
Setelah malam pertama mereka diBali gagal untuk bercinta, bukan karena Barel yang rewel. Tapi Rya yang kelelahan, hingga ia tertidur begitu saja. Meninggalkan Boy yang malang sendirian.
"Yank, banguun kek, bulan madu kok tidur melulu sih.." ucap Boy sambil menepuk-nepuk bahu Rya.
"Heeemm.." jawab Rya tanpa membuka matanya, yang entah kenapa seperti ada lem disana. Lengket sekali.
"Banguuun, si jhony udah bangun tuh.." ucap Boy lagi.
"Besok aja, Hon.. Sekarang aku ngantuk.." jawab Rya lagi. Masih dengan mata tertutup.
"Dih, trus buat apadong tadi aku ngopi?"
"Buat stamina, ya tapi besok ajaaa, ngantuk banget swear.."
"Gak mau, ah.. pokoknya tanggung enak! Sakit tau kalo diantepin.." Boy memaksa untuk mendapat jatahnya.
"Besok, hon.. Besok malem double deh.."
"Pengen sekarang.."
Jengah dengan permintaan suaminya yang terus memaksa, ditengah kantuk yang ingin dibuai dan dimanja. Rya kemudian membuka matanya dan menatap Boy dengan mata yang cuma segaris.
"Yaudah.. tapi main sendiri.." ucap Rya sambil menyingkap selimut putih yang sejak tadi menghangatkan nya.
__ADS_1
"Lha.. kok sendiri sih?"
"Dibilang akunya ngantuk, gimana dong."
Ck!!
Boy berdecak kesal, padahal dirinya sudah bersiap-siap untuk pertempuran malam ini. Ia sampai meminum kopi herbal untuk menghajar Rya. Bahkan Rya juga sudah memakai lingerie kesukaanya.
Daripada main sendiri seperti bercinta dengan guling, Boy memilih menyesap rokoknya diteras. Menguapkan birahinya bersama asap rokok, padahal dibawah sana siotong masih tegak menantang untuk ditaklukan. Yasudahlah, Rya bilang besok double. Awass ajaa!!
Boy memastikan jika malam ini ia tidak akan gagal lagi untuk membuat Rya junior. Yaaa, mereka sudah memiliki Boy junior. Dan sekarang mereka menginginkan Rya junior.
Sebenarnya bukan mereka, bukan Rya dan Boy. Hanya Boy saja yang sudah ngebet untuk memberikan adik untuk Barel.
Boy belum berhenti mengajak Barel bermain, ia seperti sengaja membuat anak itu lelah agar cepet-cepet tidur dan tidak mengganggu agendanya nanti malam bersama Rya.
"Yaaahh, udahan mainnya.. Barel belum mandi sore.." teriakan khas Rya menggema.
"Iya bentaaarr.." sahut Boy.
Ayah dan anak itu kemudian meninggalkan arena tempat bermain mereka. Menuju sang bunda yang sudah menunggu diujung pintu, dengan senyuman khasnya yang hangat.
"Uluuu... anak bunda nyampe keringetan gituu... seru yaaa main sama ayah?" ucap Rya saat Barel menghampirinya.
__ADS_1
Anak itu mengangguk. "Masih seru, bun.. Yuk, bunda ikutan lagi yuk.." ajaknya.
"Udah sore sayang.. besok lagi yaa.. besok kita main ke pantai, lebih seru lhooo.." ucap Rya.
Ternyata honeymoon membawa bocah tidak semudah yang mereka bayangkan. Waktu mereka hampir habis disita oleh Barel, sikecil yang sangat aktif. Meskipun liburan mereka membawa serta ibu Nani, tetap saja.. Boy dan Rya yang lebih dominan mengurusi.
Hingga setelah penawaran yang lebih ekstra, anak itu mengalah dan mau berhenti bermain. Dengan catatan besok main ke pantai dan beli mainan baru.
Uuuuu... anak pertama mah gitu, mujur😂
Selesai dengan segala ritual hingga Barel tertidur, akhirnya pasangan suami istri itu mendapat waktu untuk quality time berdua.
"Rese juga yah si Barel, gak ada pengertian banget." ucap Boy sambil duduk disofa.
"Husss, ke anak sendiri masa bilang gitu." jawab Rya.
"hehehe.." Boy tertawa. Ia terkadang lupa bahwa Rya_nya sekarang terbagi untuk Barel juga. Tapi tetap saja, niatnya untuk membuat anak kedua tidak akan urung. "Ngopi lagi dong, Bun." tambahnya.
"Udah malem, Hon. nanti kamu gak ngantuk.."
"Ih.. inimah ngopi yang bikin kamu enak."
Aaaaa.. Rya baru ingat bahwa ia punya hutang semalam.
__ADS_1
***