Pasangan Muda

Pasangan Muda
Nama II


__ADS_3

"Gak tau kenapa bukannya seneng aku malah tambah sakit hati liat mereka dateng kesini tuh!" ucap Boy saat Rya mencoba membujuk lelakinya itu..


"Terus kamu maunya gimana? mau ngusir mereka..gitu?" tanya Rya.


"Tau ah.. ckk!!" Boy malah berdecak kesal.


"Kamu lho yang bilang sama aku buat kuat, buat terima.. maafkan.. lupakan.." ucap Rya mengulang kata-kata Boy yang pernah didengarnya.


"Udahlah sayang.. kita ini berawal dari kesalahan, jadi wajar aja kalo sekarang para orang tua juga ada salahnya.. Beda kepala kan beda isinya.. kita anaknya, jadi mendingan kita ngalah aja.." bujuk Rya dengan halus.


"Oke, kita lihat maunya mereka tuh apa!" ucap Boy sambil menatap lurus.


Lalu mereka pun kembali ke ruangan itu, para orang tua nampak senang saling bergantian menggendong Barel.


"Boy, papa minta maaf.. waktu itu papa gak percaya sama kamu.. ternyata memang bukan kamu yang gak becus kerja, ada sesuatu dibalik ini.." ucap papa Wira mengawali pembicaraan saat anak dan menantunya sudah berada di ruangan itu.


"Mama juga minta maaf, apalagi sama kamu Rya. Mama udah kelewatan banget perlakuin kalian.." ucap mama Rena sambil menggengam tangan Rya yang duduk tidak jauh darinya. "Kamu mau kan maafin mama?"


"Memangnya ada apasih maa paa?" tanya Rya sambil menatap mertuanya bergantian.


"ekhem.. sepertinya papa harus pergi dulu, besok atau lusa papa sama mama balik lagi kesini..yaaa.. kalian baik-baik yaaa.." ucap papa Chandra saat melihat ekspresi gugup diwajah besannya. Mungkin mereka ada masalah privasi pikirnya.


"Oh ia.. ini hadiah kecil buat Barel.." ucap mama Monic sambil memberikan sebuah paper bag bergambar bayi.


Detik selanjutnya setelah papa Chandra dan mama Monic pamit, keadaan masih belum kondusif. Papa Wira terlihat memijit pelipisnya untuk memilah kata yang pantas untuk dibicarakan dengan putra semata wayangnya itu.


"Jadi Marcel udah liatin berkas-berkas di arsip sama di laptop kamu.. ternyata semuanya emang sudah oke, bukan kamu penyebabnya.. tapi papa juga belum berhasil menyelidikinya.. pelakunya sungguh bermain cantik.." ujar papa Wira.


"Udahlah pah, Boy gak mau bahas soal perusahaan. Udah jelas kok semuanya. Papa mama udah gak percaya atau peduli sama Boy lagi!"


"Papa ingin memperbaiki semuanya, papa membiarkan kamu hidup seperti ini agar kamu bisa dapat pelajaran! Tapi rupanya kurang tepat, papa yang salah karna gak denger penjelasan kamu waktu itu. Papa kalang kabut waktu denger perusahaan hampir colaps dan semuanya gara-gara kamu." ujar papa Wira.


"Ia.. maafin mama juga yang gak percaya sama kamu, mama malah nyalahin kalian sebelum dengar penjelasan dari kalian.. mama sama papa bodoh sekali!" ujar mama Rena sambil berkaca-kaca.


"Kok aku belum ngerti ya?" ucap Rya heran saat mendengar perckapan mertuanya itu.

__ADS_1


"Nanti aku jelasin.." Bisik Boy.


"Papa akan memberikan rumah dan fasilitasmu lagi.. papa sungguh minta maaf.." ujar papa Wira.


"Nggak pah, makasih.. Boy udah nyaman hidup seperti ini.. Di keadaan seperti ini banyak pelajaran yang Boy dapet, topeng-topeng para penjilat muncul begitu jelas saat Boy hidup susah."


