Pasangan Muda

Pasangan Muda
Nginep aja


__ADS_3

Rya memutuskan untuk menuruti ke inginan Boy, untuk membawa lelaki itu kedalam kamarnya. Setelah melihat keadaan sekitar dan memastikan semuanya aman, Rya menunjuk sebuah kamar dan meminta Boy untuk kesana lebih dulu.


"Lu duluan kesana.." Rya berbisik sambil menunjukan kamarnya yang berada dilantai atas.


"Oke. gapake lama!" Dengan santai Boy menatap Rya dan berjalan menuju tempat yang Rya tunjuk.


Setelah sampai pintu Boy menoleh ke arah Rya yg sedang memperhatikan nya. Boy masih dingin, dia belum memberikan senyuman nya untuk Rya.


Boy membuka pintu lalu masuk kedalam kamar. Boy menutup nya kembali dan berjalan menuju sofa kesayangan Rya. Boy merasa kaget melihat bungkusan rokok, korek dan asbak yg berserakan di meja.


Astaga!! apa yg dilakuin sama itu bocah? apa dia masukin cowok lain juga ke kamar nya? Boy mendengus, dia merasa kekesalan nya semakin bertambah.


Kreekk!! pintu kamar terbuka. Boy melihat Rya berjalan ke arah nya.


Tanpa pikir panjang Boy langsung berdiri menyerang Rya. Boy mendorong tubuh Rya hingga merapat ke dinding. "Lu nakal yaaaa!!"


"Aaww.. sakit kampret!!.." Rya meringis kesakitan saat punggungnya menabrak dinding, tapi sama sekali Boy tidak menggubrisnya. "Lu kesambet ya?!"


"Lu kenapa ngilang heh? terakhir gue liat lu nangis waktu baru balik dari puncak!?" Boy terengah, nafasnya menggebu naik turun seiring gemuruh emosinya.


"Kemaren gue sakit!!.." Rya mendorong tubuh lelaki itu, namun Boy tidak juga bergeming.


"Trus kenapa lu gak angkat telpon gue? kenapa lu gak bales pesan gue hah?" suara Boy sudah naik satu oktaf.


"Gu-guuee cuma pengen istirahat.." Rya menjadi gugup karena dibentak oleh lelaki dihadapannya itu.


"Lu tega Rya! Gue khawatir sama elu! kok bisa lu gak ngasih ruang buat kabarin gue? di tambah lu ngilang setelah kita balik dari puncak! gue takut lu marah karna apa yg terjadi disana! gue takut lu ninggalin gue!" Boy mendengus mencoba mengatur nafas nya yang sejak tadi menggebu.


"Maafin gue.. gue cuma......" Rya tersentak disela aksi Boy yang kasar itu.


"Dan kenapa di kamar lu ada rokok? apa lu masukin cowok kesini?" Boy bahkan menaikan nada suaranya lagi.


"Gue minta maaf, Gue bisa jelasin semuanya!"


Rya merasa hati nya teriris saat Boy membentaknya. Pipinya terasa panas dan ada bulir kecil diujung matanya.


Eeehhh... Boy menyadari bahwa wanita dihadapannya itu menangis.


"Maafin gue, gue gak bermaksud kasar sama elu. Gue cuma ngasi hukuman kecil sama anak nakal." Boy akhirnya melepaskan diri dari posisi itu. Langsung memeluk erat wanita yang akan menangis itu."Uda jangan nangis, maafin gue.." Boy mengusap air mata Rya, kemudian mencium kening Rya.


"Jangan marah marah lagi, gue bilang gue bisa jelasin.. Emang gila lu ya!!" Rya mencebik kesal sambil mengusap airmatanya sendiri dan Boy hanya tersenyum melihat Rya yang mencoba menutupi wajah nya yang memerah.


"Gue cuma takut lu kenapa-napa.. Sorry kalo gue kasar.."


