan memperkenal kan Rya dengan orang tuanya..
"Whaaa jadi ini yg bikin kamu jarang pulang, pantas saja.." ujar Rena___mama Boy sambil tertawa canda . "Hallo, cantik. selamat yaaaa.." Rena menyapa sambil cipika cipiki.
"Pinter juga anak papa milih cewek hihihi.. selamat yaaaa.." ucap Wira___papa Boy sambil menjabat tangan Rya.
"Hai om tante, makasii yaaa.. kenalin nama aku Rya.."
"Kamu sendirian? mama papa mu mana?" tanya Rena sambil celingukan, tidak ada siapapun disamping Rya.
"Ehh.. mmmh.. mereka lagi sibuk tan, jadi gak bisa kesini.." jawab Rya canggung.
"Oh gitu.. kapan-kapan kita makan malam bersama yaaa.." Aaaaa ternyata camerku asik kayaknya, hehe. Gumam Rya. "Ajak dia main ke rumah Boy.. " tambahnya.
"Yaudah, tante duluan yaaa, sampai ketemu lagi.." pamit Rena sambil capaka cipiki lagi.
"Iya, tan.." ucap Rya.
"Boy, mama dan papa pulang duluan yaa.. mari.."
Orangtua itu pamit, Rya dan Boy hanya tersenyum dibalik punggung mereka.
Drrrdd..Drrrdd..Drrrdd.. hape Rya bergetar..
Terlihat nama papa Chandradi locksreen.. Rya menatap telpon nya, ia bingung harus menerima atau menolak nya. namun hati nya tak bisa di bohongi, ia merindukan sosok dingin itu.
"Bentar yaa Boy.." Rya berjalan dan mengangkat telpon dari Chandra.
__ADS_1
"Hallo sayang.. apa kabar? Selamat atas kelulusan mu dan papa dengar kamu mendapat nilai tertinggi, kamu memang anak yang hebat. maaf yaa papa gak bisa hadir, papa sedang sibuk dengan sidang perceraian dan perusahaan.. papa harap kamu mengerti." ucap Chandra to the point.
"Ia paa.. aku baik-baik aja kok, papa mama apa kabar?" tanya Rya.
"Papa baik nak, oh ia papa sudah beli apartemen buat kamu.. kamu mau kan ketemu sama papa? papa kangeeeeeen banget."
"ia paa aku juga kangeeeen banget." Rya menahan air mata nya karna sangat merindukan Chandra. meskipun Chandra sangat dingin tetapi ini kali pertama ia tak bertemu sampai hitungan bulan.
"Yasudah nanti sore papa tunggu di apartemen baru mu ya, nanti papa kirim alamat nya." ucap Chandra.
"iaa paa.. see you.."
"love youuu.."
Rya mematikan telpon nya dan kembali menyapa Boy. tapi tiba-tiba saja ada yg menarik tangan nya.
Eh.. Rya langsung menoleh.. "Vano.."
"hehe.. selamat yaaa lu emg yang terbaik.." Vano mencium punggung tangan Rya dan memberikan bunga.
"Thank's" ucap Rya sambil melepaskan tangannya.
Dan diujung sana Boy menyaksikan kejadian itu, dia merasa sangat jengkel.
fvck berani-berani nya tu bocah!
Boy berjalan menuju Rya dan Vano, ia langsung menarik lengan Rya dengan paksa, menjauhkan wanita itu dari lelaki yang terus mencoba mendekati Rya-nya.
Bugh!! "Lu bisa gak sih gausah ganjen dan deket-deketin Rya mulu!!" Boy ngegas sambil mendorong lelaki itu.
__ADS_1