
Meski bukan merupakan bagian dari seremonial pernikahan, bulan madu merupakan momen penting yang tidak boleh dilewatkan.
Tidak hanya sebagai waktu istirahat setelah serangkaian acara pernikahan yang melelahkan, bulan madu juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk menikmati quality time bersama pasangan sebelum kembali pada rutinitas harian.
Bulan madu memang identik dengan pengantin baru, namun yang telah lama menikah juga perlu melakukan bulan madu, demi menjaga kualitas cintamu dengan pasangan.
Seperti hal nya Boy dan Rya. meskipun sudah 2 tahun mengarungi bahtera rumah tangga, pasangan muda itu baru akan melaksanakan bulan madu sekarang. Meskipun sudah memiliki buah hati, hal itu tidak membuat urung niat keduanya.
Apalagi Boy yang nampak antusias dengan agenda keluarga kecilnya, Boy sangat berharap akan hadirnya Barel junior setelah pulang dari bulan madu tersebut.
"R u ready, gengs?" tanya Boy saat mereka akan tiba ditempat tujuan.
Setelah merencanakan dan menimbang beberapa referensi bulan madu, akhirnya mereka memilih destinasi dalam negri yang tak kalah indah dari negri orang. Mereka memilih pulau Bali sebagai destinasi bulan madunya.
Bali sudah lama terkenal sebagai salah satu tempat tujuan berbulan madu. Namun, keramaian dan hiruk pikuk di Pulau Bali sering kali menjadi penghalang untuk menikmati suasana bulan madu yang romantis.
Apalagi, Boy dan Rya membawa Barel juga dalam acara mereka yang harusnya menjadi privacy berdua.
Mungkin sebagian banyak orang akan menitipkan anak mereka kepada para nenek dan kakeknya, tapi ah sudahlah. Mereka sudah sampai, dan Barel aman bersama bu Nani. Jadi Boy tetap akan leluasa melancarkan aksinya.
"Gimana sayang? bagus gak tempatnya?" Tanya Boy saat mereka tiba diresort, tempat dimana mereka akan menginap.
"Bagus, Hon.. Keren banget, parah.." jawab Rya sambil tersenyum antusias.
Cupp!! Boy mengecup kening Rya dalam, bahkan mencium bibir juga. Yang tadinya hanya akan mengecup, namun tiba-tiba diselipi sedikit lumatan. Mereka tidak peduli dengan keadaan sekitar, padahal disitu ada bu Nani dan seorang guide yang membantu membawa masuk koper-koper.
__ADS_1
Ekhemm!!
Suara deheman bu Nani yang kemudian membuat semuanya tertawa.
"Baru nyampe non, nanti aja unyel-unyel nya kalo udah gelap.. hihi.." ucap bu Nani.
"Ahaha, ia nih dasar.. Ayah Barel mah mesum nya gak tau tempat.."
"Sama istri sendiri kok mesum, yeeeee.."
"Yaudah, masuk yuk.."
Meskipun Boy dan Rya sudah menjadi majikannya, tapi bu Nani tidak segan untuk sekedar bercanda. Karena bagi bu Nani yang hidup sebatang kara, Rya dan Boy sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Dan begitupun sebaliknya, Rya dan Boy, Mereka saling menganggap saudara dan keluarga.
***
Resort yang langsung menghadap pantai itu, kini jadi tempat tinggal untuk Boy dan Rya beberapa hari kedepan. Pengalaman berkesan yang tidak akan pernah terlupakan.
Mereka sedang menunggu makan malam mereka tiba. Dengan beralaskan bantal panjang, Boy dan Rya nampak sedang bersenda gurau diatas ayunan rotan yang bulat dan panjang. Sementara Barel sedang sibuk dengan beberapa koleksi mobilan dihamparan karpet.
"Makasih ya hon, gak nyangka lho kamu bisa planing ini sendirian.." ucap Rya tulus sambil mendekekatkan diri dan merengkuh Boy.
"Udah berapa kali juga kamu bilang makasih, Yank.. Pokoknya, apapun yang bikin kamu sama Barel bahagia, aku adalah orang yang lebih bahagia.. So, enjoy it.." balas Boy sambil mengusap pipi Rya lembut.
Dalam sebuah hubungan, memang jangan sampai melupakan 3 kata yang mungkin terdengar sepele. Maaf, tolong dan terimakasih. Percayalah, 3 kata ajaib itu banyak dampak baik nya.
__ADS_1
"Love you.." ucap Rya.
"Love you more.." jawab Boy.
Dengan chemistri yang mengalir, wajah keduanya semakin mendekat. Lebih dekat lagi, semakin dekat untuk sekedar saling mengecap. Memberikan tanda kecintaan yang membuat siapapun nyaman dan terbuai.
"Yah, Ayo kesana.. kita main air.." ucap Barel sambil menarik lengan Boy dan menunjuk sebuah infinity pool yang menjadi salah satu fasilitas resort tersebut.
Seketika keduanya menghentikan kemana aktifitas mereka akan berlanjut. Mereka lupa bahwa di acara bulan madunya itu, ada makhluk kecil yang akan selalu mengganggu mereka.
"Waahh, belum apa-apa udah gangguin mulu ajanih, bocah.." ucap Boy sambil tertawa.
"Ayo.. Yah.. kita berenang disana.." Rajuk anak kecil itu.
"No.. no.. ini udah mau malem sayang, besok pagi baru boleh.. Mending kita makan yuk, kayaknya udah siap tuh.." ucap Rya sambil menghampiri Barel.
"Aku gamau sama nda, aku mau ayah.. yaaaaahhh, ayoooo.." rajuknya lagi sambil menarik-narik tangan Boy. Dengan pengucapan yang belum terlalu pasih, ditambah dengan ekspresi manyun yang menggemaskan.
"Besok pagi yaaa, sekarang kan udah gelap. Nanti baakaaalll adaaaaa... Monsteeerrr.. aaaaarrrhhh..."
🧟 Gini kira-kira ekspresi Boy. 😁🤭
Dan seketika Bocah itu menjerit dan berlarian, Sementara Boy masih dengan ekspresi monster yang seolah-olah mengejar Barel. Keduanya main kerjar-kejaran dengan tawa yang kemudian menghiasi adegan itu.
Rya hanya tersenyum menyaksikan ke dua lelakinya yang sedang tertawa bebas. Dalam diam dan senyumnya, ia selalu merapalkan do'a. Semoga anak dan suaminya itu selalu sehat dan bahagia, dan semoga kebahagiaan mereka tidak akan pernah Berakhir.
__ADS_1
🤗🤗🤗