Pasangan Muda

Pasangan Muda
Tanda-tanda


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Rya terbangun dari tidurnya saat jam waker lagi-lagi berdering, mengingatkan wanita itu bahwa saat ini hari sudah menunjukan pukul 08:15. Rya menggeliat, meraba nakas lalu mematikan waker tersebut.


Mmmhhh.. Rya menggeliat.


Rya beranjak dari tempat tidur dan membuka gorden. Membiarkan cahaya matahari menghangatkan ruangan itu, menemani dirinya yang seorang diri.


"Pengen sesuatu, tapi apa yaa?" gumam Rya.


Rya berjalan menuju kulkas untuk mengambil sesuatu disana. Rutinitas biasanya adalah meminum susu, tapi hasratnya mengatakan ia tidak menginginkan itu sekarang. Namun karena sudah kebiasaan, wanita itu akhirnya mengambil susu, menuangkannya didalam gelas lalu meminumnya langsung.


Huweeek!! Tiba-tiba saja Rya merasa mual saat baru saja akan menenggak susu itu. Rya berlari menuju kamar mandi, memuntahkan semua isi perutnya.


"Eneg banget gila!!" ucapnya saat isi perutnya dikuras. "Masuk angin nih kayaknya.." tambahnya sambil membasuh sisa-sisa kotoran.


Wanita itu kemudian bangun, membersihkan diri sambil menatap cermin di wastafel. "Kok gue Pucet gini sih? gue kan gak sakit." ujarnya sambil menepuk-nepuk wajahnya.


Tapi Rya tidak terlalu memikirkannya, ia langsung membuka baju lalu menyegarkan diri.


Setelah itu ia kembali berpakaian, menggunakan jeans pendek dan kaus setelan rumahan. Mengoleskan pelembab seperti biasa, kemudian menyisir rambut.


"Pengen apa gitu yaaa.." Rya bergumam lagi sambil menarik sisir yang melewati rambutnya. Ia merasa, heran saat ini kepalanya di penuhi makanan, ia sangat menginginkan sesuatu namun entah apa. Padahal biasanya ia jarang sarapan. Bangun pagipun hanya karena hari ini jadwal kesuper market.


Rya memilih abai lagi, ia memilih untuk membuat secangkir teh dan mengambil sekotak biscuit. Rya membawanya lalu duduk sambil memainkan ponsel.


"Tumben sibodoh gak ngespam." ujarnya saat tidak melihat notifikasi apapun dari Boy.


Jari itu kemudian menyentuh icon youtube, untuk melihat-lihat video clip band kesukaanya. Namun saat aplikasi itu terbuka, ia melihat sesuatu diberanda, acara seseorang makan besar (mukbang).


Entah kenapa Rya merasa sangat tertarik, lalu dengan refleks jari itu mengklik sebuah video berjudul mukbang korean spicy food.


"Gila merah bener sih tu makanan." ujarnya saat video itu bersiap untuk diputar.


Rya menatap layar, ia terus memperhatikan orang yg sedang melahap makanannya itu. Gulp!! Tanpa sadar Rya menelan ludahnya sendiri, entah angin apa yang lewat, ia jadi menginginkan makanan itu.


"***** kayaknya mantep amat sih!" ujarnya sambil lagi-lagi menelan saliva.


Gaaaasss... Rya langsung bergegas untuk kesuper market saat itujuga.


*Di super market


Rya sudah sampai disuper market, ia langsung mengambil troli belanja dan berjalan mengelilingi rak yg berisi macam-macam bahan makanan, Rya memasukan banyak sekali belanjaan ke dalam troli itu.


"Ini... ini... ini..." ucapnya sambil mengisi troli.


Setelah merasa cukup Rya bergegas menuju kasir, dan saat itu ia langsung merasa kaget karena banyak sekali makanan yang ada ditroli itu, padahal tadi dia sendiri yang mengambilnya.


"Waduuuhhh ngeborong beb.." seseorang menyapa sambil tersenyum.


"Eh.. elu Dine, hm.. buat stock diapart nih kadang suka males keluar hehe." ujar Rya malu sendiri, ia juga tidak menyangka belanjaannya sebanyak itu


"Owh.. kirain buat makan se Rt hahaha." Dine berujar sambil terkekeh.


"Hehe.." Rya jadi cengengesan gak jelas. "Gue duluan yaa.." ucapnya saat sudah selesai dikasir.

__ADS_1


"Okay.." Dine melambaikan tangan.


Rya sudah berada didalam mobil, menuju arah pulang. Jalanan yang sedikit macet membuat Rya sedikit kesal dan tidak bisa berhenti menggerutu. Ia sudah tidak sabar ingin memakan makanan yg sejak tadi membuatnya terus menelan ludah.


"Mana harus dimasak dulu.. jirrr.. kenapa lama sih.." Rya terus menggerutu saat bayangan makanan itu semakin jelas dikepalanya.


Rya menjadi tidak sabaran. Hari ini terasa sangat panjang, padahal dalam perjalanan itu ia hanya memakan waktu 10 menit.


Sudah sampai..


"Okay.. let's cooking.." Rya membongkar belanjaannya dengan senyum yang merekah. Bahannya sudah komplit tinggal memasak, jadi dan makan.


Tapi Rya tidak tahu bagaimana langkah untuk membuat makanan itu, ia perlu sebuah tutorial. Untuk itu Rya berjalan menuju sofa mencari ponsel pintarnya.


"Hape gue dimana siih????!!!" Rya menggerutu lagi saat tidak menemukan hapenya.


Rya mengangkat banta-bantal disofa, mengintip bagian bawah sofa, diatas nakas, membuka laci, namun benda itu tetap tidak ada dimanapun.


