
Kehamilan Rya semakin tua dan semakin mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir) namun Boy tidak memiliki tabungan untuk persiapan Rya melahirkan. Boy dan Rya kemudian sepakat untuk menemui ke dua orang tua mereka untuk meminta bantuan.
"Kamu yakin mau ikut?" tanya Boy kepada Rya saat mereka akan memasuki gerbang rumah Atmadja.
Rya hanya menoleh kemudian tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Iya, aku ikut." ucapnya.
"Tapi kalo ada ucapan yang kurang enak didenger, jangan di masukin ke hati yaa.." ujar Boy wanti-wanti. Pasalnya sejak kejadian Boy menyebabkan masalah di perusahaan sikap mama Rena tiba-tiba saja berubah.
lagi-lagi Rya hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu mereka berdua pun mulai memasuki kediaman Atmadja. suasana hening seketika saat mereka mulai berjalan di halaman luas itu, pikiran mereka menerka-nerka apa yang akan terjadi di dalam nanti.
Ting Tung (suara bel rumah)
Boy beberapa kali memencet tombol merah di depan pintu utama, namun sekian menit pintu itu tidak juga dibuka. Boy tahu bahwa kedua orang tua nya berada di dalam, mungkin karna mereka melihat Boy dan Rya di layar deteksi wajah yang terpasang mereka enggan membukakan pintu.
"Mama sama papa lg pergi kali.." ucap Rya saat melihat Boy terlihat gusar dan kesal. "Kita pulang aja yuk.. nanti kita kesini lagi kalo..."
"Mereka ada dirumah, sayang. Aku tau jadwal mereka!" Ucap Boy sambil terus menerus menekan Bel. Tanpa putus asa Boy terus berusaha sampai akhirnya pintu itu dibuka juga.
"Aden? kemana aja Yaampun mbok kangen." ucap mbok Sri yang membuka pintu lebih lebar dan langsung memeluk Boy. "Whaa, perutnya makin besar. Berapa bulan non? ayo.. masuk..masuk"
"Mama sama papa di rumah kan?" tanya Boy menepis basa basi mbok sri.
"Mm anu den.. ada.. di dalam ada.." Mbok sri tidak melanjutkan kata-katanya karena Boy langsung masuk dan menarik tangan Rya.
Boy dan Rya berjalan beriringan menuju ruang tamu, dan betapa terkejutnya mereka berdua karena bukannya mendapat sambutan hangat dari orangtuanya, mereka malah melihat ada Clara yang sedang duduk di samping mama Rena.
"Hay, Boy.." sapa Clara sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. dan yaa, Clara hanya menyapa Boy dan melupakan Rya yang ada disamping Boy.
"Ada apa kalian kemari?" ucap mama Rena dengan ketus. Mama Rena bahkan tidak menyambut atau sekedar menanyakan kabar anak dan menantunya yang bertandang, mempersilahkan duduk saja tidak.
"Aku mau ketemu papa." jawab Boy tanpa menghampiri Rena dan menyaliminya.
__ADS_1
"Papa sibuk di ruang kerja." ucap mama Rena dengan nada yang sama.
"Aku nemuin papa dulu ya,.." bisik Boy pada Rya yang berdiri di sampingnya. "Kamu tunggu di kamar aku aja.. Yuk." tambahnya sambil mengajak Rya beranjak dari ruang tamu.
"Kamar kamu lg di renovasi, Rya nunggu disini aja." timpal mama Rena yang mendengar percakapan anak dan menantunya itu.
"Nggak!" jawab Boy spontan. ia tahu gelagat mama Rena yang terlihat membenci Rya karna mama Rena menyalahkan Rya yg tidak becus jadi seorang istri. Rena menganggap Rya penyebab masalah kekacauan perusahaan. Apalagi sekarang ada Clara, Boy sudah menerka apa yang akan terjadi. "Kamu ikut aku aja ke ruangan papa." tambah Boy.
"Hon. aku disini aja.. gak paApa kok.." sahut Rya.
