Pasangan Muda

Pasangan Muda
Problematika


__ADS_3

Hari ini Boy kembali pulang terlambat, masih berkutik dengan kesibukan dan juga rasa kesalnya. Sementara Rya masih terjaga menunggu suaminya pulang.


Setelah menunggu lebih dari lima jam dari jadwal pulang, akhirnya Boy menampakan batang hidungnya juga.


Rya menyambut hangat meskipun Boy masih saja bersikap dingin yang Rya tidak mengerti. Boy langsung bergegas ke kamar mandi lalu berganti pakaian.


"Honey kamu kok pulang telat terus? kamu masih marah sama aku?" tanya Rya sambil menatap mengikuti pergerakan Boy.


"Lagi sibuk aja.." jawab Boy sambil naik ke atas ranjang dan mencari posisi tidur.


"Boy!!" Rya menatap Boy yang selalu mengabaikanya.


"Apa? ayo tidur udah malem." Boy masuk kedalam selimut tanpa melihat Rya.


"Bangun dulu!" pinta Rya.


"Aku ngantuk banget." ucap Boy sambil memeluk antal guling disampingnya.


Seketika suasana hening, rya merasa frustasi menghadapi suami nya.


Hiks..


Hiks..


Hiks.. Rya malah menangis di tepi kasur sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


"Nih aku bangun, mau apa sih emang?" Boy terbangun karena mendengar isakan Rya.


"Boy kenapa kamu jadi gini sih? ini bukan Boy suami yang sayang sama aku!" hiks hiks hiks.. Rya semakin menangis menjadi-jadi.


"Entahlah akujuga bingung dengan apa yang terjadi sama kita.." Boy kembali merebahkan dirinya.


"Masalah besar berawal dari masalah sepele tau!" ujar Rya yang masih terisak.


"Iya.. aku yang salah, aku yang belum bisa bahagiain kamu." ujar Boy.


"Soal aku minta babymoon?" tanya Rya.


"Udah ah, aku gamau bahas itu!" Boy kembali masuk kedalam selimut.


"Udah jangan nangis, aku ngerasa gagal lho ngebahagiain kamu trus sekarang kamu malah sedih gini. Aku makin ngerasaaa......."


"Akutuh udah bahagia sama kamu! cuma kenapa akhir-akhir ini kamu jadi berubah? cuma karna keinginan aku itu kan?"


"Udah lupain aja semuanya, besok kita anggap gak terjadi apa-apa diantara kita. semuanya baik-baik aja okay.. maafin aku.. maaaaa aaaafff banget.." Boy bangun lagi, mengecup perut kemudian bibir dan kening Rya bergantian.


Akhirnya Mereka saling berpelukan lagi sampai tertidur. Begitulah pasangan muda yang masih sama sama egois. Masalah kecil jadi besar, masalah sepele jadi besar bahkan hal yang belum jelaspun bisa jadi masalah. Padahal semuanya bisa selesai dengan mudah jika saling bicara tanpa harus saling menyalahkan dan saling merasa diri paling benar.


.


.

__ADS_1


.


.


Hari sudah beberapa kali berganti Rya dan Boy sudah kembali harmonis seperti sebelumnya. Namun Boy masih selalu pulang terlambat, sampai Rya merasa curiga.


Rya belum mengetahui kalo Boy sekarang menjabat sebagai Direktur di perusahaan Atmadja, karna Boy memang belum menceritakannya. Sampai suatu pagi ada panggilan masuk di ponsel Boy yang berhasil membangunkan Rya dari tidur nyenyaknya.


Drrrdd..


Drrrdd..


Drrrdd..


Rya terbangun dan mengucek matanya lalu mencari sumber getaran yang membangunkannya. Ternyata itu adalah ponsel Boy yang berada di atas nakas samping kasur.


Rya beranjak dari kasur lalu mengambilnya. Dengan mata yang masih mengantuk Rya merasa sangat kaget karena nama yang terpampang di layar adalah nama Clara.


Rya berniat untuk mengangkat panggilanya namun belum sempat ia menyentuh tombol receive, panggilannya sudah mati.


"Clara? Clara Clara! Ngapain sih dia nelpon Boy malem malem gini? Apaaaaa... ini alesan Boy selalu pulang telat?"


Rya menatap suaminya yang sedang tertidur pulas, pikiranya di buat berantakan apalagi mengingat Clara yang memggilai Noy sejak dulu.


Aaaarrrggh.. Rya mendengus kesal, ia membuka dan mengecek seluruh pesan yang ada di hape boy tapi ia tak menemukan apapun karna Boy sudah menghapus semuanya, tidak ada pesan atau log panggilan dari siapapun disana.

__ADS_1


__ADS_2