Huft! Rya mendengus semakin kesal, ia mencoba mengingat dimana benda yang biasanya selalu didekatnya itu.


tik..tok..tik..tok..tik..tok


"Astagaaa...hp guee di mobil.."


Dengan hati kesal dan wajah yang ditekuk, Rya kembali kebawah untuk mengambil benda itu. "Disini lu ternyata!" ucapnya saat menemukan ponsel itu.


Astagaaa!! gue lupa kalo malem ini ada party, kok gak inget ya? hmm bodo bodo bodo! gue pengen makanan korea itu dulu please.. Ucapnya saat melihat beberapa notifikasi dari Boy dan juga temannya.


Rya sangat bersemangat menaiki lift menuju kamar, kali ini ia sudah benar-benar tidak sabar lagi. Langsung saja Rya membuka tutorial itu, mulai memasak sambil mengikuti langkah demi langkah yag diarahkah, hingga akhirnya makanan yang ia dambakan sudah tersaji didalam mangkuk.


Detik selanjutnya Rya langsung melahap habis makanan itu, padahal makanan itu masih panas dan sangat sangat pedas.


"Whaa gela seih, udah abis aja." Jih, padahal ia makan banyak sekali. Dan anehnya ia tidak merasa makanan itu pedas.


"Gue makan banyak amat dah!" Rya bergumam heran. "Gue jarang sarapan dan makan seabreg gini, gue juga gak terlalu suka pedes, tapi kenapa ini kok?" Rya bertanya-tanya sendiri.


Ah bodoamat yang penting sekarang ia kenyang dan makanan itu sudah tidak membayang-bayanginya lagi.


Lalu ritual wajib setelah makan bagi Rya adalah menyesap rokok, dan nikmat mana lagi yang kau dustakan? ini ajib kan. Tapi lagi-lagi Rya heran, sesapan rokok itu tidak enak sama sekali. "Kadaluarsa kali yaaak?" Gumamnya.


Rya mematikan rokok itu dan mengambil bungkus rokok yang lain, menyulutnya lagi tapi ternyata rasa nya sama saja.


"Wleee!! gakenak amatsih!!" Rya menyerah, ia meninggalkan ritual wajib itu. Lalu ia memilih untuk rebahan santuy sambil mengusap perut yang kekenyangan itu.


***


"Nanti malem lu dateng kan? gue berangkat dari apart lu boleh gak? nyokap gue agak rese, dia gak ngizinin gue ke party.." sebuah notifikasi muncul, pesan dari Dinem


"Okay.. sekalian pinjemin gown yak, lemari gue kan jeans semua wkwk." balas Rya.


Kemudian pesan dari boy..


"Tar malem gue jemput yaa..😘" sebuah notifikasi pesan dari Boy juga muncul.


"Ketemu disana aja yaaa, gue berangkat bareng Dine.." balas Rya.

__ADS_1


 


**Beberapa jam kemudian**..


 


"Pengen something yang seger, tapi apa ya?" Rya bergumam lagi, saat lagi-lagi kepalanya mencetuskan sebuah bayanyan makanan. "Rujak buah sedep kali ya?" ucapnya lagi.


"Dine kalo otewe kesini bawain gue rujak buah ya!" sebuah pesan terkirim untuk Dine.


"What? jam segini? Lu mabok ya?" tanya Dine.


"Pokoknya bawain aja, okay mabest😘"


***


Selesai mandi, Dine datang. Wuiiihh ajib banget, Rya langsung tersenyum merekah.


"Gila lu yak nyiksa gue!! tau gak, gue sampe muter-muter cari yg ginian doang." ujar Dine menggerutu sambil memberikan rujak itu kepada Rya.


"Hehe thx yaaaa..lo emang yang terbaik.." ucap Rya. Lalu Rya langsung membuka bungkusan itu, melahapnya tanpa basa basi menawari Dine.


"Yaaaa...? lu kesambet yak?" Dine dibuat melongo. "Pake baju dulu kek." tambahnya.


"Iya iya.. tar sekalian pake baju yg lu bawa.." ucap Rya sambil mengemut ibujari yang dilumuri saus sambal.


"Blepotan gitu ish gilak ni anak!" Dine menggelengkan kepala, merasa heran.


"Protes mulu sih! enak tau.. mau gak? eh jangan deng gue gak bakal kenyang hehehe.'"


"Jangan-jangan... eluuu..." Dije menggangtung kata-katanya.


"Apaaaa?" ujar Rya sambil mengecapi semua jari-jarinyam "Udah sini cepet mana bajunya?"


"Cuci tangan dulu kek." ujar Dine mendelik sambil memberikan gown berwarna merah.


"Ebuseh, baju apaan ini?" Rya membelalak melihat gown panjang namun terbuka di bagian punggung.


"Udah pakek aja, lu pasti tambah cantik pakek itu."


Rya menuruti Dine, ia langsung memakai gaun itu. "Bagus juga ya..." Rya berputar-putar didepan ceemin. "Eeeh.. ehh sekalian make up in yak." pintanya lag.


"Okay wait, gue juga mau ganti dulu baju.." ujar Dine.


Setelah itu Dine bertindak seperti seorang MUA, ia menyulap Rya menjadi sangat cantik bahkan dirinya pun sampai tak mengenali.


"Gilak, lu ngaca deh.." ujar Dine.


Rya berjalan kearah cermin besar, ia berputar-putar melihat pantulan dirinya disana. dia tersenyum dengan penampilan baru nya.


"Tumben lu gak protes." ujar Dine yang melihat Rya menyukai tampilannya itu.


"Maybe.. udah saatnya gue jadi cewek feminim, hiiiih gue jadi cantik amat sih.."


Lagi-lagi Dine hanya bisa menggelengkan kepala, ia merasa aneh dengan tingkah sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2