
Hari ini....
Aku Rya tsania, akan menyandang status sebagai istri dari seorang pria yang dulu hanya aku anggap sebagai seorang teman.
Dia akan menjadi suami, sekaligus ayah dari anak yang sedang aku kandung. Menikah tanpa pemahaman yang cukup tentang apa itu pernikahan. Namun... Bahagiaku adalah bersama Boy, dan aku berharap setelah lelaki itu menjadi suamiku, bahagia akan semakin bersahabat denganku.
Aku melepas masa lajang di usia 18 tahun, yang seharusnya masih menikmati masa masa remaja. Tapi apalah daya, masa remajaku tak seindah remaja-remaja yang lain. Takdir membawaku ke jalan ini dan artinya ini adalah jalan terbaik untukku.
Aku tidak pernah menyalahkan takdir apa yang suda digariskan untuk hidupku, baik atau buruk, senang atau sedih, aku menerima semuanya dengan hati yang lapang.
Seperti yang selalu Boy katakan..
Terima.. maafkan.. lupakan.
Semua kerabat karib dan sanak keluarga sudah memenuhi gedung, acara pernikahan Boy dan Rya akan segera di mulai. Pengantin Pria tampak gagah dengan satu set jas berwarna putih. Aura wajah Boy begitu tenang tanpa memperlihatkan rasa tegang sedikitpun.
Hingga.. Acara sakral itupun di mulai. Boy sudah duduk dihadapan Chandra, lalu mereka terlihat berjabat tangan.
Chandra menatap mata Boy, mengucap kata bahwa Chandra menyerahkan tanggung jawab dirinya atas Rya kepada Boy. Boy mengikat hubungannya dengan mengucap janji suci itu di depan semua orang.
__ADS_1
"Saya terima Nikah dan kawin nya Rya Tsania binti Chandra Winata dengan mas kawin tersebut tunai."
Sah!! kata para saksi.
Jantung Boy berdegub kencang, Boy dan Rya sudah sah menjadi suami istri sekarang. Terhitung hari ini dia menyandang gelar sebagai seorang suami, Boy Memiliki tanggung jawab baru dan ia mengingat semua janji-janjinya. Ia memejamkan mata di iringi doa semua orang yang hadir.
Kemudian semua mata tertuju pada pengantin wanita yang berjalan menuju meja akad, di iringi para pendamping pengantin.
Rya tampak cantik dengan gaun dan hiasan melatinya. Siger khas sunda membuatnya semakin terlihat anggun. Rya duduk di samping Boy dan mereka mulai menanda tangani berkas-berkas pernikahan.
Boy terpaku dengan keindahan wajah Rya yang sekarang sah menjadi istrinya, ia tak henti-henti memandang wajah Rya dan tersenyum.
Kemudian Rya dan Boy bersimpuh, sungkem kepada para orang tua. Semua tamu terpaku menyaksikan pemandangan haru itu.
"Selamat sayang, semoga bahagia selalu yaa.. jadilah wanita yang selalu menyejukan suaminya, ulah ngaraja keur bagja, ulah ngeluh keur ripuh." Wejangan untuk pengantin baru itu dari Chandra. "Boy jaga Rya selalu yaa.. om percayakan Rya sama kamu.." mereka bergantian saling memeluk.
"Jadi lah suami yang hebat dan bertanggung jawab Boy, kuat kan bahu mu untuk memikul tanggung jawab barumu.. selamat untuk kalian berdua, semoga bahagia selalu menyertai kehidupan kalian." ujar Wira.
"Bahagia selalu anak-anak mama.. Semoga rumah tangga kalian rukun dan bahagia." ujar Rena.
__ADS_1
"Selamat yaa, mama ikut berbahagia untuk kalian. Semoga kalian hidup bahagia selamanya." ujar Monik.
Mereka saling berpelukan dan menyelipkan doa-doa.
Prosesi pernikahan sudah dilakukan, lalu Boy dan Rya duduk di pelaminan, semua orang bersalaman dan mengucapkan selamat.
Kemudian Mata Rya tertuju pada sahabat-sahabatnya yang melambaikan tangan sambil tersenyum, mereka sedang berjalan menuju pelaminan.
"Whaaaa.. selamat beb mwach mwach" Dine cipika cipiki. "Selamat Boy.. happy always yaaa.. Gak nyangka kalian bakal kawin muda.." ujar Dine.
"Congratss Ryaaa.." ucap Mytha sambil cipika cipiki juga. "Congratss Boy.. i'm so happy for u two.."
Begitupun Marcel dan Vano, mengucapkan selamat untuk kedua pengantin. Namun ada yang berbeda saat giliran Vano. Ia hanya menyalami dan memberi selamat pada Rya dan melewati Boy begitu saja.
Boy yang merasa tersinggung ingin menghajar Vano saat itu juga, namun gerakannya langsung di tahan oleh Rya.
"Sabar honey.." ucap Rya sambil menggenggam tangan Boy kemudian menatap sahabat-sahabatnyaya mengucapkan terimakasih.
Semua orang menikmati acara pernikahan sederhana itu, mereka menikmati hidangan dan berbincang-bincang santai sebelum akhirnya acara itu selesai, karna Boy dan Rya tidak mengadakan pesta resepsi jadi acaranya hanya sampai siang hari.
__ADS_1