"Bener kamu gak paApa?" tanya Boy.
"Iya, di sini kan ada mama. Hm Clara juga." ucap Rya.
"Yaudah, aku sebentar kok nemuin papa. Nanti kita langsung pulang." ucap Boy sambil tersenyum.
Boy akhirnya meninggalkan Rya bersama mama Rena dan Clara di ruang tamu. Ia segera bergegas menuju ruangan papa Wira supaya niatnya meminta bantuan bisa segera selesai.
Boy mengetuk pintu ruangan kerja pala Wira kemudian masuk. Ia melihat papa Wira sedang berkutik di depan layar komputer yang berada di atas meja.
"Boy.." sahut papa Wira yang menilik ke arah Boy. Boy menyalimi papa Wira, dan papa Wira menyambutnya dengan hangat. "Rya gak ikut?" tanya nya.
"Rya dibawah, sama mama." jawab Boy dan papa Wira hanya berOooh panjang.
"Gimana keadaan kalian sekarang?" tanya papa Wira.
"Boy masih dibawah, belum bisa ngerangkak apalagi jalan." jawab Boy yang duduk di hadapan papa Wira. "Paa, aku mau minta bantuan lagi. Boy gak punya dana buat persiapan Rya lahiran." timpalnya tanpa basa basi.
Sejenak papa Wira menarik nafas panjang. "Keuangan papa juga belum kembali stabil, Boy. apalagi sekarang mama kamu jadi polisi dapur yang ketat banget. papa gak bisa berbuat banyak."
"Lahiran Rya tinggal menghitung hari paa, Boy mohon."
__ADS_1
***
Boy dan papa Wira masih berbincang, sementara Rya masih saja berdiri di tempat semula. Mama Rena benar-benar berubah. Padahal dulu dirinya sangat menyayangi Rya. Rya yang merasa canggung hanya bisa berdiri menopang tubuhnya yang terasa berat, kakinya bahkan terasa kebas sekarang.
"Lho, non Rya kenapa masih disitu? duduk non.." ajak Mbok Sri yang membawakan minuman.
Rya tidak menolak tawaran mbok Sri, tadinya ia akan duduk di belakang saja bersama mbok Sri namun karna kakinya sudah kebas ia pun akhirnya duduk di runah tamu bersama mama Rena dan Clara.
ughh Pekik Rya saat berhasil mendudukan dirinya di sofa. Kakinya langsung kesemutan sekarang.
"Andai aja Boy belum nikah, pasti dia masih sama kamu. Dan Boy pasti hidup bahagia.." ujar mama Rena sambil tersenyum.
"Ah tante, bisa aja.." sahut Clara.
Cih, mereka berbincang seolah tidak ada Rya disamping mereka.
"Maksud mama apa yah?" timpal Rya yang risih akan ucapan mama Rena.
"Nggak ada maksud apa-apa." ujar mama Rena santai.
"Ada aku lho disini, kok mama gitu ngomongnya?" ucap Rya sambil menahan kesal.
"Fakta aja, Clara lebih cantik lebih positif gitu auranya." ucap mama Rena dengan nada meledek seperti itu.
"Mah!!"
Tiba-tiba saja suara Boy menggelegar membuat 3 pasang mata itu langsung menatap ke arah nya.
"Cukup! mama gak pantes ngomong kaya gitu!" ujar Boy dengan geram. "Rya adalah hidup Boy, kalo mama benci Rya artinya mama juga benci sama Boy! dan kalo mama nyakitin hati Rya, mama lebih nyakitin hati Boy!" Tambahnya.
"Ayo, sayang.. kita pulang.." ujar Boy sambil menghampiri Rya dan mengulurkan tangannya. Rya pun mengikuti intruksi Boy dan mereka bergegas untuk pulang tanpa pamit kepada mama Rena.
__ADS_1
***
Hai hai, masuk group chat yuk biar bisa ngobrol sm author. Berbagi pendapat, Kritik dan saran yang positif yaa❤️❤️❤️