
Rya hanya terdiam disepanjang perjalanan mereka kembali menuju Villa. Menatap pohon-pohon yang berlarian bersama dengan pikirannya yang juga berkarian. Sungguh, wanita itu sudah berhasil membuat mood Rya berantakan.
"Sorry ya, buat kejadian barusan." Boy menyadari perubahan sikap Rya, wanita itu pasti bete karena kejadian di kedai itu.
"Its okay." Rya menjawab tanpa menoleh.
"Apa yg di ucapin Clara jangan di masukin hati yaa, dia emg rada gila orang nya." ujar Boy sambil lagi-lagi menoleh ke arah Rya.
"Sorry ya bikin lu bete, tau gini mending tadi kita turutin kata mang Udin bakar jagung di villa. mungkin kita gabakal ketemu cewek gila itu.." Rya masih diam sementara Boy terus saja menggerutu.
"Dingin ya?" tanya Boy dan Rya hanya mengangguk kecil. "Lu kayak nya bete banget?"
Menurut lo!
Rya tidak menghiraukan Boy, ia memilih langsung masuk kedalam dan meninggalkan Boy begitu saja.
"Kok lu diem aja sih.." Boy berjalan mendahului dan menggenggam tangan Rya, membuat wanita itu berhenti dan berbalik badan.
"Gue gakpapa, cuma dingin aja pengen langsung selimutan dikamar. swear.." ujar Rya masih dingin sambil menunjukan jari-jari yang dibentuk huruf V.
"Serius?"
" Ya "
"Gue kira lu bete gara gara Clara dan temen temennya tadi.."
"What ever Boy, gue uda bilang gue mau belajar cuek tentang apapun."
Rya menatap Boy lalu lanjut berjalan lagi, menuju kamar yang sejak kemarin ditempatinya.
"Besok mau balik jam berapa?" tanya Boy sambil mengikuti langkah Rya.
"Terserah." Dan Rya lagi-lagi hanya menjawab pertanyaan itu se-kena nya.
"Katanya gakpapa tapi kok lu kecut gitu sih? eh iya mau minum anggur lagi gak? akhiran sebelum kita balik ke jakarta hehe."
Tiba tiba ucapan itu berhasil membuat Rya berhenti berjalan, membuat wanita itu langsung berfikir sejenak.
Mungkin dengan minum anggur itu mood gue bisa balik... Karna setelah gue mabuk, semuanya bakal terasa melayang, gue akan bangun dari tidur dengan keadaan mood yg lebih baik, okey. minum, okey. okey kita minum..
"Hmm boleh.." jawab Rya masih sedikit jual mahal. hehe.
"Nah gitu dong senyum, kan enak diliat nya." Boy menjawil hidung Rya lagi seperti biasanya.. "Yaudah lu tunggu di dalem, gue ambil anggur nya dulu." tambahnya.
"Okay."
*
__ADS_1
Rya sudah sampai di kamar dan masih saja memikirkan kejadian tadi. Sungguh Clara sangat menyebalkan sekali.
Apakah ini yg di nama kan cemburu?
Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka, siapa lagi kalo bukan Boy. Dia tersenyum sambil membawa beberapa botol anggur.
"Kenapa ngelamun mulu?" tanya Boy sambil duduk dan menaruh botol-botol itu.
"Nggak yiy, siapa yg ngelamun." Rya menjawab ketus.
"Udah ngaku aja, lagi mikirin apa siih? gue jadi kikuk tau liat lu bete gini!" Boy menatap mata Rya.
"Gue gakpapa Boy serius!! udah cepetan buka botolnya." Rya mengalihkan.
"Jangan bohong!!" Boy mendekatkan wajahnya.
"Be-beneran."
Ngapain deket-deket sih! gugup kan jadinya!!
"Lu gak bisa bohongin gue, Rya." Boy semakin mendekatkan wajahnya
"Ma-maksud lo apasih!?"
"Ada yang lu sembunyiin."
"Mata lu gak bisa bohong."
Cupp!! Boy mencium bibirku begitu saja, ********** dengan lembut sampai-sampai mata Rya dibuat terpejam olehnya.
Boy kemudian melepaskan ciuman itu, ia menatap Rya dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia lalu membuka botol itu dan menuangkannya ke dalam gelas lalu memberikannya. "Nih!" Boy berucap dengan nada dingin.
Rya meraih gelas itu dan meminumnya. kemudian Boy kembali mengisi gelas yang kosong dan memberikan nya lagi. lagi dan lagi..
