Pasangan Muda

Pasangan Muda
Ngungsi


__ADS_3

Pagi hari


Rya terbangun dari tidurnya, ia membuka mata sambil memegang kepalanya yang sakit sisa mabuk semalam. Kemudian ia melihat ke samping, ada Boy yg sedang tertidur dan menutup kepala nya dengan satu tangan.


Drrrrddd


Drrrrddd


Drrrrddd .... Ponsel Rya bergetar.


Rya beranjank dari kasur dan mengambil hp nya.


Dine "hey Rya! Lu kenapa gak masuk? anak-anak udah nungguin buat bahas party! calling Boy juga. Gue tunggu kalian dicaffe abis pulang sekolah."


Rya melihat jam dan jamnya menunjukan 9:45 . Ia kemudian bergegas mandi untuk menyegarkan diri dan menghilangkan efek dungdeng dikepalanya itu.


Setelah selesai mandi, Rya membangunkan Boy yang masi tertidur dengan posisi yang sama. "heeeey banguuuun.." ucap Rya sambil menggoyangkan tubuh Boy.


"Heeeeeem.." Boy hanya bergumam tanpa membuka mata.


"Bangun udah siang.. Anak-anak nungguin kita dicaffe.." Rya menggoyangkan tubuh itu lagi.


Boy membuka matanya perlahan, namun dengan wajah yang masih di tekuk 😒


"Lu kenapa sii?" tanya Rya sambil mengusak rambut yang masih basah itu.


"Kok lu uda mandi sih.." ucap Boy dengan wajah bete.


"Udah siang Boy, kita terlambat.." ucap Rya


"gak mau tanggung jawab, semalem lu tinggalin gue tidur gitu aja." Boy menekuk wajahnya seolah-olah bete. Padahal aslinya ia berpura-pura. Toh semalam yang membuat wanita itu tidur adalah dirinya, ia hanya tidak ingin membuat Rya mengingat apa yang dia menangis se-begitu pilunya.


"Maksud lu?" tanya Rya heran.


"Dih gak ngaku, enak yaaa tidur pules abis orga*sme!!" Boy membual lagi.


Dan Rya hanya tersenyum, sambil mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.


emg semalem gue bercinta yaaak? huuffftt.. sayangnya gue mabok.. gue jadi gak inget sama sekali!! Gumam Rya


"Berarti semalem lu perkosa gue yak? kan gue mabok?" ujar Rya.


"Merkosa apaan yang ada gue kesiksa tau gak!! Lu yang panas eh udah dapet enaknya malah tidur aja, gak mau tau gue pengennn.." Boy membual seolah semalam mereka melakukan dosa terindah lagi, Boy bahkan merengek seperti anak kecil yg minta permen.


"Apasih.." Rya tertawa geli sendiri. Emang iya yak? Rya bertanya-tanya sendiri.


"Pleaaaase.." Boy merengek lagi, kali ini dengan wajah memelas dibuat-buat.


"Kita harus ke sekolahan sekarang Boy, anak-anak udah nungguin.. ini uda siang banget.." ujar Rya.

__ADS_1


"Lu tega sama siOtong, tuh liat dia berdiri dari semalem gak ada yg ngelonin.." Boy mencebik lagi.


Dan Rya hanya tertawa melihat tingkah Boy yang aneh gitu.


"Udah cepetan mandi, liat tuh udah jam berapa ini!! soal itu biar jadi PR aja." ujar Rya.


Asik!! Gumam Boy. "Awas lu ya!" ucapnya sambil beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi.


****


Setelah selesai mandi Boy melihat Rya sedang merapih kan barangnya. Sepertinya Ia akan check out dari hotel hari ini.


"Lu mau balik?" tanya Boy sambil mengusak rambutnya yang basah.


"Eh.. Iyalah gue mau balik.." ucap Rya mencoba menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya Boy sudah tahu. Rya benar-benar lupa tentang apa yang terjadi semalam. "Emang lu pikir gue mau kemana?" tanya Rya.


"Kirain mau nginep dirumah Dine, atau Mytha gitu." ucap Boy mengelak, lebih baik dia pura-pura tidak tahu dulu.


"Cepetan prepare!! lama banget sih kayak ajak perawan!! ini udah siang banget!!" Rya mendorong tubuh Boy agar segera berpakaian.


