Pasangan Muda

Pasangan Muda
Mertua


__ADS_3

"Mama?" 😱


Rya mematung melihat seorang yang sejak tadi mengetuk pintu rumahnya itu. Orang yang Rya kira bu Nani ternyata adalah Mama Rena. Rya langsung spontan meraih tangan kanan mama Rena dan mengecup punggung tanganya. Hanya itu, tanpa cipika cipiki.


"Sendirian mah?" tanya Rya.


"Mama gak disuruh masuk nih?" ucap wanita paruh baya itu bukannya menjawaab pertanyaan Rya.


"Aih iya, silahkan masuk mah.. hehe.." ucap Rya sambil cengengesan karena merasa kaku dengan mertuanya itu.


Dan mama Rena pun masuk kedalam rumah setelah Rya mempersilahkannya, Rya juga ikut masuk sambil membawa beberapa bungkusan plastik yang mama Rena turunkan dari mobil.


"Kemana Boy?" tanya mama Rena sambil duduk disofa.


"Boy kerja mah.." jawab Rya sambil berlalu menaruh barang bawaanya diatas meja makan. "Mama mau minum apa? teh ataaaaau?" Rya menggantung pertanyaanya.


"Teh hijau aja." jawab mama Rena.


"Mm teh hijau? Rya gak punya mah, ada nya teh biasa.. hehe.." ucap Rya yang selalu dibumbui haha hehe dan senyum-senyum gak jelas diakhir kata. Entah, sekarang rasanya mencekam sekali jika sedang bersama ibu mertuanya itu.


"Itu mama bawa, dibuka dong belanjaannya." sahut mama Rena.


"Oo-ooh iya, mah." jawab Rya yang langsung cekatan mencari teh yang dimaksud dan setelah mendapatkan teh itu Rya buru-buru menyajikanya di dalam cangkir.

__ADS_1


"Boy kerja dimana?" tanya maam Rena.


"Di kafe mah.." jawab Rya sambil menyodorkan teh hijau dihadapan mama Rena.


"Ampun deh itu anak! gak ngerti jalan pikirannya gimana? udah jelas enakan dikantor." sambar mama Rena.


Ini mertua gue kenapa dah? 180 derajat banget! perasaa terakhir ngobrol sama papa sama Boy udah kalem banget! 😒


"Boy maunya gitu kali mah.." timpal Rya.


"Kamu dong, harusnya kamu bisa bujuk dia. Kamu kan istrinya, semua buat masa depan kalian juga!" ucap mama Rena.


Bilang ajasih sama anaknya sendiri!


"Salah! itu salah! masa sekelas keluarga Atmadja kerja di kafe, apa kata dunia?!" Hardik mama Rena. "Rya, dengar ini baik-baik ya.. Boy itu satu-satunya anak mama dan dia satu-satunya pewaris keluarga, Boy banyak berubah sejak nikah sama kamu. Mama sampe gak kenal lagi sama anak sendiri!"


"Maksud mama apasih? Rya gak ngerti.." tanya Rya heran saat mendengar ucapan mama Rena.


"Bujuk Boy biar dia mau kembali ke perusahaan. Lagian hidup Boy jadi seperti ini kan gara-gara kamu juga. Sekarang Boy harus panas-panasan dimotor, tidur dikamar sempit, rumah seadanya gini. Mama kuatir sama Boy, mama sedih sama kehidupan yang dijalanin Boy.."


"Kita bahagia kok mah, hidup sederhana seperti sekarang. Lagian Boy kerja di kafe juga dia bukan...


Eaqs.. Eaqs.. Eaqs..

__ADS_1


Belum selesai bicara tiba-tiba suara Barel memecah ruangan dikamar, dan refleks kedua wanita itu menoleh ke arah sumber suara.


"Baraa.." panggil mama Rena sambil beranjak dari sofa menuju suara Barel.


"Yaampun, Rya! ini apasih lantai pada becek begini!" tutur mama Rena saat melihat percikan air yang berceceran dilantai dekat kamar.


"Owh itu.. tadi Rya lagi mandi trus Barel bangun, Rya langsung lari..


"Kamu tuh jadi istri Boy ngapain ajasih? jam segini baru mandi, rumah berantakan!" sambar mama Rena tanpa menunggu Rya selesai berbicara.


Yatuhan mertuaku kenapa jadi gini?


"Uuu.. cucu omaa.." ucap mama Rena sambil memangku Barel dari dalam Box.


Rya langsung bergegas menuju dapur dan mencari kain pel untuk membersihkan lantai yang basah sepanjang kamar mandi menuju kamarnya.


*


z


z


*

__ADS_1


Konflik dulu ya genks sebelum tamat, stay tuned aja yaa Authornya lg syibuk parah jadi dikit dulu.. Nanti ada waktu senggang Author crazy up 😉


__ADS_2