
Hari terus bergulir menjadi minggu, minggu bergulir menjadi hitungan bulan.. Dan tepat hari ini usia pernikahan Rya dan Boy menginjak tahun ke dua. Keluarga kecil yang jatuh dan merangkak itu kini sudah bisa berdiri dan mulai berjalan. Pahit manis sebuah bahtera rumah tangga sudah mereka lalui dan rasakan, semua hal yang tidak mereka duga sebelumnya. Mereka bersyukur atas hidup yang memberi begitu banyak hikmah didalamnya.
Usaha Boy kian laris, Cafe kecil itu sudah direnovasi menjadi lebih luas dan memiliki lantai 2 tingkat. Boy juga sudah menambah karyawan untuk bekerja di tempat usahanya itu, Benar-benar kemajuan yang sangat pesat..
Sementara Rya.. Dirinya kini sudah berada dikamar yang nyaman, dapur dan ruangan yang cukup luas. yaaaa... Boy membawa keluarga kecilnya itu pindah dari Istana kecil yang menjadi saksi perjuanganya sampai ke titik ini. Meskipun tidak terlalu wah, tapi setidaknya ini sudah lebih baik dari sebelumnya.
Dan Barel, bayi mungil itu kini sudah berusia satu tahun tujuh bulan. Bayi itu sudah bisa berjalan dan makan dengan beberapa giginya yang sudah muncul. Bayi itu tumbuh dengan sehat dengan perkembangan yang sangat baik.
Hari ini ketiganya berencana untuk pergi jalan-jalan untuk merayakan Anniversary pernikahan, Boy akan membawa Rya dan Barel untuk sekedar menghabiskan waktu dan makan malam bersama.
Boy terlihat sedang memanaskan mobil di depan rumahnya. Mobil? bukannya Boy cuma punya motor? iya.. tapi sekarang Boy sudah menambah kendaraan dirumahnya, sebuah mobil berwarna putih yang masih kreditan.
"Sayang.. udah siap belum?" teriak Boy sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.
"Udaaah.. Bentaar lagi.." jawab Rya yang masih sibuk merapihkan dirinya dan Barel.
"Kok udah tapi bentar lagi sih?" tanya Boy heran.
"Akukan dandanin Barel juga, sabar dong.." jawab Rya yang sedang memakaikan sepatu di kaki Barel yang sudah mulai tidak bisa diam. "Bareeel sayang, diem dong.. Bunda jadi susah nih, ayo cepet kitaaa mau berangkat.." tambahnya sambil menahan Barel yang sudah ingin kabur dari hadapan sang bunda.
"Duh, jagoan ayah udah gak sabar yaa.. Sini ayah gendong.. pake dulu sepatunya yaaa, anak pintar.." ujar Boy sambil menghampiri putranya yang memang sangat aktif itu. Dan detik selanjutnya Rya jadi lebih mudah untuk memakaikan sepatu di kaki Barel.
"Udah, yuk.." ucap Rya sambil menyambar tas yang berada diatas kasur.
Dan ketiganya pun akhirnya berangkat menuju sebuah mall, mereka memilih tempat itu karena terdapat kidzoona atau tempat bermain dalam ruangan didalamnya.
Sesaat setelah tiba, keluarga kecil itu langsung menuju tempat bermain anak itu untuk menyenangkan Barel. Boy dan Rya menemani sang anak yang nampak antusias dengan tempat yang dikunjunginya.
"Barel udah gede aja, ya sayang.." ucap Boy yang duduk bersebelahan dengan Rya sambil memperhatikan Barel yang bermain dengan bola-bola.
"Iya, hon.. perasaan baru kemaren dia lahir.." ucap Rya sambil tersenyum.
"Udah cocok kayaknya kalo Barel jadi kakak.." sahut Boy yang juga tersenyum sambil masih memperhatikan Barel.
"Eh eh eh.. bilang apa barusan?" tanya Rya sambil menoleh ke arah Boy.
"Aku mau kita ngasih adik buat Barel, aku mau punya anak banyak.." ujar Boy menjelaskan.
"Barel 2 tahun aja belom hon, kok udah ngomongin nambah baby lagi sih?"
"Aku kan anak tunggal, katanya kalo anak tunggal pasti anaknya banyak.. gitu.."
"Ngarang!"
"Serius.. Kamu gak mau ngandung anakku lagi emang?"
"Bukan gitu, hon.. nanti aja kalo Barel udah masuk Tk atau udah SD baru kita kasih dia adik.. Anak tuh kan bukan dicetak doang, harus di didik harus ini harus itu.. Akujuga masih kewalahan ngurus Barel.."