***


Setelah drama anak muda yang ngambek gak jelas itu, akhirnya mereka berbaikan lagi. Malah adegan pertengkran manusia labil itu dibumbi persetubuhan lagi. Dan kini, karna kelelahan dan tanpa sadar mereka berdua terlelap sambil berpelukan. Dengan tangan dan tubuh yang saling menyentuh mereka sibuk dengan mimpi indahnya masing-masing


Beberapa jam kemudian..


Tok..Tok..Tok..


Seseorang mengetuk pintu kamar Rya dan membuat Boy terbangun dari tidurnya. Boy membuka matanya perlahan, mencoba meninggalkan alam mimpi dan menuju alam nyata nya.


Boy menggerakan tubuh Rya.. "Bangun honey.."


Perlahan Rya juga membuka mata nya, Rya melepaskan diri dari pelukan Boy dan merapihkan rambut nya yg di basahi keringat.


"Bangun sayang, ada yg ketuk pintu.." ucap Boy berbisik.


Rya terperanjat kaget. "Siapa?"


"Gaktau." sambil geleng kepala.


Tok..Tok..Tok.. Pintu nya masih di ketuk.


"Bentar.." Rya berteriak sambil meraih handuk dan melilitkannya. "Siapa?"


"Bibi non, apa non baik baik saja? sejak tadi non tidak keluar kamar dan makanan di meja belum tersentuh.. Non gak papa kan?" seperti biasa, Oni berteriak dari balik pintu.


Rya menghela nafas nya, dia pikir siapa. Lagian kenapa kaget? kan yang biasa ketok-ketok cuma Oni aja.


"Ia bi, aku ketiduran. Aku mau mandi dulu." Rya berteriak tanpa membuka pintu.


"Oh begitu non, yasudah bibi hangatkan makanan untuk non Rya yaa.." teriak Oni.


"Oke."


Setelah Oni pergi kemudian dua anak itu hanya saling tatap dan membenahi diri.


"Lu pasti kaget ya hahaha.."

__ADS_1


Rya menggidikan kedua bahu nya. "Dih nggak, biasa aja. Lu kali yang kaget."


"Masa sih?" Boy mendekatkan diri kemudian mencium pipi Rya kilas.


"Ih apasih udah ah gue mandi dulu, abis itu kita makan.." ucap Rya sambil beranjak meninggalkan ranjang itu.


"Ikuuuuuuut." ucap Boy.


"Dih.. tar lu mandi abis gue aja." ucap Rya


"Gakmau.. gue pengen nya bareng." Boy mencebik so imud.


"Gakmau, wleeeee..." Rya buru-buru berlari sambil memeletkan lidahnya meledek Boy.


Beuki!!! 🤭


"Awas yaa!!" ucap Boy tidak terima.


***


"Gue kebawah dulu yaa, ngambil makanan." ucap Rya sambil merapihkan rambutnya.


"Okay.." ucap Boy sambil menganggukan kepala. "Btw sorry yaa.. lu jadi layanin gue.. plus plus lg hahaha."


Hahaha keduanya terkekeh geli.


Rya kemudian keluar kamar, menuruni anak tangga sambil bernyanyi, Rya tampak sangat ceria sekali.


"Ada yang lagi bahagia nih, abis dijengukin pacarnya .."


Siapa lagi... ya Oni lagi. Bosen deh Oni mulu!!


Rya melihat Oni yang sedang menatapnya saat menuruni anak tangga. Oni terlihat menutup mulut sambil tersenyum.


"Ah... bibi.." Rya tersenyum shy shy cat.


"Mau bibi bantu bawakan non?" tawar Oni saat Rya mulai mengisi nampan makanan.


"Gak usah bi, aku bisa sendiri." jawab Rya.


Kalo Oni lihat Boy, ya gawat lah..


Rya sudah selesai dan ia akan kembali menaiki anak tangga sambil membawa nampan berisi makanan itu.


