Pasangan Muda

Pasangan Muda
kafe


__ADS_3

Akhirnya rencana membuat food court atau stan yang menyediakan berbagai makanan itu mantap akan dilakoni Boy. Untuk lokasi Boy sudah membuat pertimbangan dari jauh-jauh hari saat niatnya ingin membuka sentra bisnis ini. Boy sudah merasa tepat dalam memilih lokasi tersebut, Lokasi yang ramai, lokasi yang memiliki mobilitas tinggi dan aksesibilitas yang juga baik.


Namun mungkin lebih tepatnya ini hanyalah semacam caffe kecil pinggir jalan atau tempat nongkrong yang dikuasai kantong pelajar gitu.


Setiap hari Boy mulai mempelajari beberapa menu, dibantu Rya,--Istrinya. Karena saat ini belum memungkinkan untuk merekrut pekerja, maka Boy berniat untuk mengelola dan mengerjakan semuanya sendiri.


Dan hari ini, usia Barel sudah menginjak satu bulan. Rencananya tempat itu akan Boy mulai hari ini setelah segala persiapan yang clear & matang. Mulai dari bangunan, meja, kursi, tempat cuci tangan, lahan parkir dan lain-lain, semuanya sudah benar-benar siap digunakan.


"Bismillah ya, sayang.. Semoga lancar dan rame seperti yang kita harapkan.." ucap Boy sambil melihat tempat kecil yang cukup untuk menampung orang dibawah 100 orang itu.


"Ia Honey, semangat ya.. Semoga dilancarin dan kamunya juga sehat terus.." balas Rya dengan senyuman.


"Part terakhir, namanya Barrack coffe.." ucap Boy sambil memasang kayu berukir nama itu.


"Lho kok Barrack bukan Barra atau Barel?" tanya Rya pada suaminya.


"Variasi aja sayang.." jawab Boy.


.


.


.


Beberapa jam berlalu setelah pulang dari cafe, Rya duduk di sofa sambil menunggu Boy pulang. Hari pertama ini dirinya tidak menemani Boy hingga selesai, karena Barel kecil agak rewel dan tidak ada ruang kamar untuknya sekedar beristirahat.


"Boy kok belum pulang yaa?" ucapnya berbicara sendiri sambil melihat jam yang menggantung didinding sudah menunjukan pukul 8 malam. "Aku telpon aja kali ya?" tambahnya.


Rya berkali-kali menelpon Boy namun pria itu tidak juga dapat dihubungi. Membuat Rya menjadi panik dan khawatir. "Boy kemana sih? susah banget dihubungin." Decaknya.


Karena terlalu lama menunggu akhirnya tanpa disadari Rya malah tertidur di sofa, dengan posisi duduk dan ponsel digenggaman.


Satu jam kemudian pintu rumahnya terbuka, dan ternyata itu adalah Boy. Boy yang berada di ambang pintu langsung melihat Rya yang tertidur disofa. "Yaampun sayang.. ngapain tidur disini?" tanyanya sambil menutup pintu dan menguncinya.

__ADS_1


"Sayaaang.." Boy menggoyang-goyangkan tubuh Rya agar Rya terbangun.


"Hmmm.." Rya menggeliat sambil perlahan membuka matanya yang masih lengket. "Sayang udah pulang?" tanya nya.


"Baru aja.. kamu ngapain bobo disini?"


"Aku ketiduran.. kok malem banget sih pulangnya? mau mandi gak? apa makan dulu? aku udah masak tadi.."


Detik selanjutnya Rya menyiapkan air hangat dan juga baju ganti untuk Boy, setelah itu ia menata beberapa menu makan malam yang baru selesai di panaskan.


"Gimana sayang? rame gak cafenya?" tanya Rya kepada Boy sambil mengisi piring lelakinya.


"Gak nyangka dihari pertama bakal rame banget, aku sampe keteter tadi. Ada Marcel juga, dia malah share di sosmed trus beli banyak banget.." jawab Boy sambil menerima piring yang sudah di isi Rya.


"Hamdallah.. aku seneng dengernya.." ucap Rya sambil tersenyum. "Kamu pasti capek ya?" tambah Rya.