"Barel 2 tahun pokoknya kita program anak ke dua."
"Udah ah, aku mau nemenin Barel main.. kok malah debat adik buat Barel sih.."
Rya menghampiri Barel dan menemaninya bermain sementara Bou yang masih duduk hanya tersenyum dan memperhatikan dua orang yang sangat berharga dihidupnya itu. Boy kemudian mengambil gambar Rya secara diam-diam agar ekspresi keduanya terlihat natural, dan setelah cukup banyak Boy pun ikut bermain bersama Barel dan sesekali mengambil potret bertiga.
.
.
.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian..
Barel terlihat sudah lelah bermain, terlihat dari keringat yang mengembun didahinya. Rya yang menyadari itu langsung menghentikan aktivitas Barel.
"Udah ya, sayang mainnya.. duh ampe keringetan gini.." Rya mengusap keringat itu dengan tissue.
"Balel masih mau main bunda.." jawab Bocah itu dengan perkataan yang masih cadel.
"Nanti kita main lagi, sekarang Barel istirahat dulu yaa.." bujuk Rya, Namun bukannya menurut bocah itu malah merengek dan menangis. Memaksa untuk lanjut bermain.
"Lho kok anak ayah nangis sih?" lerai Boy.
"Barel masih pengen main, tapi uda capek gitu keliatannya.." jelas Rya.
"Barel sayang.. udahan yaa.. nanti kita main lagi.. Barel mau ice cream gak? atau mau car bumble bee? ayah beliin yuk?"
Dan seketika Barel berhenti menangis dan mengangguki perkataan Boy, Boy memang selalu pandai membujuk copyan nya itu.
Selesai bermain dan membujuk Barel untuk makan sebelum membeli ice cream dan bumble bee yang Boy janjikan, akhirnya bayi mungil itu tertidur diatas stroler karna memang kelelahan juga kekenyangan. Rya dan Boy hanya menggeleng dan tersenyum melihat tingkah anaknya yang semakin aktif dan menggemaskan.
***
Selesai wara-wiri diMall dan membeli beberapa keperluan mereka bertiga, akhirnya mereka sampai dirumah. Rumah dengan desain modern dan minimalis 2 lantai itu berhasil menjadi bukti bahwa Boy sudah sukses sekarang. Setelah melalui lika-liku dan pahit manis kehidupan, merangkak hingga bangun dan kini bisa berjalan.
Sebuah kisah juga pengalaman hidup yang sangat berarti dan takkan mungkin hilang dari ingatan.
Biarlah menjadi sejarah.
Tepat pukul 7 malam mereka tiba, Boy langsung memangku Barel yang masih terlelap di car seat portable nya.
"Duh anak ayah, pules banget nak.." ucap Boy sambil membawa Barel ke pangkuannya. "Berat juga yaa, dia sekarang." tambahnya.
"Yaudah masuk, yuk.." ajak Boy.
Pasangan muda itu kemudian berjalan beriringan menuju pintu utama. Rya membuka pintu dan merekapun masuk kedalam rumah yang baru 3 bulan mereka huni itu.
"Gelap amat, sih. Perasaan sebelum berangkat lampu yang ini aku nyalain, deh." ucap Rya.
"Lupa kali, tunggu bentar." ucap Boy sambil berjalan masuk dan menidurkan Barel ke kamar yang ada di lantai utama.
Sementara Rya hanya celingukan tidak mengerti sambil menenteng beberapa bawaan ditangannya.
Ada yang aneh tapi apa?
"Hon, cepet nyalain, sih. Udah tau aku gak bisa gelap-gelapan..," Panggil Rya yang masih berada didekat pintu. "Hooon, ish.. Berat tauk!!"
"Surpriseeeee.." Teriak Boy berbarengan dengan lampu diruangan ujung sana yang menyala.
Terlihat sebuah meja yang sudah didekor sedemikian rupa, memberikan kesan romantis.
"Sini dong.." panggil Boy sambil menghampiri Rya dan menyalakan semua lampu disana.
Senyuman mengukir wajah keduanya, Boy segera meraih semua bawaan yang Rya pegang, kemudian menggandeng tangan Rya menuju meja yang sudah Boy siapkan.
Tunggu!! Boy yang siapain? kapan? tadi kayaknya gak ada yang ginian? Boy juga kan seharian sama aku🤔
Setelah menaruh bawaan, Boy menarik kursi dan mempersilahkan Rya untuk duduk. "Silahkan, tuan putri." ucapnya sambil melemparkan sebuah senyuman.
