Pasangan Muda

Pasangan Muda
Macan ternak


__ADS_3

Meskipun pulang lumayan larut, tapi pagi-pagi sekali Boy sudah berangkat. Lelaki itu terlihat sangat sibuk setelah mengemban tanggung jawab perusahaan, meskipun ada Marcel yang menjadi kepercayaannya, tetap saja Boy harus selalu banyak turun tangan.


Dan seperti biasa di rumah Rya kini terjadi perang dingin, antara dirinya dan Mama Rena. Si mertua yang maha benar, Cih!


Hari ini Rya berniat untuk mengantar Barel ke kelompok bermain seperti kebiasaannya. Menjadi macan ternak, mama cantik anter anak. Hiya hiya hiya!


"Bu lihat aksesoris tali pinggang aku yang merk ANU nggak?" tanya Rya kepada bu Nani yang memang mengurusi pakaiannya. "Takutnya kebawa ke cuci gitu.."


"Gak ada neng, kalo nyuci kan suka ibu pilah-pilah dulu." jawab Bu Nani yang kini tengah sibuk dengan cucian baru.


"Duh, dimana ya? di walk in closet gak ada, di tempat aksesoris juga ga ada.." Rya kebingungan sendiri mencari aksesoris yang akan di padu padankan hari ini. "Nyelip kali ya? tapi dimana?"


"Coba nanti ibu yang cariin ya, siapa tahu kan emang nyelip.."


"Yaudah tolong ya bu.."


Lalu setelah memasukkan cucian baru ke dalam mesin, bu Nani segera mencari spot-spot untuk mencari tali pinggang yang Rya maksud. Mencari titik titik di mana biasanya aksesoris-aksesoris itu tergeletak.


"Anak yang mau sekolah malah ibunya yang ribet." nah, sindiran mak lampir mulai muncul.


Rya hanya mendelik dan tidak menjawab ucapan Mama Rena.


"Nganterin anak sekolah emang mau dilihat siapa sih sampe harus pakai merk ANU?" menyindir lagi dengan nada yang ketus.


"Harus dong!! aku kan masih muda, suami juga tajir jadi eksistensi mah wajar!!" mulai detik ini Rya tidak akan diam lagi, Rya akan membalas setiap sindiran Mama Rena daripada harus melulu bad mood karena memendamnya.

__ADS_1


"Aneh banget ya Boy bisa cinta banget sama kamu, dikasih tau malah nyolot!!" Mama Rena terlihat melipat tangannya didada.


Heh.. Rya menarik ujung bibir kirinya. "Boy aku pelet mah!!" ucap Rya membisikan kata-kata itu tepat didepan telinga mama Rena yang berdiri didekat anak tangga. Kemudian Rya berlalu begitu saja menuju kamar utama, meninggalkan Mama Rena yang terlihat mendengus sangat kesal.


"Yalord!! Durhaka nggak sih aku ngelawan mertua? Tapi kan dianya yang nyebelin.." Rya berujar sendiri ketika akan memasuki kamar. Mulai serba salah bagaimana harus bersikap.


Daripada terus-terusan berdebat dengan mertuanya itu, Rya dan Barel akhirnya berangkat menuju kelompok bermain. Tanpa berpamitan kepada mama Rena. Hanya Barel yang tadi berbasa-basi pamitan kepada orang tua itu.


Lalu dengan honda civic type R berwarna putih hadiah ulang tahun dari Boy itu mereka berangkat. Mamah muda itu terlihat seperti ibu-ibu sosiale sekarang.


Sebenarnya Rya jarang menunggu Barel di kelompok bermain sampai selesai, dia biasanya hanya mengantar anak itu sampai gerbang sesuai anjuran dari pengelola kelompok bermain. Lalu menjemputnya kembali setelah dua setengah atau tiga jam kemudian.


Namun karena moodnya yang sekarang tidak betah di rumah, untuk pertama kali Rya akan menunggu Barel di kelompok bermain sampai selesai. Entah apa yang akan dia lakukan disana nanti, yang jelas dia tidak mau langsung pulang.


*


Rya merasa sedikit kaku berada di lingkungan itu, karena tidak begitu akrab dengan ibu-ibu yang lain. Dari tadi Rya hanya senyum sendiri saat ada beberapa ibu yang juga sedang mengantar anaknya menyapa. Rya jadi celingukan sendiri sambil membuka hp yang padahal tidak ada notifikasi.


"Nyalon aja kali ya?" ujarnya saat mulai bete.


Kemudian wanita itu mulai mengetikkan sebuah pesan yang ditujukan kepada Boy, suaminya. "Hon aku mau nyalon yaa? bete nih nungguin Barel diplaygroup😒" Seperti biasa Rya selalu meminta izin apapun kepada suaminya terlebih dahulu, meskipun wanita itu memiliki banyak uang yang memang dijatah kan untuknya, tapi itu tidak membuat Rya semena-mena menggunakan uang tersebut.


Ting.


"Dih ngapain nyalon, lagi dateng bulan juga!😒" bunyi pesan balasan dari Boy.

__ADS_1


"Lha emang kenapa? 🙄"


Ting.


"Abis nyalon nanti kan cantik, tapi percuma dong kalau gak bisa dicolek.. 😒"


"🤐"


Ting.


"Hehe boong sayang, aku kan udah bilang kalo mau nyalon mau ini itu juga boleh, gak perlu izin terus. Apa uangnya kurang?"


"Dih gak perlu izin, kalo aku macem-macem emang gak papa?"


Ting.


"Mau macem-macem apa emang? macem-macemnya sama aku aja😛"


"Kamu dimana itu? aku ke kafe deh yaa, sekalian ngajak Dine sama Mytha ngopi bareng."


Ting.


"Okaaaaaay.."


"Wait!!"

__ADS_1


Rya kemudian mulai mengetikan pesan yang ditujukan kepada Dine dan Mytha, meminta sahabatnya itu untuk datang ke Barrack coffe untuk menemaninya nongki ngopi cantik.


__ADS_2