"Eeh.. emang ini banyak ya?" Rya malah balik bertanya. Yaiyalah bambank, inikan porsi berdua!. "Aku kan baru sembuh bi, tau sendiri pas sakit aku makan dikit banget, gantiin yang kemaren aja hehe." Rya mengelak. "Bi tolong buatin juice strawberry yaa.." Rya berhenti diujung anak tangga dan menoleh ke arah Oni.


"Baik non.." jawab Bi Oni.


Rya melanjutkan perjalanannya menuju kamar. kemudian dia memanggil nama Boy pelan seakan memberi isyarat bahwa dia perlu bantuan.


Boy..


Boy..


Boy..


Rya berbisik berkali-kali, tapi pintu kamar itu tidak juga terbuka.. Mungkin boy tak mendengar nya, pikir Rya. Dan padahal Boy sudah berada di balik pintu, ia mendengar Rya memanggil tapi dia ingin menjahili Rya.


Rya bingung harus bagaimana, dia tidak bisa membuka pintu kamarnya dengan dua tangan yang sibuk membawa nampan itu, Rya kemudian berinisiatif menaruh nampan itu lalu buka pintu lalu ambil lagi nampannya dan masuk.


Oke.. here we go..


Tapi baru saja membungkuk untuk menaruh nampan, tiba-tina pintu kamar itu terbuka, dan Rya melihat Boy yg sedang tertawa..


"Lama yaaa? sorry hehehe." Boy terkekeh garing.


"Dasar nyebelin!! berat tau." Rya mencebik kesal kemudian masuk.


"Uuuuuwhh tayang tayang.." Boy mengambil nampan di tangan Rya sambil tertawa menggoda. "Cian tayang aku, aaf iaaaaa😚" Boy semakin menggoda Rya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Lu tuh yaaa." eugh.. Rya cemberut karna kesal.


"Apa? mau gue cium lagi?" tawar Boy.


"Yang bener aja!! uda cepetan kita makan gue uda laper."


Rya berjalan menuju meja kecil tempat dia makan. kemudian mereka duduk bersama dan mulai melahap makanan sambil sesekali bercanda.


Setelah selesai makan Rya mengambil alat alat merokok nya. Asbak, korek, minuman dingin selalu jadi prioritas setelah makan. Ia berjalan sambil mengeluarkan satu batang rokok dan duduk di hadapan Boy.


Sementara Boy hanya menatap heran, Punggung tangan Boy langsung menyentuh dahi Rya. "lu sehat?" tanya Boy dengan ekspresi melongo.

__ADS_1


Rya juga tak kalah aneh menatap Boy "udah mendingan, kok." jawab Rya sambil menjepit rokok itu dibibirnya.


"Astaga!" Boy menepuk jidat nya. "Lu serius sekarang ngerokok?"


"Iya nih, gue jd ketagihan.." jawab Rya sambil dengan santai menyulut rokok di bibirnya.


"Siapa yang ngajarin?" tanya Boy.


"Youtube hahaha.." Rya tertawa sambil menghembuskan asap dimulut nya, meskipun masih pemula Rya terlihat sudah rada piaway.


"Gue serius nanya!!!" Boy mengeluarkan satu batang rokok dan menyulutnya.


"Marah marah mulu yeeee.... lg dateng bulan yak? hahaha"


Sementara Boy terdiam tak membalas candaan itu. muka nya datar sambil terus menghisap rokok juga.


"Jadi gini, pas gue baru balik dari puncak.. ( bla bla bla.. Rya menceritakan semua kejadian nya pada Boy dengan detail )


Tok...Tok...Tok...


"Masuuk!!" teriak Rya dengan spontan.


Eehh..?


Boy melebarkan matanya sambil memanggil nama Rya. "Lu gila apa?"


Rya langsung sadar dia mempersilahkan seseorang masuk, dia lupa bahwa di kamarnya ada Boy. Rya langsung mematikan rokok dan berlari menuju pintu. Namun Oni sudah terlanjur masuk.