"Lebay deh, kamu." timpal Rya sambil menahan tawanya. Sungguh, ia sangat happy hari ini.
__ADS_1
"Tapi saiang, khaaaaan.. cinta, khaaaaaan.." ucap Boy lagi sambil menirukan jargon artis fenomenal.
"Dih, kumat deh alay nya.." ucap Rya sambil menjentikan jarinya.
"Aww, jangan galak dong. Galaknya nanti dikasur aja." ucap Boy diselingi bisikan genit diakhir kata. "Happy anniversary sayang.." tambahnya sambil mengeluarkan sebuket mawar merah yang sudah ia taruh dibawah meja.
"Astaga!! kamu kok inget? aku malah gak inget lho, serius." ucap Rya tidak percaya.
"Sibuk banget ya, neng. Sampe lupa gitu.." sindir Boy, namun tetap ada gurat senyum disana.
"Emang tanggal 22 tuh sekarang ya? bukannya lusa?" tanya Rya sambil mengecek ponselnya, dan yaaa, ponsel Rya juga mengingatkannya bahwa hari ini menunjukan hari jadi pernikahan mereka. "Yaampun, Honey! sorry.. ia yaaa, Anniversary kita tuh sekarang.." tambahnya saat menyadari memang hari ini tanggal pernikahan mereka.
"Ini hadiah kecil buat mamah muda yang gemesin, hebat, pinter masak, kriuk-kriuk, endulita." ucap Boy sambil menyodorkan Box berwarna merah ber-bludru.
Rya pun tersenyum sambil menerima hadiah dari Boy. Rya langsung membuka kotak itu. "Waahh.." kata pertama yang muncul saat Rya melihat isi kotak itu, satu set perhiasan emas putih dan sepertinya bertahta kan berlian, mereun 😁 . "Makasih lho, Hon. Tapi apa gak berlebihan ini?"
"Itu gak seberapa sama apa yang udah kamu lakuin dan kasih ke aku sama Barel.. Makasih ya sayang, udah jadi istri yang pengertian, istri yang sabar. Selama 2 tahun ini, aku belajar banyak hal sama kamu.. Dan aku bahagia, Pokoknya kamu wanita terhebat buat aku.."
Kata-kata pujian dari suami sebetulnya lebih berharga dari sekotak set perhiasan, tapi kalo dikasih perhiasannya juga gak nolak sih😅
"Kamu juga, makasih udah jadi suami yang siaga, kamu udah kerja keras banget sampe kita kayak gini.." balas Rya sambil tersenyum dan meraih punggung tangan Boy yang nganggur diatas meja. "Tapi aku gak beli hadiah buat kamu, gimana dong?"
"Yaaahh,, curang. Masa gaknada hadiah buat aku?"
"Kan aku lupa, aku kira anniv kita tuh lusa.."
"Oke, aku maafin. Tapi hadiah nya boleh request ya?"
"Apa? jangan yang aneh-aneh lho!"
"Aku minta adik buat Barel." ucap Boy sambil memyodorkan 4 ticket pesawat.
"Hah?"
"Gak boleh nolak suami, dosa."
"Biarin, dosa aku kan ditanggung kamu."
"Gak mau nih? terus aku minta ke siapa dong kalo kamu gak mau?"
"Ish!! awas ya kalo macem-macem." ancam Rya dengan tatapan tajam. "Kok udah beli ticket ajasih? empat lagi?"
"Kita belated honeymoon. (bulan madu yang tertunda) dulukan kamu minta babymoon, aku belum wujudin kan.. Nah.. sekarang nih.. tapi karena baby nya belom ada, jadi kita honeymoon dulu. Tar kalo udah jadi, baru deh babymoon."
"Honeymoon gimana sih. Barel sama siapa oyy?"
"Sama dia nih.."
Bi.. panggil Boy. Entah memanggi siapa, jelas-jelas rumah itu hanya dihuni mereka bertiga. Boy, Rya, Barel.
"Taaadaaaaa.."
"Bu Nani?" ucap Rya sambil berdiri saat melihat orang yang Boy panggil tadi. "Bu Nani kapan dateng kesini? kok gak nelpon Rya dulu, sih?"
"Bu Nani sekarang jadi bibi disini, biar ada yang bantu dan nemenin kamu kalo aku lagi kerja.. ya kan bi?"
***
🤗🤗🤗
__ADS_1
Tamat jangan?