
Bi Waty, bi Sary dan Rya sudah siap ber-action ala-ala untuk menerjang penyusup yang baru saja masuk. Bi Waty terlihat sudah siap dengan sapu lidi, Bi Sary sudah siap dengan tongkat yang ia temukan dibelakang sementara Rya sudah siap memegang sebuah semprotan serangga.
Mereka bersiap dengan cara bersembunyi disudut ruangan yang gelap karna malam hari lampu dirumah Rya selalu diredupkan.
"Mana non ndak ada siapa-siapa?" bisik Bi waty.
"Ssstt.. tunggu aja!" jawab Rya sambil berbisik juga.
"Hoaaamm, saya ngantuk non.. kenapa gak ajak pak Karyo aja sih.." sahut bi Sari.
"Mereka kan di depan, gak keburu kalo ngasih tau satpam! eh tapi kalo ada yang jaga kok dia bisa masuk yaa?" tanya Rya sedikit heran.
"Jangan-jangan....."
"Ssssttt.. sssstttt.. itu non!" ucap bi Waty saat melihat sosok pria berpakaian serba hitam yang berjalan mengendap masuk dan hampir melewati tempat persembunyian mereka.
"Langsung maju Bi, pukulin cepetan! Aku mau nyalain lampu bentar." ucap Rya.
"Tapi non.." jawab kedua Art kompak.
"Udah cepet!" imbuh Rya.
__ADS_1
Dengan takut dan sedikit gemetar para Art itu menuruti perkataan Rya, dengan pelan tapi pasti duo Art itu melangkah menuju penyusup daaaaaaan..
Plak.. tuk.. Plak.. tuk..
"Hayo lho, mau kemana.. Hayoooo.." ucap bi Waty sambil sibuk memukuli orang itu.
"Mati koe.. kyaaaaaa!!!" ucap bi Sary yang juga sibuk memukuli dengan semangat.
Rya sudah menyalakan lampu sehingga kini ruangan itu jadi terang dan terlihat lah duo Art yang sedang melakukan KDRT.
Pria itu nampak kewalahan karna duo Art memukulinya tanpa jeda, ditambah bi Waty yang memukulnya dengan sapu lidi membuat lidi itu menusuk-nusuk di wajahnya bahkan hampir mengenai matanya juga. Pria itu nampak pasrah hanya dengan memakai kedua tangan sebagai tameng wajahnya.
Rya pun mendekat kemudian menarik hoodie yang menutupi kepala orang asing itu, namun tetap saja wajahnya tidak terlihat karna ternyata orang itu memakai masker juga.
Duo Art yang merasa kaget dan juga takut langsung mundur satu langkah namun dengan sigap Rya menyemprotkan semprotan serangga yang sejak tadi ia genggam.
Srreeetttt.. Rya menyemprotkan nya tepat didepan hidung pria itu dan itu sukses membuat orang itu terbatuk karna engap.
Pria itu membuka masker nya sambil terus terbatuk dan berlari pergi dari kerumunan tiga wanita yang menghadangnya.
Sementara Rya mematung saat melihat wajah orang asing itu sekilas sebelum pergi. Apa gue gak salah liat? gak.. ini gak mungkin! Gumam Rya dalam hati.
__ADS_1
"Piye toh bukanya ditangkap!" gerutu bi Sary saat orang itu sudah pergi.
"Kamu tuh bukanya langsung hajar aja, bukanya dulu kamu pernah belajar silat!" timpal bi Waty.
Sementara Rya hanya terdiam dan mengulang kembali memory nya untuk mengingat apa yang baru saja terjadi. Vano.. itu Vano.. gak mungkin aku salah liat! tapi kalo emang dia ngapain dia kesini kayak maling gitu? Gumam nya dalam hati.
"Ada apasih berisik banget?" teriak Boy di ujung tangga dengan suara sedikit serak karna baru bangun tidur.
Ketiga wanita itu kompak melirik ke arah Boy yang perlahan menapaki satu persatu anak tangga kemudian menghampiri mereka.
"Ada apa bi?" tanya Boy kepada Art, bukan kepada Rya.
"Anu tuan, barusan ada maling." jawab bi Waty.
"Maling?" ujar Boy heran.
Kemudian duo Art itu menjelaskan semuanya dimulai dari saat Rya menggedor pintu mereka. Boy hanya menyimak kemudian berjalan keluar rumah. ia langsung menemui pak Karyo di pos satpam dan ternyata pak Karyo baru saja tiba saat Boy sudah berdiri di pos.
"Dari mana aja pak?"
"Mm.. Anu tuan saya habis makan nasi goreng di depan!"
__ADS_1
"Kenapa bisa ada orang masuk rumah saya!"
Pak Karyo hanya diam saat Boy memarahinya, setelah itu Boy yang merasa mengantuk akhirnya memutuskan untuk melanjutkanya besok.