Rya meminum terus menerus seiring gelas yang diberikan Boy dan untuk sesaat Rya mengerjapkan mata karena ternyata rasanya tidak enak jika minum tanpa jeda sama sekali.
Rya tau bahwa Boy sedang marah karna ia tidak berkata jujur. Namun mana mungkin jujur mengakui bahwa dirinya cemburu saat melihat dia disentuh wanitu itu?
Huffttt...
Kepala Rya mulai berat lagi, tapi Boy masih saja memberikan segelas anggur itu. Dan bodohnya, Rya menerima gelas itu dan meminum nya kembali. Sementara Boy, ia terlihat langsung menenggak anggur itu dari botolnya.
"Boy r u okay?" Boy benar-benar berubah sikap. Ia terlihat dingin sekali.
Boy hanya menatap datar, sementara imajinasi Rya mulai naik karena efek anggur itu, penglihatan Rya mulai blur dan pendengarannya rasanya sedikit berdengung.
"Sekarang lu gak bisa bohongin gue lagi!." Boy menyunggingkan senyuman licik.
__ADS_1
"Hahaha gue bohong, bohong apasih? daritadi lu bilang gue bohong, bohong, bohong!!!! Bohong apacoba!!"
"Sekarang lu jujur deh, lu bete kenapa? biasanya kan lu terbuka sama gue."
"Oooh ituuu, emang gue bete ya? lagian lo kepo bgt siih!" Rya mulai keluar jalur sambil cengengesan di alam imajinasinya.
Boy mendengkus kesal, kenapa Rya tidak juga berbicara? padahal dia sudah mabuk bukan?
"Minum lagi nih.." ucap Boy sambil memberikan segelas anggur lagi.
"Aaah thxyouuu, lu emang the best.. Baik banget sih...." Rya tersenyum sambil mengelus-elus dagu Boy dengan gemas.
Mereka terdiam sesaat. Boy sengaja diam agar imajinasi Rya semakin naik dan naik lagi.
"Masih bisa liat gue gak?" tanya Boy sambil mengibas-ngibaskan tangan didepan wajah Rya.
Dan Rya yang sudah fly hanya mengangguk tidak berdaya.
"Ohyaaa, coba tebak muka gue ada berapa?" tanya Boy lagi ingin mengecoh Rya.
"Hmmm.." Rya celingukan sambil menghitung jari dan menatap Boy berulang-ulang. "Lima haha.. lho, kok elo ada lima gitu sih!!! gak bisa diem sii jadi muka lu banyak gitu kan haha.."
Melihat gelagat Rya kali ini Boy jadi yakin bahwa wanita itu memang sudah benar-benar fly. "Gue mau nanya dong.. Boleh gak? tapi lu harus jujur yaaa?."
Rya hanya mengangguk menahan kepala yg mulai sangat berat.
"Tadi lu bete kenapa?" Boy mengulang pertanyaan yang sama sambil mendekat dan merapihkan rambut Rya ke belakang kupingnya.
"Gak tau!! badmood aja tiba-tiba." jawab Rya.
"Gak mungkin lah, semua pasti ada sebab nya." ucap Boy sambil mengusap wajah Rya.
"Gue gak bete, Boy. Cuma rada badmood aja hehe. Gara-gara cewek kegatelan yang nempel-nempel ke elo. Ih sumpah gue kesel banget tau!! Lo juga, kenapa diem ajasih.. Seneng ya dipegang-pegang, dielus-elus gitu!" Rya terus nyerocos tanpa kontrol mengeluarkan isi hati dan pikiranya.
"Oh gitu.. jadi gara-gara Clara.. Emang kenapa kalo dia pegangin gue? kok elo kesel sih?" tanya Boy, menggali informasi semakin dalam.
"Pokoknya gue gak suka sama Clara!! sama siapapun yg berani nyentuh elo!! karna elo itu cuma buat gue, elo cuma milik gue!!"
"Jadi elo cemburu?" tanya Boy dengan senyuman yang tertahan.
"Iya. Puas lo!!"
Puas!! gue puas!! akhirnya lo ngungkapin ini..
Boy tersenyum dan Tanpa basa-basi langsung mencium bibir Rya lagi, mereka saling berpagutan dengan imajinasi mereka yang sudah berada diubun-ubun.
Boy kemudian merebahkan tubuh Rya, dan menatap wanita setengah terpejam itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Elo harus tau, Rya.. sebenernya gue juga sayang banget sama elo, gue cuma gak mau kita terikat pacaran. karna susatu saat kita pasti berpisah dan gue gamau itu terjadi." Bisik Bou ditelinga Rya yang entah terdengar atau tidak oleh Rya.