Pasangan Muda

Pasangan Muda
Mulai lagi


__ADS_3

Hari ini rencananya Boy dan Rya akan menyurvei lokasi untuk membuka cabang Barack Coffe, sejauh ini Boy sudah sukses dan mampu berdiri dikakinya sendiri seperti apa yang selalu ia ucapkan dulu.


Lelaki itu membuktikan bahwa dirinya benar-benar bisa membahagiakan Rya dan membuat hidup mereka jauh lebih baik, tanpa bantuan siapapun.


Meskipun melalui jalan yang berliku dan perjuangan yang amat sangat panjang, akhirnya mereka berdua mencapai titik ini. Sebagai pasangan muda yang berawal dari kesalahan, tapi mereka mampu membuktikan bahwa dunia layak memberi mereka tepuk tangan.


"Lokasinya bagus yah, strategis banget. Pemandangannya juga bagus!" ucap Rya saat mereka sudah tiba dilokasi.


"Iya bun.. Semoga bakal serame kafe yang disana yaa.." ujar Boy sambil tersenyum.


"Aamiin.." timpal Rya.


Detik selanjutnya mereka berdua memilih konsep dan desain. Mereka akan mematangkan tentang pembangunan hari itujuga.


***


Selesai menyurvei lokasi, pasangan muda itu bergegas menjemput Barel yang berada di kelompok bermain atau playgroup, yaaaaa... bocah usia 3 tahun itu sedang menempuh pendidikan non formal. Karena kelompok bermain dipercaya dapat memberikan stimulasi yang baik untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan kematangan motorik anak. Maka dari itu Boy dan Rya sepakat untuk memasukan Barel kesana.


"Kaya pacaran yaa kita, kalo lagi berduaan gini.." Ujar Boy yang sedang memutar kemudi.

__ADS_1


"Haha.. emang dulu kita pernah pacaran ya Hon?" tanya Rya sambil menoleh menatap suaminya.


"Nggak dong, kan ayah cowok paling gentel yang langsung nikahin bunda waktu dulu, hehe.." Boy jadi teringat masa-masa dimana mereka belum menikah.


"Haha.. kadang gak nyangka ya hon, kita nikah dan hidup sama-sama kayak gini.." ucap Rya yang juga flashback masalalu.


"Iya bun, jadi keinget waktu bunda ngejar-ngejar ayah.." ujar Boy sambil tersenyum.


"Dih, kapan bunda ngejar-ngejar? ada juga kamu tuh yang naksir berat sama aku, sampe berantem mulu sama si itu." ucap Rya.


"Si itu siapa?"


"Siapa?"


"Tauk ah!"


"Lho, orang aku nanya." ucap Boy. "Inget gak sih waktu kita mau nikah dulu? aku sampe dipukulin abis-abisan sama papa.."


"Hmm.. kamu kangen yaa sama mama papa?" tanya Rya. "Temuin aja kali, hon.. Kasian mereka.. anaknya kan cuma kamu." imbuh Rya sambil mengusap lengan Boy.

__ADS_1


"Kamu kangen gak sama papa Chandra? mama Monik.. Bu Lita.. Anggi.. Mega.. Oni.. Mereka apa kabar ya?" tanya Boy.


Sudah bertahun-tahun berlalu tapi perang dingin itu belum juga usai. Gengsi dan rasa sakit hati masih menutupi hati mereka. Padahal rindu itu ada, dalam hati kecil masing-masing. Entah sampai kapan perang dingin itu akan usai.


"Bundaaaa..." Bocah kecil itu berlari menghambur memeluk Rya yang menjemputnya didepan pintu kelas.


"Hello jagoan.. udah selesai? yuk kita pulang.." ajak Rya sambil mengulurkan tangan.


"Aku masih pengen main bun.." ujar Barel.


"Iya.. besok kan kesini lagi, Barel kan tiap hari sekolah sayang.." Rya hanya tersenyum simpul melihat ke-antusiasan Barel, mungkin karena sebelumnya bocah itu tidak punya teman bermain selain ayah dan bundanya. "Yuk.. ayah udah nungguin tuh dimobil."


"Tapi besok kesini lagi yaa? Barel seneng maen sama Miko, sama Olin sama banyak lagi.." ujar bocah itu.


"Wha.. anak bunda udah punya banyak temen yaaa.. Okay, besok bunda pasti anterin Barel lagi."


Lalu mereka melanjutkan perjalanan pulang, kembali ke istana tempat mereka tinggal.


**

__ADS_1


Hai.. hai.. Ada yang kangen pasangan ini? yuk kita lanjut yuk.. 😍 buat yang punya saran jangan sungkan tulis dikomentar ya.. Author bakal up cerita ini tiap hari lagi, so stay tuned yaa💚


__ADS_2