
Sudah larut malam tapi Boy belum juga pulang, Rya terus memandangi jam dinding dan sesekali mengintup ke luar jendela. Berkali-kali mencoba menghubungi suaminya namun tetap saja tidak bisa, Boy tidak mengangkat panggilan atau membalas pesan Rya.
Rya terus berjalan mondar-mandir sambil memijit pangkal hidung nya.
"Boy kemana sih? ckk!!"
**30 menit kemudian**
Akhirnya mobil Boy terlihat memasuki gerbang rumah, Rya langsung tersenyum dan berjalan menuju pintu utama. Ia akan menyambut kepulangan suaminya.
Rya membuka pintu dan menyuguhkan senyuman manis untuk Boy. "Honeey? dari mana aja?" tanya Rya.
"Abis nongkrong sama temen kantor." jawab Boy dengan nada dingin, tapi lelaki itu masih mencium kening Rya kemudian berjalan menuju kamar.
"Nongkrong?" Rya menutup pintu dan mengikuti Boy.
Nongkrong? sejak kapan Boy suka nongkrong? setahu ku dia gak suka kumpul sama temenya. Pulang kerja selalu pulang tepat waktu, gak ada waktu buat hal yang gak penting. bahkan game di hp aja dia gak punya.. Gumam Rya.
#Di kamar
"Udah makan?" tanya Rya.
"Aku capek, mau tidur aja." jawab Boy sambil merebahkan diri diatas kasur.
"Kamu kenapa sih orang aku nanya baik-baik!" Rya merasa aneh dengan sikap suaminya itu.
__ADS_1
Boy hanya terdiam dan menyelimuti diri sambil membelakangi Rya, ia menjadi dingin tidak seperti Boy suami yang Rya kenal.
Rya ikut merebahkan diri, menatap punggung suami yang membelakanginya. "Honeeeeeey.. pengen di peluuuuk.." pinta Rya.
Tanpa membuka mata dan menjawab, Boy membalikan badan dan mempersilahkan Rya untuk tidur di pelukannya.
Rya pun menumpahkan tubuhnya di samping Boy, ia berfikir Boy sedang capek dan pasti mereka akan berdebat bahkan berujung pertengkaran jika Rya menanyakan kenapa dia pulang telat dan mendapat jawaban habis nongkrong.
Rya membuang fikiran jeleknya lalu sibuk mendekap Boy.
#Pagi hari
Rya bangun lebih awal dan seperti biasa melanjutkan aktifitasnya sebagai istri, ia menyiapkan kopi dan baju kerja suaminya.
"Honeeeey banguuuun.. udah siang.." ucapan khas Rya yang menjadi alarm hidup untuk suaminya. Rya menggoyang-goyang tubuh Boy "Hon.. banguuuun.."
Boy membuka mata, tapi lelaki itu malah menarik tangan Rya hingga mmebuat Rya jatuh kedalam pelukannya. Boy langsung menyambar mencium bibir Rya.
Boy yang masih merasa kesal pada istrinya itu berniat mengakhiri perang dingin mereka dengan sebuah penyatuan.
Semakin lama ciuman Boy membuat Rya terbuai, hingga akhirnya Rya membalas ciuman itu.
Mereka berpacu dalam kenikmatan lebih dan lebih nikmat lagi, bermelodi dengan desahan desahan yang semakin membuat nafsu mereka bergejolak ditengah penyatuan pagi hari itu.. Sampai akhirnya mereka mendapatkan pelepasan bersamaan.
Akan ada hari dimana hari seninmu lebih bersemangat, karena sebelum kau berangkat, terjadi sebuah peperangan hebat!
Boy merasa moodnya lebih baik hari ini, ia bangun dan mengecup kening Rya kemudian bergegas untuk membersihkan diri.
"Honey mau sarapan di bawah apa di sini?" Teriak Rya dari balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Kayak nya di kamar aja deh." sahut Boy yang belum selesai mandi.
"Okay.."
Rya memanggil bi Wati untuk membantunya membawa sarapan ke kamar, Rya menata makanan itu di meja sambil menunggu suaminya selesai mandi.
"Hei sayang.." Boy keluar kamar mandi dan langsung menuju baju yang sudah Rya siapkan. ia mengenakan nya sambil bercermin, Rya mengikuti dan membantu Boy mengancingkan kemeja.
"Honey.." ucap Rya sambil menatap manja.
"Iyaaa.." jawab Boy.
"Kok dingin gitu sih jawabnya.." Rya mencebik sebal.
"Huuuufttt.. maaf sayang, aku lagi banyak pikiran.." ucap Boy sambil membuang nafas.
"Gara-gara aku yaaa?" tanya Rya dan Boy menggelengkan kepalanya.
"Aku cuma lagi mikirin langkah kita buat kedepanya aja." ucap Boy.
"Maksudnya?"
"Aku pengen lebih dari aku yang sekarang, biar bisa bahagiain kamu terus, wujudin semua keinginan kamu.." ucap Boy sambil mengusap rambut Rya.
"Aku udah bahagia kok emang mau kayak gimana lagi? Oh iyaa.. aku mau cerita.. tapi kamu jangan marah yaaaa?"
"Cerita apa?"
"janji dulu!."
__ADS_1
Rya mengacungkan jari kelingking kemudian Boy menautkan jari kelingking mereka. Kemudian Rya berjalan menuju laci untuk mengambil amplop pemberian Chandra.