Pasangan Muda

Pasangan Muda
Ketakutan


__ADS_3

Boy pamit pergi ke kantor lebih awal, dan Rya mengantar Boy sampai teras setelah selesai sarapan. Rya mencium tangan Boy dan Boy mengecup kening Rya. Rutinitas wajib setiap pulang dan pergi ngantor.


"Nanti kabarin yaa, kalo mau berangkat ke dokter.." ucap Boy.


"okay honey.."


"Aku berangkat dulu.. byeee.." Boy berjalan dan melambaikan tangan.


"Hati-hati.." Rya meambaikan tangan dan tersenyum, melepas suaminya untuk bekerja.


Setelah Boy pergi, Rya kembali masuk untuk bersiap-siap, ia akan pergi ke dokter kandungan bersama Lita. Rya berjalan perlahan sambil mengelus lembut perutnya yang mulai menonjol Tapi tiba-tiba mata Rya menemukan sebuah kotak di sudut teras, ia menatap lalu bergegas menghampirinya.


"Paket buat siapa yaa?" tanya Rya sambil membolak balik kotak. "Tapi kok gak ada namanya?"


Rya memilih untuk membawanya masuk lalu meletakan kotak itu di meja makan. Rya bertanya apakah ada yang memesan sesuatu karna kotak itu tak bertuan.


"Buuuu.. ibuuuu.." teriak Rya.


"Iaa.. ada apa sayang?" Lita menghmpiri Rya.


"Ini ada paket, ibu mesen sesuatu?" tanya Rya.


"Eh nggak kok.. ibu gak mesen apa-apa.. Mungkin punya Boy kali.." ucap Lita.

__ADS_1


"Tapi di kotak ini gak ada tulisan nama sama alamat bu,.." ujar Rya sambil masih membolak-balik kotak itu. "Hmm kalo aku yang buka gapapa kali ya?"


"Buka saja biar tidak penasaran.. di kirim kesini berarti untuk orang-orang disini.." ujar Lita.


"Baiklah.."


Rya mengambil gunting dan mulai membuka kotak itu perlahan dengan rasa sangat penasaran.


"Aaaaaaa..." Rya berteriak histeris.


"Kenapa Ryaaa.. ada apa?" Lita ikutan panik.


"Itu bu liaaaat.." Rya menutup wajahnya.


"Astagaaaa apa maksud nya ini." Lita memegang boneka jerami yang di tancapi paku di dada nya, ia juga menemukan foto Rya dan Boy, bagian wajah Boy terlihat hancur karna goresan serta ada bercak merah. Lita langsung melemparnya dan menutup kotak itu.


"Bi.. biiiii Wati... bi Sariiiii.." Teriak Lita.


"Ia nyonya ada apa?"


"Sudah berulang kali saya bilang jangan panggil nyonya! itu..... tolong keluarkan kotak itu dari rumah ini.." ujar Lita.


Sementara Rya masih menutup wajahnya, tubuh dan tangannya masih gemetar.

__ADS_1


"Baaik bu Lita.." Bi sari mengambil kotak itu lalu menaruhnya di belakang rumah.


Lita menghampiri Rya dan mengusap bahunya. "Udah sayang gak perlu mikir yang aneh aneh, paling itu kerjaan orang iseng." ujar Rya.


"Aku takut terjadi sesuatu sama Boy, sama aku sama calon anak aku.. gimana ini buuu.." Rya langsung memeluk Lita.


"Ssssstt kalo kamu mikir jelek tar kejadian nya jelek, mending sekarang kamu siap-siap.. kita kan mau ke dokter." Lita coba menenangkan.


Rya mengangguk dan bergegas ke kamarnya, tatapannya setengah kosong pikirannya terus ke kanan kiri, Ia berganti pakaian sambil terus memikirkan kotak itu.


Kotak apa itu?


Kenapa ada foto aku sama boy?


Siapa yang ngirim?


Kenapa wajah boy di ancurin?


Kenapa jerami nya di paku?


Rya bertanya-tanya.


Setelah selesai bersiap Rya mengusap perut dan memejamkan mata, ia berharap semoga tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

__ADS_1


Rya menelpon Boy, memberitahu bahwa dia akan berangkat sekarang. Setelah selesai Kemudian Lita dan Rya pergi ke dokter memenuhi jadwal pemeriksaan kandungan. Rya merasa senang namun tetap merasa gelisah karna kejadian tadi pagi.


__ADS_2