"Ini non juice nya.. maaf lama tadi bibi beresin dulu dapur." Oni menyerahkan juice itu.


"Ohmm.. gitu yaa.. yaudah makasih yah bi.." ucap Rya sambil tersenyum yang dibuat-buat.


"Ia non sama-sama." Kemudian Bi Oni berniat untuk meninggalkan kamar itu, tp saat dia akan keluar matanya melihat orang asing di kamar Rya. Bi Oni menyadari orang itu adalah laki-laki yang tadi siang datang. Bi Oni jadi menatap Boy sambil bertanya tanya. "Non eeeuuh.."


Rya menyadari Bi Oni mengetahui keberadaan Boy disana. Rya tidak bisa menyangkal lagi dan dia hanya memijit pangkal hidung nya. Kemudian Rya menutup pintu nya dan memegang lengan Bi Oni.


"Bi tolong jangan bilang sama mama atau papa yaa, aku mohon. Dia cuma temen aku kok, dia cuma mau nengok aku." ucap Rya membujuk Bi Oni agar mau tutup mulut.


Boy berdiri dan menggaruk kepala nya.


"Tapi non.. gak baik lho cewek sama cowok berduaan di kamar." Bi Oni masih terpaku memahami situasi.


"Please bi, Kalo mama papa tau mereka pasti marah lagi bahkan papa bakal berani mukul aku kaya waktu itu.. bibi gak kasihan sama aku?" Rya memelas, berharap Bi Oni mau membantunya. "Pokoknya tar bibi aku kasih tip deh." tambah Rya merayu lagi.


Bi Oni jadu teringat saat non Rya di tampar tuan Chandra hanya karna terlambat pulang dan di antar seorang pria, padahal pria itu hanya driver ojek online.


"Gimana ya non, saya gak biasa bohong. tapi kalo saya jujur saya kasian sama non Rya." Bi Oni tampak bingung, satu sisi takut pada tuanya. satu sisi kasihan pada nona mudanya itu.


"Yaudah makanya bibi gausah bilang bilang ya.." pinta Rya lagi.


Huffft... mereka terdiam sesaat.


"Baiklah non.." Akhirnya Bi Oni mengangguk mengiyakan permintaan Rya.


Boy dan Rya tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada Bi Oni.


"Iya-iya sama-sama non." Bi Oni gelagapan saat Rya memeluk dan menggonjang ganjing tubuhnya. "Saya ikut senang melihat non selalu ceria.." tambahnya sambil tersenyum tulus.


Bagaimana tidak ceria Bi, sekarang aku punya Boy yang selalu membahagiakan hati ku.. Gumam Rya sambil menatap Boy.


"Yasudah non, bibi mau ke bawah lagi.. non sudah selesai makan? biar bibi rapih kan.." ucap Bi Oni.


"Udah bi, itu disana.." jawab Rya.


Kemudian Bi Oni merapihkan semuanya dan pergi meninggalkan Rya dan Boy dikamar itu.


Huffffttt... Rya lumayan bernafas lega.


"Kenapa non?" tanya Boy sambil menirukan mimik wajah Bi Oni.


hahahaha mereka berdua tertawa.


"Yaudah gue mau balik dulu yaa, kita ketemu di sekolah besok. lu jaga kesehatan ya.." ucap Boy sambil menjawil hidung Rya.


"Gak mau nginep aja?" tanya Rya.


"Hmm bokap nyokap lu gimana? baru ketauan Bi Oni aja lu udah panik." jawab Boy


"Mereka lg keluar kota. maybe semingguan.." ucap Rya.


"Kakak dan adek lu?" tanya Boy lagi.

__ADS_1


"Udah santai aja.. mereka gabakalan kesini kok." ucap Rya meyakinkan, Ia masih merindukan lelaki itu dan masih ingin berlama-lama bersamanya. Dan untuk itu, Rya memintanya untuk nginep aja..


__ADS_2