
Pagi hari..
Seperti biasanya.. Rya selalu bangun awal, Rya selalu menjadi super mom untuk kedua lelakinya, tak peduli semalam ia tidur jam berapa dirinya harus tetap bangun saat pagi buta. Rya sudah memulai aktifitasnya sebelum kedua lelakinya bangun. Rya menggeliat mengusir rasa kantuk yang masih melekat didirinya, lalu setelah itu Rya mencuci muka agar wajahnya segar.
Hari ini aktifitas Rya dimulai dengan mencuci piring, gelas dan peralatan lainnya yang menumpuk di wastafel bak cuci piring. Rya mengikat asal rambutnya kemudian mulai berkutat dengan pekerjaannya. Setelah selesai dengan pekerjaan yang satu, Rya langsung mencuci beras dan menanaknya di rice cooker. Rya menge-lap meja dan membersihkan area dapur mungilnya itu.
Sambil menunggu nasi matang, Rya langsung menyambar keranjang cucian dan memasukannya kedalam mesin cuci untuk direndam dan digiling, lalu dalam waktu bersamaan sambil menunggu cuciannya selesai, Rya mulai menyapu ruangan itu kemudian mengepelnya. Keringat mulai bercucuran ditubuh Rya, meskipun semuanya terasa melelahkan namun Rya senang melakukan semua rutinitasnya itu, Rya menganggap aktifitas paginya hitung-hitung olahraga, dan baktinya terhadap suami yang juga tidak kenal lelah mencari nafkah untuk dirinya dan Barel.
Jam selanjutnya setelah selesai menjemur pakaian dan beristirahat sejenak, Rya bergegas mandi untuk membersihkan dan menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat dan keringat yang semalam juga😅
Setelah mandi Rya menghampiri Boy dan menggoyangkan tubuhnya. "Honey, banguuun.. udah jam 7 lewat nih.." Rya ucap. "Honeeeeeey..." tambahnya sambil mengganggu tidur Boy dengan menjawil hidung, mengecup pipi, dan menarik-narik bibir Boy karna lelakinya itu tidak bangun-bangun juga.
"Heeeeemmm.." pekik Boy.
"Wake up.." ucap Rya.
"Malem akunya diapain sih? kok lemes.." ucap Boy dengan suara serak khas bangun tidur.
"Dih, orang kamu pelakunya.." tuduh Rya. "Banguuuun ih.."
__ADS_1
"Kalo bangun mau diapa-apain gak? soalnya bangunnya berdua nih.." ucap Boy yang perlahan membuka matanya. "Pegang deh.." tambahnya sambil mengambil tangan Rya dan menaruhnya diatas Cobra milik Boy😂
"Boy ih!" tepis Rya sambil menarik tanganya yang menyentuh batangan Boy yang keras.
"Pengen sarapan.." ujar Boy.
"Ya makannya bangun, mandi dulu sana nanti aku buatin scramble egg."
"Nggak mau.. pengen sarapan kamuuu."
"Ih apasih, hon.. kamutuh.."
"Ayolah, kelonin si jhony dulu, baru aku yang bangun.." ucap Boy yang sambil melingkarkan tangannya di perut Rya yang duduk disampingnya. Boy kayaknya lagi mamayu🤠(mamayu tuh bahasa sunda, artinya nafsu makan kembali setelah sembuh dari sakit.)
"Nanti mandi lagi, kita mandi bareng.. yuk.." rayu Boy sambil membenamkan dan menggelitik pinggang Rya dengan hidung dan bibirnya.
"Eh kayaknya Barel bangun deh.." ucap Rya sambil melepaskan diri dan pura-pura beranjak menuju pintu. "Tapi bo'ooooooong.." tambahnya sambil tertawa mengejek Boy, lalu berlari keluar kamar.
"Awas yaaa!" ucap Boy sambil bangkit dan mengejar Rya.
__ADS_1
"Haha.. udah sana mandi ih.." ucap Rya saat Boy mengejar dan memeluknya dari belakang.
"Cuuuupp.." Boy mengecup ceruk leher Rya dan berlama-lama disana.
"Honey, tar Barel keburu bangun.. Aku belum bikin sarapan.." ujar Rya.
Setelah selesai mandi dan sarapan, Boy langsung berpamitan untuk berangkat kerja dan mengecup Rya, juga Barel. "Ayah berangkat dulu yaa, Barel gak boleh rewel.. jangan bikin bunda capek, okey.. Ayah titip bunda ya sayang.." ujar Boy sambil menggendong Barel.
"Yang ada juga Barel dititip ke aku, Hon!" timpal Rya.
"Anak kita kan jagoan, bisa jagain bundanya.." ujar Boy sambil tersenyum dan memberikan Barel kepada Rya. "Yaudah aku berangkat, baik-baik dirumah ya sayang, cuuup.." Boy lagi-lagi mengecup kening Rya.
"Iya.. kamu juga hati-hati di jalan yaa.. yang semangat kerjanya.."
Setelah berpamitan Boy langsung memacu kuda besinya untuk menuju cafe. Dengan semangat dan mood yang baik, Boy nampak ceria dihari yang cerah itu. Hari ini Boy memacu motornya dengan santai-santai karena ia adalah Bos, pikirnya. Tidak apa terlambat sedikit karena tidak akan ada yang memarahinya, kecuali Rya. Boy hanya ingin merasakan sensasi itu hari ini.
Saat sibuk dengan adegan membawa motor santai dan menikmati jalanan kota, tiba-tiba mata Boy menemukan seorang ibu yang berteriak minta tolong. Ibu itu sedang mempertahankan tasny yang akan direbut oleh seseorang. Ibu itu bahkan sampai sesekali dipukul.
Hati Boy langsung tergerak, seketika motornya berpacu menuju ibu itu dengan cepat. Namun saat dirinya sampai, tas itu berhasil direbut orang dan orang itu langsung kabur tunggang langgang. Boy berniat mengejar orang itu, namun saat melihat ibu itu niat Boy jadi urung. Ia lebih memilih menolong ibu itu.
__ADS_1
"Ibu gak paApa?" tanya nya pada seorang ibu yang tersungkur dan berdarah-darah itu.
Tanpa menjawab ibu itu hanya menatap Boy dan kemudian tidak sadarkan diri. Hati Boy langsung meringis melihat keadaan ibu itu, ia langsung mengingat mama Rena dan Rya yang juga sudah menjadi ibu. Tanpa pikir panjang Boy langsung membawa ibu itu ke rumah sakit.