***


Mereka keluar dari hotel ity dan pergi membawa mobil masing-masing, namun tujuan mereka sama yaitu menemui teman-teman sekolah mereka di Caffe.


Drrrd..


Drrrd..


"Hallo.. Iya Dine, ini gue lagi dijalan.." ucap Rya saat menerima panggilan itu.


"Oke, gue udaj dicafe x, lu cepetan kesini ya.." sahut Dine diseberang telpon.


"Iya, gue kesana sekarang." ucap Rya lagi.


Rya kemudian menutup telpon dari Dine, kemudian menelpon Boy yang padahal sejak tadi bersamanya.


"Anak-anak udah nunggu kita di caffe x, lu mau kesana gak?" tanya Rya.


Disana pasti ada Vano, kalo gue gak ikut dia pasti ganjen sama Rya. gue harus ikut! gue bakal nunjukin kalo Rya itu milik gue. Gumam Boy.


"Yaiyalah gue ikut, gue kan panitia. Eh tapi dimobil lu aja ya, mobil gue kayaknya habis bensin." ujar Boy berbohong. Padahal itu hanya sebuah alasan agar mereka terlihat datang bersama-sama oleh teman-teman satu sekolahnya.


"Oke."


Kedua mobil itu menepi, dan Boy langsung turun dan menuju mobil Rya. Kemudian mereka melesat menuju caffe dimobil yang sama.


Cafe..


Mereka berdua sudah sampai, berjalan masuk dan mencari dimana teman-temannya berada. Lalu diujung sana terlihat Dine sedang duduk bersama Mytha, Vano, Marcel dan Rangga. mereka sedang berdiskusi.

__ADS_1


Boy langsung memegang tangan Rya dan menggandengnya, agar dilihat mereka. "Lama yaa?"


"Heeeeeey.."


Mereka semua menoleh dan tersenyum ke arah Boy yang sedang menggandeng Rya. Hanya Vano yang terlihat menatap datar.


Vano merasa kesal dengan Boy karena dia bersama Rya. Vano sudah lama menyimpan perasaan terhadap Rya, dia merasa tersaingi. Apalagi setelah kejadian semalam.


Rya dan boy duduk bergabung bersama mereka. mereka melanjutkan diskusi tentang acara party setelah kelulusan.


Diskusi selesai.


"Van, ini sweater lu. Makasih yaa.." ucap Rya sambil memberikan sweater Vano yang ia pinjam semalam.


"Oh ia.." Vano mengambil sweater itu. "Padahal kalo lu suka, ini buat lu aja."


"Ekheeemm.." Boy berdehem.


"Eh.. gue sama Marcel duluan yaaaa.." ucap Mytha berpamitan. Mytha berdiri mematahkan ketegangan Vano dan Boy.


"Okay.. tiati yaaak.." Dine menimpali.


"Okee byee.." Mytha dan Marcel berjalan sambil melambaikan tangan.


"Lu balik kapan Dine?" tanya Rya setengah berbisik.


"Bentar lagi, kenapa?" jawab Dine.


"Hmm.. gue nginep di apartemen lu boleh gak?" tanya Rya setengah berbisik, tapi Boy masih bisa mendengar itu.


"Boleh lah.." ucap Dine sambil meminum juicenya. "berarti lu berdua gausah nganterin kita yak.. gue balik sama Rya aja.." ujar Dine


"Thank's yaaaa.." Rya merengkuh Dine sambil tersenyum.


"Tumben lu mau nginep? udah bebas?" kali ini Rangga yang berbicara.


"Biarin aja kali, suka-suka dia.." Boy menimpali.


"Sante aja kali, gue kan cuma nanya.." ucap Rangga.


"Boy lagi dateng bulan, makanya dia sensi hahaha.."


Hahaha.. mereka semua tertawa.


"Iya ih Boy, lu apa banget sih!!" Dine ikut-ikutan mengejek.


"Daripada telat kan? nanti gue dikira bunting. Nanti bapaknya siapaaaa?" ucap Boy sambil menirukan gaya lelaki kemayu.


Hahaha.. mereka semua tertawa lagi, kecuali Vano.

__ADS_1


Dan tidak lama kemudian mereka bubar dari tempat itu, pulang kerumah masing-masing. Kecuali Rya, ia tidak pulang kerumah, ia akan menginap dirumah Dine. Mungkin lebih tepatnya mengungsi beberapa hari.


__ADS_2