"Nggak kok, capeknya ilang kalo kamu senyum kaya gitu." jawab Boy kemudian memulai suapan makan malamnya.


"Maaf ya sayang, aku gak bisa bantu atau temenin kamu.. Soalnya kan tau sendiri ada Barel sekarang.." ujar Rya.


"Tanpa kamu minta, aku do'ain kamu terus kok.." ucap Rya.


Lalu mereka menyelesaikan acara makan malam itu sambil berbincang ringan menceritakan hari yang mereka lalui, berbagi cerita dan rasa yang mereka lalui saat mereka sedang berjauhan.


*


*


*


Hari demi hari berlalu, bisnis kecil-kecilan Boy semakin hari semakin ramai. Boy bahkan selalu pulang malam dan menjadi sangat sibuk sekarang.


Keringat dan peluh menetes ditubuh Boy saat dirinya bergulat dengan jalannya memenuhi kewajiban sebagai seorang suami yang mencari nafkah, Namun rasa penat dan lelah yang dirasakan Boy setiap hari selalu terbayar oleh sambutan Rya dan Barel yang selalu setia menanti kepulangan dirinya. Senyuman, pelukan, dan dukungan Rya selalu berhasil membuat dirinya kembali bersemangat. Ditambah dengan gelak tawa si kecil yang mulai memperlihatkan perkembangan di masa pertumbuhannya.

__ADS_1


"Jangan terlalu forsir tubuh kamu, kamu juga perlu istirahat.. Uda hampir sebulan kamu gak pernah libur, hon." ucap Rya disuatu malam saat Boy kembali pulang malam.


"Mumpung sayang.. Kita harus gunain kesempatan emas ini.." jawab Boy dengan nafas lelahnya.


"Step by step aja sih, hon. jangan terlalu ngebut.. Akujuga kan pengen sesekali habisin waktu bertiga." ucap Rya sambil memijit kaki Boy.


"Iya iya, nanti aku libur deh.. kita jalan-jalan bertiga, yaa.. gak usah manyun dong." ucap Boy sambil meraup wajah Rya dan mengecup bibir Rya kilas.


"Janji yaaa?" ucap Rya


"Hee emm.." jawab Boy. "Barel udah berapa bulan sih sekarang?" tambahnya.


"Tuhkan kamu terlalu sibuk, masa gak tau Barel udah berapa bulan sekarang? Barel udah bisa ngangkat kepala, udah bisa senyum-senyum, udah bisa diajak ngobrol walaupun cuma gumam-gumam gitu.. Ish ayahnya Barel payah.." ucap Rya sambil merengut.


Memang kalo masalah perkembangan bayi, hanya seorang ibu yang memperhatikan detail, yaaa.. Ner gak buibu..🤭


"Aku tahu, kok. Cuma nanya aja.." ucap Boy dengan seringai aneh.


"Udah boleh minta jatah gak sih? hehe." tambah Boy sambil menggoda Rya.


"Nggak! aku belum berani.. aku masih takut.." jawab Rya sambil menghentikan pijatan di kedua betis Boy.


"Sampe kapan dong? udah kangen banget nih.." ucap Boy dengan wajah memelas yang dibuat-buat.


"Pake tangan lagi aja kaya biasa, tapi ogah yaa jangan minta dimulut." ucap Rya.


"Gak mau, gak enak.. gak anget.. Ayodooong.." pinta Boy kaya bocah mau nganu.


"Minggu depan deh, yaaa.."


"Lama lagi dong." ucap Boy menggerutu.


Setelah negosiasi cukup panjang akhirnya perdebatan itu berakhir dengan tidur bersama dan Barel menguasi kasur bagian tengah membuat Boy benar-benar gak bisa nakal😁

__ADS_1


***


Hey para readers, beberapa eps lagi novelnya mau tamat nih.. kira-kira endingnya yang bagus gimana ya? ahehe. Tadinya niat awal Author bikin ini novel, Author mau pisahin mereka dan si Rya jadi jamur (janda dibawah umur) tapi liat respon banyak yang suka pasangan ini, alur yang itu author coret😅 Sorry yaa kalo makin lama upnya banyak yang gk nyambung hehe..


__ADS_2