Pasangan Muda

Pasangan Muda
Ketahuan


__ADS_3

Boy tidak jadi pulang, dia memilih menetap bersama Rya. Mereka terus bercengkrama sambil menghisap rokok masing-masing dan membahas hal apa yg akan mereka ambil setelah kelulusan nanti, mereka akan lulus bulan depan.


"Gue mau masuk universitas X kayaknya.." Kata Rya sambil menjentikan rokok nya di asbak.


"Ide bagus, gue juga masuk situ aja." sahut Boy menimpali. "Biar kita gak jauh-jauhan gitudeeeeh.. haha."


"Sebenernya bokap gue juga nyuruh gue study di LN, tapi gue gak mau. Ngapain jauh-jauh sih yaa kan?" Rya menghisap Rokoknya lagi dan menatap lawan bicaranya.


"Hmm.. gak mau jauh-jauh dari gue yak? hehe." ucap Boy dengan pedenya sambil memasang wajah sok ganteng.


"Dih idih idiiiih.. kepedean tingkat akut hahaha."


Padahal kuliah ke LN adalah keinginan Rya namun itu semua tidak mungkin karna sang papa tidak mengizinkan apalagi akhir akhir ini perusahan sedang menurun.


"Iya lah.. kalo lu study ke LN emang gak bakalan kangen gitu sama cowok lu yang ganteng ini?" Boy berujar semakin pede.


Rya menaikan satu alisnya sambil menatap Boy. "Apa lu bilang? cowok gue? sejak kapan haha." Rya tertawa sambil mengepulkan asap rokok.


"Jadi gue gak dianggap nih?" Kata Boy menyeringai.


"Ya kan.. emang kapan kita jadian?" Rya menekan nekan Rokok nya sampai bara di ujungnya benar-benar mati.


kringg..


kringg..


kringg.. Hp boy berbunyi dan nama Clara terpampang di layar hp itu. Boy dan Rya terdiam sesaat sambil menatap layar yang berkedip itu.


Melihat Boy yang terlihat canggung kemudian Rya agkat bicara. "Angkat aja kali.." ucapnya, padahal ia jealous.


"Dih males, gak penting.." Boy membuang pandanganya ke arah yang lain.


"Yaudah sini gue yg angkat.." Rya mengambil hp Boy dan menerima telpon dari Clara, Rya menaruh hp nya di kuping namun tak berbicara sepatah kata pun.


"Boy, akhir nya lu angkat telpon gue..aaaahh senangnya.. Gimana? yang kemarin jadi kan?" Suara diujung sana nampak antusias sekali.


"Ada perlu apa ya.." Rya menatap Boy yang sedang merokok dan menjauh karna tak ingin tahu obrolan dua wanita itu.


"Ini siapa? Boy mana?" tanya Clara.


"Gue pacar nya Boy!! gak usah ganggu cowok gue lagi deh!" Jawab Rya dengan sedikit membentak dan tentu saja Boy hanya tersenyum melihat Rya.


"Aaaaaahh.. cewek halu yg kemarin itu ya, hahaha ngarep banget lu jadi pacar Boy.. wake up girl! lu itu bukan tipe Boy." Nada diujung sana terdengar meledek.


"Berhenti mengharapkan Boy, Clara. dia milik gue sekarang!" jawabnya lagi dengan nada yang sama.


"What ever! teruslah bermimpi hahaha bi*tch!"


Tut..Tut..Tut.. Clara memutuskan panggilan nya.


Boy hanya tertawa melihat Rya yang merah padam, Rya menekuk wajah nya. bibir nya auto manyun,

__ADS_1


Ah imut nya hahaha.. Gumam Boy.


"Gue bilang jangan di angkat, ngeyel sih.." Boy kembali mendekat dan duduk di samping Rya.


"Lu ada hubungan apasih sebenernya sama cewek itu?" tanya Rya dengan nada tidak suka.


"Dih najisss, males banget.. Dia aja yang ngarep, ngejar-ngejar mulu. dikira gue layangan putus dikejar-kejar." ujar Boy.


"So?" Rya masih tidak bergeming dengan nada tidak sukanya, tapi Boy malah bercanda yang bahkan candaanya itu garing menurut Rya.


"Cieeeee.. lu cemburu yaa?" Boy menunjuk-nunjuk Rya dengan ekspresi menggoda.


"Nggak!" Rya menggidikan kedua bahunya dan mencoba merubah ekspresi wajahnya.


"Kan tadi kata nya gue milik elu hehe.." ujar Boy.


Rya hanya terdiam, ia gue cemburu! masa lu gak ngerti? masa gue harus bilang? sedangkan gue aka gak tau peran gue buat lu apa. Gumam Rya.


"Gak usah cemburu kali, Clara cuma masa lalu gue. Gue gada hubungan apapun lagi sama dia. Jadi kemaren tuh dia ngajak ketemu, tapi sumpah gue gak gubris sama sekali. kalo lu gak percaya lu boleh liat log panggilan atau block nomer Clara sekalian di hp gue." Boy memberikan lagi hp nya pada Rya untuk mempersilahkan Rya melakukan apa yang diucapkanya.


"Gak perlu, gue gak berhak.." jawab Rya singkat.


"Kan gue yg nyuruh.." Boy menyodorkan hp nya ke tangan Rya.


"Lu block aja sendiri, ngapain nyuruh gue.." Rya menepis tangan Boy dan juga hp nya.


