
Rya tidak bisa menahan air matanya lagi, air mata yang sejak tadi dibendung akhirnya tumpah membasahi pipi dan rambutnya karna posisi Rya tertidur miring.
Boy yang menyadari istrinya menangis langsung bangun dari posisinya dan melihat wajah Rya. "Sayaaaang, kok nangis? kamu pasti parah banget ya sama aku? atau kamu benci sama aku?" Boy mengusap rambut Rya dan menaruhnya dibalik telinga, sekarang mata Boy ikut merasa panas.
hiks.. hiks.. hiks.. Rya semakin terisak dalam tangisanya.
"Sayaaaaang..cup cup.. udah dong jangan nangis, iya aku salah.. aku minta maaf.." Boy membalikan tubuh Rya dan tak terasa ada cairan bening yang keluar dari ujung matanya mendapati Rya yang sangat bersedih dan menangis pilu.
Tanpa menolak Rya membalikan badanya dan masuk kedalam pelukan Boy yang merentangkan tanganya. Tangisan Rya semakin pecah dalam pelukan Boy, Rya tak mengatakan satu patah kata pun.
Boy mendekap istrinya sambil memejamkan matanya yang terasa perih, Boy ikut menumpahkan air mata yang sudah tak bisa di bendung lagi. "Sayaaaaang.. maafin akuu.. aku mohon maafin aku.. kamu boleh hukum aku, apapun itu aku terima asal jangan tinggalin aku. aku gak bakalan sanggup kehilangan kamu.."
Mendengar perkataan Boy membuat Rya mempererat pelukanya, tangis nya tidakk bisa berhenti begitupun Boy. Mereka sama sama menangis..
Hingga..
__ADS_1
Beberapa saat kemudian tangisan itu mulai reda, Boy mengusap air mata Rya dan air matanya juga. Kemudian Boy mengambil tissue dan menekan hidung Rya yang merah karna lama menangis.Boy kembali menata rambut Rya dan mengecup lama kening Rya.
"Jangan tinggalin aku lagi Boy, aku takuuut.." Ucap Rya lirih.
"Gak akan sayang, aku janji.. Aku juga gak bakal biarin kamu nangis lagi. aku sayaaaang banget sama kamu."
Mereka saling berpelukan dan berbicara dari hati ke hati lalu mereka sepakat untuk melupakan apa yang sudah terjadi, Rya memaafkan Boy dan mereka akan memperbaiki hubungannya.
Boy beranjak dari tempat tidur kemudian memberikan segelas air untuk Rya. Rya mengambilnya kemudian menenggaknya sampai habis. Rya duduk di tepi ranjang sambil mengatur nafasnya yang sesenggukan.
"Aaaawh.." Rya meringis.
"Perut aku gerak gerak, baby nya nendang.." ucap Rya sambil tersenyum tipis dibalik wajah nya yang sembab.
"Whaaaa yang bener.." Boy menaruh gelas kemudian menghampiri Rya dan menempatkan tanganya diatas perut Rya. "Dimana? ayo dong baby, papa pengen tau.."
__ADS_1
dug.. dug..
Bayi dalam perut itu seakan mendengarkan ucapan sang ayah, ia langsung bereaksi dan berhasil membuat kedua orang tuanya saling tatap dan tersenyum.
"Beneran nendang, whaa anak papa aktif banget.." Boy terlihat antusias dan mengecup perut buncit Rya dan terus mengusapnya. Bayi itu sangat aktif di perut sang bunda.
Senyum dan tawa yang sempat hilang kini kembali menghiasi wajah Boy dan Rya meskipun masih sedikit sembab karna mereka sudah menangis hampir satu jam sejak tadi.
kruukukk.. kruukukk..
Bunyi nyaring itu keluar saat Boy menempatkan kepalanya di perut Rya.
"Kamu belum makan yaaa?" tanya Boy dan Rya hanya menggelengkan kepalanya. "Ya ampun, mungkin tadi baby nendang aku terus karna dia demo yaa." ujar Boy yang kembali jenaka. "Mau makan apa sayang? mmhh apa kita makan di luar aja sekalian dinner gitu hehe.."
Rya setuju, kemudian mereka pun bersiap. Rya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Diam-diam Boy menghubungi rekan nya yang mempunyai sebuah Restaurant di jakarta, Boy memintanya untuk mensetting acara makan malamnya dengan Rya malam ini. Tak lupa Boy juga memesan sebuah bucket bunga mawar kesukaan Rya.
Mulai hari ini Boy berjanji akan menjadi Boy yang selalu membahagiakan Rya, istrinya.