"Booooy..." ucap mama Rena lirih saat mengerti arti perkataan Boy barusan.


"Boy udah lapang dada maafin kalian.. dan Boy sama Rya juga minta maaf kalo ada kesalahan.. Sekarang Boy bakalan buktiin kalo Boy mampu berdiri di kaki Boy seperti yang selalu Boy ucap.."


.


.


.


Malam hari..


Entah kenapa Barel sedikit rewel malam ini, ia terus saja menangis. Bayi mungil itu tidak mau tidur atau menyusu pada sang bunda.


"Kenapa sayang?" tanya Boy yang baru keluar dari kamar mandi.


"Ini... Barel gak mau mimi.. daritadi nangis terus, aku jadi bingung.." tutur Rya menjelaskan.


"Lho kok gak mau sih? yaudah buat ayah aja yaa, ayah mau mimi kok.." ujar Boy sambil cengengesan.


"Oucchh.." Boy meringis saat perutnya mendapat cubitan kecil dari Rya. "Kok di cubit sih?" ucap Boy sambil mengelus perutnya.


"Lagian masih sempet-sempetnya bercanda ih!" dengus Rya kesal.


"Maaf sayang.. biar gak terlalu tegang aja.." ujar Boy sambil rada manyun. "Yaudah sini, Ayah yg gendong.." tambahnya.


Setelah saling bergantian menimang dan menenangkan si buah hati, akhirnya bayi mungil itu tertidur juga. Namun kali ini bayi mungil itu ingin tidur dipangkuan, entah kenapa jika dibaringkan di kasur bayi itu malah kembali merengek.


"Kayak naroh Bom yaa.. salah dikit meledak.. hehe"

__ADS_1


Detik selanjutnya saat Barel sudah sangat terlelap akhirnya bayi mungil itu mau lepas dari pangkuan Rya dan tidur seperti biasanya lagi.


"Pegel banget tangan aku.." rengeknya saat berhasil menidurkan Barel.


"Sini aku pijitin.." pinta Boy.


"Hon, tadi maksud mama sama papa apasih? aku gak ngerti deh.." tanya Rya di sela kegiatan tanganya yg sedang di pijit halus.


"Panjang kalo diceritain, lebih panjang dari si otong hehe.." jawab Boy sambil cengengesan.


"Ih serius bisa gak sih! mesum terus deh pikirannya!" timpal Rya dengan halis yang mengkerut.


"Haiyaiyaiya.. jadi gini....


Boy menceritakan saat kejadian dimana papa Wira marah besar ketika datang ke kantor. Papa Wira langsung mencerca Boy tanpa henti saat mengetahui banyak file yang hilang dna tidak sesuai sehingga banyak para direksi dan penaruh saham mencabut investasinya. Padahal Boy baru akan menjelaskan bahwa ada yang janggal dalam kejadian itu, namun karna sudah emosi yang mengepul di ubun-ubun. Papa Wira malah mengambil keputusan tanpa mendengar penjelasan dari Boy terlebih dahulu.


gituuuu.." ucap Boy setelah bercerita panjang lebar.


"Terus pelakunya siapa?" tanya Rya setelah menyimak penjabaran Boy.


Boy hany mengedikan kedua bahunya sambil teeus memijit lengan Ry bergantian.


"Honey.. kayaknya aku tau sesuatu tentang itu, tapi aku mohon kamu jangan marah..yaaa.." ucap Rya sambil menatap Boy dan meminta Boy untuk berhenti memijitnya.


"Napa sayang? serius banget.." ucap Boy sambil menatap istrinya.


"Inget gak waktu aku sama bi waty bi sari berisik dibawah malem-malem?"


"Ia, kenapa?" tanya Boy yang memang masih mengingat kejadian itu.


"Aku.. sama bi wati bi sari.. liat orang yang masuk rumah kita.. dan orang itu.. orang ituu.." ucap Rya dipanjang-panjangin😅


"Siapa?" tanya Boy sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Aku liat orang itu. adalah.. Vano.."

__ADS_1


Whatthefvck hehe Bersambung..🤭


__ADS_2