"Udah lah jangan ngambek gitu, demi apapun gue gada apa apa sm Clara, atau siapapun itu." ucap Boy sambil menatap Rya.


"Sorry ya Boy, gue gak bermaksut ngatur-ngatur elu harus deket sama siapa dan gaboleh deket sama siapa, gue cuma gak suka aja Clara deketin lu terus." ucap Rya dengan ekspresi jelas bahwa dia cemburu.


Dan Rya hanya bisa tersipu menahan senyuman, Aaaaaa..


"Lucu deh, kalo lu lagi cemburu gitu, hehe.." Boy mencubit pelan hidung Rya.


"Nggak ih pede banget, siapa yang cemburu? lu aja yg ketakutan sampe block nomer Clara buat bukti haha." Rya tertawa sambil mengelak bahwa ia cemburu, padahal kenyataanya dia memang cemburu. Rya bahkan merasa senang saat Boy bertindak dan memblock nomor Clara.


"Masih gak mau ngaku yaaaa..." Boy langsung memeluk nya Rya, melingkari di perut Rya, kemudian menggelitiknya sampai Rya tertawa terpingkal-pingkal.


Hahahaha.. tawa mereka berdua langsung menggema.


"Ngaku gak, ngaku gak.." Boy masih menggelitik Rya meskipun Rya sudah meminta ampun karna perutnya sudah sangat sakit karna terus tertawa.


"Udah ih dasar.. sakit tauu.." Dengan tawa yang masih menggantung Rya menepis tangan Boy dengan kuat.


***


Rya beranjak dari posisinya, kemudian berjalan meninggalkan Sofa. "Kita movie time dulu yuk.." Rya menyalakan tv, kemudian membuka kulkas mini yg ada di kamarnya. ia mengeluar kan beberapa minuman dingin dan snack darisana.


"Dih jualan mbak?" ucap Boy sambil menatap Rya dengan banyak barang yang dirangkulnya.


"Hehe.." Rya hanya tersenyum. "Mau nonton film apa?" tanya Rya lagi.

__ADS_1


"Apa aja." Jawab Boy.


"Yaudah kalo gitu, gue yang milih yaaa.." ucap Rya.. "Hmm.. ini kayaknya seru nih, Radit and jani." ucapnya sambil mengklik film tersebut.


Kemudian mereka fokus menonton sambil memakan beberapa camilan.


Tak terasa film nya sudah berakhir, mereka larut dalam film yg ditayangkan itu.


"Ending nya sedih banget .." Rya bahkan sampai menangis, Rya menghela nafas dan merengkuh bantal sofa dipelukanya.


"Ih gila!! kok gue juga jd sedih sih.." Boy tertawa mendapati dirinya baper menonton film itu.


"Ia lah.. bayangin aja kalo.."


"Ssssstt ..." Boy memotong ucapan Rya dan menaruh telunjuknya dibibir ranum itu. "Gak boleh di bayangin, tar kalo kejadian gimana?"


"Ih jangan dong, amit amit.. kebayang kan hidup susah seneng bareng-bareng eh pas hamil di tinggalin gitu aja, di kasihin ke bokap nyokap nya." ucap Rya sambil menyeka matanya.


"Udah gak usah dibayangin kejadian kaya gitumah, mending kejadian yg kaya kemaren kan enak tuh hehe.."


"Apa banget sih lu! mesum mulu deh ini anak, kita nonton lagi." ucap Rya menolak Boy yang sudah memberikan kode genit lagi.


"Ayodong.." pinta Boy.


"Nggak!!" tolak Rya. "Nih..nih.. mending kita nonton lagi." tambahnya sambil menekan tombol untuk memutar film selanjutnya.


Film demi film sudah mereka tonton, dan saat menoleh Rya melihat Boy sudah tertidur disampingnya. "Dih ini anak malah molor!!" ucap Rya yang kemudian berjalan menuju ranjang dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh Boy.


Rya menyelimuti tubuh Boy lalu tersenyum kecil dan mengecup kening nya.


Lalu Rya beranjak keluar kamar, dia merasa lapar sekali. Film-film tadi membuatnya lupa daratan hingga lupa makan malam.


kayak nya mie instant enak nih.. Gumam Rya.


Rya memasak mie instan sambil bernyanyi, kepalnya terus saja di penuhi Boy padahal Boy sedang berada didekat nya saat ini. Ketika mie nya sudah matang Rya mematikan kompor lalu menuangkanya ke dalam mangkuk.


Ditengah acara menyajikan mie instan itu, tiba-tiba terdengar bunyi klakson diluar rumah nya.


"Tengah malem gini siapa yang dateng kerumah?" Rya langsung berlari dan mengintip dibalik jendela.


Rya terpernajat, mata nya terbuka lebar mulut menganga seketika. "Astagaaaa!!! bukan nya Mama Papa pergi semingguan? kenapa mereka malah pulang sekarang sih?"


Lalu detik selanjutnya Rya mengingat bahwa Boy masih berada di kamarnya. Ia langsung berlari menaiki anak tangga dan melupakan mie instan yang sudah siap disantap itu.


Gawat..!!


Gawat..!!


Gawat..!!


Mati gue..!!

__ADS_1


Rya terus berlari dan mengumpat, dan karna terburu buru, Rya menjadi panik dan kurang fokus saat memijakan kakinya, kakinya gagal menapaki anak tangga berikutnya, dan itu membuatnya langsung terjatuh.


Aaaaaaaa....


__ADS_2