
Boy dan Rya masih berada dirumah sakit dimana bu Vina, orang yang ditolong Boy tadi pagi sedang dirawat. Seketika Rya menjadi malu karena ternyata apa yang Boy katakan sebagai alasan dirinya hilang dan menjadi kekacauan dikafe adalah benar, namun satu sisi Rya juga tidak bersalah karena memang Boy juga salah karena tidak mengabari Rya atau siapapun. Jadi sangat wajar jika istrinya itu jadi kesal, gusar dan bertanya-tanya.
"Oh jadi kalian sudah punya bayi tho, malah tadi ibu kira kalian ini masih pacaran.." ujar bu Vina di salah satu percakapan.
"Iya bu, kami menikah muda setelah lulus sekolah.." ujar Rya sambil tersenyum.
"Owalah.. gak nyangka lho ibu.. Ternyata kamu Mamah muda.." timpal bu Vina sambil tersenyum juga.
Ketiga orang itu hanya saling tersenyum dan tertawa kecil.
"Udah malem nih, kayaknya kita harus pamit.. Kasian Bu Nani yang jagain Barel dirumah" ujar Boy sambil melihat jam yang melingkar ditangannya.
"Makasih yaa, kalian udah nolong ibu, udah jenguk ibu.. Maaf ibu ngerepotin kalian.." ujar bu Vina.
"Jangan sungkan bu.. sudah seharusnya kita saling membantu bukan?" ucap Boy.
"Yaudah kita pamit dulu, bu.. Lekas sembuh yaaa.." ucap Rya sambil menjabat tangan bu Vina diikuti Boy juga.
Detik selanjutnya saat Boy dan Rya sudah akan beranjak meninggalkan ruangan itu...
__ADS_1
"Ekhemm.. Boy.."
Tiba-tiba terdengar suara lirih dibelakang punggung Boy dan Rya, lalu dengan refleks keduanya langsung menoleh ke arah sumber suara.
Sesaat mereka terdiam setelah melihat orang yang berdiri dihadapan mereka sekarang. Boy dan Rya saling menatap, dan bergantian menatap orang yang sedang menatapnya juga. Beberapa detik suasana menjadi hening, Boy dan Rya seolah saling tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi.
"Dia Vano.. putra ibu.." ujar bu Vina memecah keheningan itu.
Boy dan Rya menatap bu Vina dan Vano bergantian sambil masih mencerna apa yang sedang terjadi sebetulnya.
.
.
.
"Lo berdua pasti bingung kenapa gue ngajak kalian kesini.." ucap Vano.
"Gue cuma mau minta maaf, buat segala kesalahan yang gue lakuin dihubungan kalian. Gue nyesel and i'm realy sorry.." tambah Vano dengan lirih sambil menatap Rya dan Boy bergantian.
__ADS_1
"Maksudnya gimana nih?" tanya Rya pura-pura tidak tahu arah pembicaraan Vano.
"Jujur, daridulu gue suka sama lo dan lo sama Boy juga tahu tentang itu. Dan saat gue denger kabar kalian mau married, gue shock parah.. gue gak nerima.. Gue adalah orang yang paling menginginkan kalian pisah, gue langsung ambisi kaya gitu karna gue masih ngarepin lo, gue gak terima lo dimilikin orang, dan apalagi orang itu adalah Boy.." Beber Vano panjang lebar mengakui segala beban yang menggumpal dihatinya.
"Gue mau mengakui kesalahan gue, soal kotak misterius, surat merah, yang lempar kaca rumah lo, yang nuker file Atmadja grup, dan semua kekacauan itu semua gue dalangnya. Gue sengaja nerror kalian berdua, biar kalian gak nyaman, biar kalian hancur, supaya kalian pisah. Tapi setelah gue lakuin itu semua ternyata gak ada yang mempan, hubungan kalian kuat. Gue salut, dan sekarang gue sadar, gue cuma suka sama lo karna ambisi, bukan karna gue sayang kaya apa yang Boy lakuin ke lo Rya." beber Vano lagi.
"Sebenernya kita berdua udah tau soal itu.." ucap Boy.
"Trus apa maksudnya lo pacarin si Dine? apa dia juga terlibat semua kelakuan lo itu? atau lo yang jadiin dia tameng supaya niat lo itu mulus?" tanya Rya rada ngegas.
"Awalnya iya, gue macarin Dine biar gue semakin leluasa masuk dilingkungan lo. Tapi pada akhirnya Dine malah berhasil luluhin hati gue dan bikin gue sadar bahwa perasaan gue sama lo itu salah." ujar Vano lagi.
"Trus kalo udah gini, mau lo apa?" tanya Boy yang santuy tanpa berapi-api seperti biasanya.
"Gue bakal tebus semua kesalahan yang udah gue lakuin.." jawab Vano dengan mantap.
"Apa yang mau lo lakuin? tapi gue juga minta jangan pernah lo mainin Dine dan jadiin dia boneka buat semua akal bulus lo lagi!" pinta Rya dengan nada panas.
***
__ADS_1
Udah dulu ya genks, author nya lg me time dulu.. 1-2 part lagi nanti aku tamatin. Makasih yang udah baca, like, komen dan gak sabar nunggu up. luvh u all🤗🤗🤗