
Ketiga sahabat itu sudah berkumpul di kafe milik Boy, duduk di salah satu meja di lantai dua yang disuguhi pemandangan yang lumayan bagus. Mereka bertiga bercengkrama karena memang sudah lama tidak bertemu, sudah punya kesibukan masing-masing.
"Lo belum hamil juga Dine?" tanya Rya pada sahabatnya yang kurang lebih sudah satu tahun menikah.
"Belum nih, Vano nya belum mau jadi bapak!" Dine mendelik sebal saat bercerita kepada sahabatnya itu.
"Lah kenapa? doyan bikin tapi gak mau jadi? Parah sih!!" Mytha ikutan menimpali.
"Iya katanya kawin muda pengen punya anak." ucap Rya sambil menyeruput secangkir kopi yang sudah dipesan.
"Kita masih pengen pacaran, belum kenyang berdua-duaan." Dine membela diri.
"Ya kalau belum kenyang pacaran ngapain nikah? Udah ajatuh bertahun-tahun pacaran kaya kredit motor!" Mytha mulai sewot.
"Belum nikah kan nggak bisa itu.." Dine mencebik manyun.
"Apa hayoo?" Rya mulai menggoda Dine lagi.
"Itu..."
"Tuh kan bener definisi lo nikah itu cuma pengen enak enak aja!!" Dih Mytha kenapa sewot banget sih.
"Biarin aja kali daripada elo nggak di halal-halal in. Udah pacaran bertahun-tahun kaya yang kredit motor!" hore Dine epicombek.
"Itu tuh gara-gara lakinya si Rya, laki gue disuruh lembur mulu makanya waktu buat ngomongin rencana nikah jadi gak sempet mulu."
"Emang cowok lo gak niat kali..." Boy ikutan menimpali sambil duduk disamping Rya.
"Eh sembarangan lo kalo ngomong!" Mytha tidak terima.
__ADS_1
"Haha.. sensi amat sih lo! udah ngebet banget pengen kawin ya?" Boy terkekeh melihat wanita yang berteman akrab dengan istrinya itu.
"Iyalah, diantara kita bertiga cuma gue aja yang belom dihalalin." Mytha mendelik sebal.
"Wah berarti lo haram dong?" kali ini Rya yang menimpali dan itu sukses menbuat mereka semua tertawa.
Hahaha.. Semuanya tertawa dan Mytha masih terlihat ditekuk wajahnya.
"Nanti Barel ayah yang jemput aja ya?" tawar Boy sambil menatap istrinya.
"Eh iya jam berapa nih? yaampun keasyikan ngobrol." ujar Rya sambil melihat jam yang melingkar ditangan nya.
"Masih ada 20 menit lagi Yang.. Aku otewe jemput sekarang aja yaaa.. Sekalian mo beli sesuatu."
"Yaudah nanti ajak Barel kesini yaaa? aku nunggu disini."
"Okeeeeee."
Ghibah tuh rasanya vitamin C ya buat mulut!! 😁
"Ya,, susah nggak sih ngurus bocah?" tanya Dine kepada sahabatnya yang lebih berpengalaman itu.
"Susah-susah gampang sih, tapi hamdalah gue bisa melewati semuanya.." ujar Rya seperti narasumber yang sedang diwawancara.
"Iya tuh, kok lo bisa sih? Lo kan tomboy boro-boro bisa dandan, bisa masak, urus rumah, urus bocah sama laki. Belajar darimana tuh?" Mytha juga ikut menimpali.
"Yaaaaa nggak belajar di mana-mana, nggak ada tuh les nya jadi seorang istri dan ibu.. Semuanya ngalir aja, belajar dari keseharian.." jawab Rya.
"Kira-kira nanti gue bisa nggak ya jadi kaya lo? Jadi istri dan ibu yang baik, yang bisa support lakinya dari nol?" Dine bertanya lagi.
__ADS_1
"Iya tuh gimana sih, kan banyak juga tuh yang pasangan muda nikah baru sebulan dua bulan udah cerai lagi, belum setahun belum apa udah jadi janda. Seremm iih gue.." Mytha lagi-lagi menimpali sambil bergidik ngeri.
Hehehe.. Rya hanya tertawa kecil..
"Naluri beb.. Nanti juga semuanya ngalir kaya air.. Tapi gue juga gak menutupi sih kalau rumah tangga tuh gak selamanya manis.. Pasti ada pahitnya juga.." Rya lagi-lagi berujar, sesuai pengalaman yang telah dia lalui.
"Nah nah gimana tuh pas elo melewati yang pahitnya? kan pasti ada basic.." Cih yang ngebet kawin kepo banget.
"Makanya kalau kawin tuh jangan cuma bayangin yang manisnya aja! Nikah tu harus siap mental siap segalanya.. Gue juga sama Boy dulu sering berantem dulu kok, sebelum kayak sekarang adem ayem gini.."
"Emang kalian pernah berantem?"
"Yapernah lah.."
"Kapan?"
"Nah itu.."
"Nah itu apasih Rya?"
"Lo nikah kan buat sehidup semati sama dia, lewatin semuanya berdua sama dia.. Jadi kalopun pas berantem selesaiin berdua, berjuang berdua, ya pokoknya berdua.."
"Gimanasih gue gak ngerti?"
"Kalo di teori in sebuku juga pasti gak bakalan ngerti, kaya tadi yang gue bilang semuanya bakal ngalir seiring naluri lo yang tumbuh.. Dan yang terpenting mental lo harus siap! Karena masalah dalam rumah tangga itu pasti bermunculan terus menerus, nggak di gue di dia, nggak di dia ya di gue, gak dari kita dari anak, gak dari anak dari ekonomi, gak dari ekonomi dari keluarga.. Pokoknya pasti adaaaa aja.."
"Haiiiyaaa tuh.. Hubungannya lo sama nyokapnya Boy gimana sekarang?"
"Sebisa mungkin kalau masalah rumah tangga tuh gak boleh ada yang tahu, lu harus bisa selesaiin sendiri.. Biarin orang lihat kita bahagia aja.. Karena kebanyakan orang itu cuma pengen tahu cerita kita bukan peduli sama kita.."
__ADS_1
Seperti biasanya.. Rya tidak pernah menceritakan apapun beban yang dia alami selama menjalankan hidupnya. Semua pahit dan sakit selalu ia terima, tanpa menghindar atau menyalahi siapapun termasuk keadaan. Meskipun didepannya itu adalah sahabat, tapi untuk masalah tumah tangga itu adalah debuah privacy. Biarlah masalah yang menerpa biduk rumah tangga itu cukup diketahui dan diselesaikan oleh dia dan Boy.