Pasangan Muda

Pasangan Muda
Malam pertama


__ADS_3

Hari ini Rya dan Boy sudah resmi menjadi suami istri, namun Rya meminta untuk tinggal di rumah Chandra sementara waktu sebelum pindah ke rumah pemberian Wira untuk mereka.


Boy sedang beristirahat karna lelah setelah acara pernikahannya tadi pagi, sedangkan Rya sedang meminum susu hamil nya.


Tok..


Tok..


Tok.. *Gak usah nanya siapa, yang ketok kamar Rya pasti Oni!😁


"Sebentar.." Teriak Rya sambil menaruh gelas. Kemudian Rya berjalan ke arah pintu dan membukanya. "Ada apa?"


"Tuan Chandra minta non Rya turun.." ucap Oni.


"Aku masih capek bi, bilangin aja tar besok yaaa.." Rya mendelik malas, ia lelah dan ingin beristirahat.


"Tuan bilang ini penting, non.." ucap Oni lagi.


"Ah baiklah, tunggu bentar lagi aku turun.."


"Baik non.."


Rya kembali menutup pintu dan berganti baju. Boy yang melihat istrinya sibuk langsung duduk dan bertanya. "Mau kemana sayang?"

__ADS_1


"Gatau tuh papa nyuruh aku turun, gak ngerti aku capek pengen istirahat.." Rya ngedumel sambil mengancingkan piyama yang lebih tertutup.


"Mungkin penting, jangan marah dong... tar cantik nya ilang hehe. mau aku temenin?" tanya Boy.


"Boleeeeeh." Rya mengangguk dan mengiyakan kemudian Boy berganti pakaian dan mereka jalan bersamaan. Pengantin baru itu sesekali bercanda saat menuruni anak tangga, membuat keduanya tidak bisa berhenti tertawa kecil.


"Ryaaaa.." Terdengar suara lirih yang sangat asing ditelinga Rya, Boy juga. Kemudian Rya menoleh, mencari sumber suara. Terlihat seorang wanita mematung menatap Rya kemudian Rya juga balik menatap sambil mensipitkan mata nya.


"Siapa?" tanya Rya.


Rya melihat Chandra juga ada disana yang duduk di sofa, Boy dan Rya berjalan mendekat menghampiri mereka.


Wanita itu langsung menghambur memeluk Rya. "Putriku.." ucap wanita itu sambil menangis. Dan Rya hanya diam, terkejut tidak mengerti apa yang terjadi.


Sontak saja Rya terkejut dan melebarkan mata, ia langsung mebalas pelukan ibu dan ikut menangis juga. "Ibuuuu.." Rya semakin mengeratkan pelukannya.


Mereka melepaskan pelukan dan saling menatap, Lita mencium pipi kanan dan kiri Rya kemudian memeluknya lagi. "Anak ibu yang cantik sudah besar, sudah menikah.. apa kabarmu sayang? ibu sangat merindukanmu." Lita mendekap Rya lagi, semakin terisak menumpahkan kerinduan yang tidak bisa dijabarkan.


Mereka terus berpelukan, Chandra dan Boy yang menyaksikan kejadian itu ikut menitikan air mata.


"Aku kangeeeen Ibu, yatuhan demi apa usiaku sudah 18 tahun dan aku baru berjumpa dengan ibu?" ucap Rya yang juga terisak. "Jangan pergi lagi bu, tinggal sama Rya yaaa... Aku mohon.." pinta Rya sambil menatap Lita.


Lita hanya tersenyum dan menyeka air mata Rya.

__ADS_1


***


Setelah tangisan mereda dan lumayan tenang, mereka duduk bersama-sama disofa.


"Kenalin bu, ini suami ku. Boy.." ucap Rya memperkenalkan Boy dan Boy langsung mengulurkan tangan dan mencium punggung tangan Lita.


"Boy jaga dan sayangi Rya ya, jadilah suami yang bertanggung jawab dan penuh kasih.. ibu percaya kamu bisa jadi suami yang bijaksana." ucap Lita sambil memberikan senyuman untuk Boy.


"Tentu bu, tanpa diminta aku akan selalu bertanggung jawab dan menyayangi Rya.." ujar Boy.


"Tinggal lah di sini untuk beberapa hari Lita, Rya masih merindukan mu." ujar Chandra.


"Nggak paa! ibu akan tinggal sama aku mulai sekarang.." ucap Rya.


Mereka mulai akrab dan bercengkrama bahkan sesekali tertawa, sementara Chandra seringkali menundukan pandangannya karna ada rasa yang mengganjal di hatinya terhadap Lita. Entah rasa menyesal atau bersalah Chandra pun tidak mengerti.


Hari semakin malam, Rya meminta Lita untuk tidur bersamanya. Ia ingin tidur di pelukan sang ibu yang baru saja bertemu dengannya untuk pertama kali.


Dengan terpaksa Boy merelakan Rya tidur bersama Lita, padahal ini adalah malam pertamanya sebagai suami istri. Malam pengantin yang sudah dibayangkan Boy akan se amazing itu, kini sirna sudah. *Sabar Boy!!


Rya mengajak Lita ke kamarnya, ia meminta lita duduk di tepi ranjang kemudian Rya menumpahkan kepalanya di lahunan Lita, Ia menceritakan tentang kehidupan yang dia jalani dan sesekali bercanda dengan sang ibu.


Mereka terus bertukar cerita sampai akhirnya tertidur dengan saling berpelukan. Namun Satu jam kemudian Lita terbangun, ia menatap Rya dan mengusap lembut pipi Rya. Ia terus menatap wajah putrinya kemudian menangis mengingat masa lalu nya.

__ADS_1


__ADS_2