Pasangan Muda

Pasangan Muda
Gatot


__ADS_3

Malam hari..


Boy pulang ke rumah lumayan larut, karena sekarang selain mengurus kafe dia juga harus mengontrol perusahaan Atmadja. Sebetulnya Boy tidak mau berkutik dengan urusan perusahaan lagi, namun saat kepergian papa Wira, lelaki itu meninggalkan sepucuk surat khusus untuk dirinya.


Surat itu mengatakan bahwa lagi-lagi Wira merasa bangga terhadap putra semata wayang nya yang terlihat sukses di usia muda. Juga sudah menjadi suami dan ayah yang sangat hebat di matanya. Pujian-pujian itu kembali Boy dapatkan didalam sepucuk surat, persis seperti ungkapan-ungkapan Wira di detik-detik terakhirnya.


Lembar berikutnya Wira mengatakan bahwa perusahaan itu sudah diwariskan kepada Boy. Ya memang untuk siapa lagi? Boy anak satu-satunya di keluarga itu. Wira meminta Boy untuk melanjutkan perusahaan itu.


Namun karena melihat gelagat Boy yang sepertinya tidak tertarik dengan dunia perusahaan, ditambah kejadian kesalah pahaman beberapa tahun lalu, sebisa mungkin wira memaksa agar perusahaan itu diteruskan. Jika Boy tidak mau setidaknya untuk Barel, katanya.


Lelaki itu jadi harus mau tidak mau mengemban tanggung jawab atas perusahaan.


Sementara Rya..


Dia sedang rebahan dikamar Barel, selain menunggu suaminya pulang wanita itu sedang menatap buah cintanya yang sudah tertidur karena lelah seharian bermain dengan Mama Rena. Merasai ke-tidak nyaman-an atas hadirnya Mama Rena ditengah-tengah keluarganya. Bukan karena kehadirannya, lebih tepatnya lagi karena sikapnya yang sangat menyebalkan itu.


Pertengkaran kecil tadi masih saja terngiang. Untuk pertama kali Rya berani melawan dan mengutarakan isi hati setelah berbulan-bulan wanita itu tinggal bersamanya. Moodnya jadi gampang berantakan karena sikap mertuanya itu.


"Bun?" suara seorang lelaki memanggil sambil membuka pintu. "Oh di sini ternyata, ayah nyariin di kamar tumben gak ada." tambahnya sambil melangkah masuk.


"Eh ayah udah pulang.." Rya bangkit dari kasur kemudian mengulurkan tangan meminta tangan Boy untuk di kecupnya.


"Tumben belum tidur?" tanya Boy sambil menatap wajah istrinya.

__ADS_1


"Tadi abis ngelonin Barel, jadi tiduran dulu deh di sini.." Rya menyimpulkan sebuah senyuman. "Mau mandi? udah makan belum?"


"Mau mandi aja kayaknya, makan sih tadi sore udah dikantor."


"Yaudah aku siapin dulu ya.." ujar Rya sambil beranjak menuju kamar untuk menyiapkan rendaman air hangat di bathup.


Detik selanjutnya pasangan muda itu berlalu dari kamar Barel, menuju kamar utama yang menjadi tempat privacy mereka.


Selesai menyegarkan diri, terlihat Rya sedang menyiapkan dua cangkir teh di meja juga beberapa cemilan. Seperti biasanya sebelum tidur pasangan muda itu akan menyempatkan waktu untuk mengobrol meskipun hanya 5 menit. Sebagai Qtime setelah melewati hari yang tidak mereka habiskan bersama karena kewajiban masing-masing.


"Kamu kenapa Yang?" tanya Boy saat melihat airmuka bete di wajah Rya.


"Enggak.. emangnya aku kenapa?" Rya malah balik bertanya.


"Nggak, Hon!! aku nggak bete sumpah.." Rya mengajukan dua jari membentuk huruf V.


Tapi zodiak leo tidak akan pernah bisa berbohong, semakin mengatakan tidak apa-apa justru malah semakin terlihat ada apa-apa.


Rya memang sangat merasa bad mood malam ini dan tentu itu karena adu mulut dengan Mama Rena tadi pagi. Rya sebenarnya tidak mau memberitahukan Boy soal keadaan di rumah, memberitahukan Boy bagaimana sikap Mama Rena yang asli pada Rya saat lelaki itu tidak ada dirumah. Rya tidak ingin mengadu, takut-takut hubungan antara anak dan ibu itu kembali renggang.


Rya memilih untuk memendamnya sendiri, tapi ternyata lelaki itu bisa membaca airmuka dirinya. Padahal sebisa mungkin Rya menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Itu kok bibirnya manyun gitu?" ujar Boy sambil ikut menirukan wajah Rya yang memang menunjukan rasa bete yang ditutup-tutupi.

__ADS_1


"Mana yeee, ngarang kamu tuh!!"


"Hmmp, apa minta dicium kali ya?" ujar Boy dengan seringai mesumnya.


"Dih itumah kamu aja kali yang pengen!!" Rya mendelik sambil meraih cangkir teh, merileks kan sejenak rasa badmood yang sebenarnya memang susah ditutupi.


"Emang pengen.." Boy mendorong tubuh Rya diatas sofa panjang itu, membuat wanita itu kini berada dibawah kungkungannya. "Bikin Barel junior yuk biar bete nya ilang." ujar Boy seperti mengajak teman bermain petak umpet.


"Ih berat tau, Hon!! gak sadar body main tindih aja.." Rya sedikit berontak membenarkan posisinya.


Detik selanjutnya lelaki itu langsung menyambar bibir yang menjadi candu baginya, memulai aksi untuk menuju adegan yang lebih intim lagi.


Cap..cip..cup Mereka berdua berpagutan.


Semakin lama semakin panas, Boy mulai membuat tanda-tanda merah dileher Rya. Tangannya juga mulai me-re-mas bongkahan gunung favoritnya.


"Stop Hon.." Rya terengah sambil melepaskan diri dari cumbuan Boy. Membuat Boy yang tengah asik seketika berhenti dan menatap Rya.


"Aku lagi datang bulan!!!"


Yaaaaaah... gatot 😭😭😭


**

__ADS_1


Jempol sama komennya dong shayy!!!


__ADS_2