Pasangan Muda

Pasangan Muda
Kamu kenapa?


__ADS_3

Hari demi hari bergulir keadaan di rumah Rya masih saja seperti itu. Semakin lama Rya rasanya semakin jengah dengan sikap mertuanya, apalagi mengingat soal kemarin, saat di mana Barrel terjatuh dari sepeda. Mertuanya itu langsung memaki habis-habisan. Bahkan tanpa malu melakukannya di depan Barrel dan Bu Nani.


Kadang seorang ibu tidak bisa 24jam matanya tertuju pada anak, terkadang walaupun diawasi pasti ada saja hal yang dianggap ceroboh. Dan disaat seorang anak terjatuh apalagi terluka hati seorang ibu pasti ikut-ikutan sakit. Seorang ibu pasti merasa bersalah, dan khawatir bukan main saat melihat anaknya menangis.


Udah mah panik malah tambah diomelin, kan kesel!!


Melihat lutut Barrel yang terluka Rya segera membawanya masuk, mengambil kotak P3K kemudian membersihkan luka itu. Barrel masih menangis karena rasa perih yang dirasakannya, membuat hati Rya rasanya perih juga. Dan di saat bersamaan Mama Rena malah semakin menyalahkan Rya, membuat rasa perih di hatinya bertambah. Membuat Rya malah ikutan menangis bersama Barrel.


Rasanya sudah tidak tahan lagi!!!


Entah kapan keadaan seperti ini berakhir. Sejak kejadian itu Rya sudah jarang berinteraksi bersama mama Rena, lebih sering diam di kamar menjadi orang asing di rumahnya sendiri. Terkadang seperti kemarin, Rya yang semakin tidak tahan dan jadi sering menangis.


Wanita itu terlihat seperti kehilangan gairah, menjadi pendiam dan tidak ceria. Sering melamun dan menatap kosong.


"Kamu kenapa Yang?" tanya Boy saat melihat istrinya sedang melamun disofa.


"Eh udah pulang.." Lamunan Rya seketika buyar saat mendengar suara suaminya.

__ADS_1


"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Boy saat melihat raut sendu diwajah Rya.


"Nggak papa honey.. Kok tumben udah pulang?" Rya malah balik bertanya, mengalihkan pertanyaan Boy tentang keadaannya.


"Kamu kenapa?" tanya Boy lagi.


"Apanya yang kenapa sih Hon?"


"Perasaan belakangan ini kamu sering ngelamun, muka kamu juga keliatanya pucet, nih lihat under eye kamu ampe item gitu. Kenapa? Ada yang lagi dipikirin?"


Entahlah.. Saat Boy tidak ada rasanya Rya ingin mengadu dan mengeluh, menangis di pelukan lelaki itu. Tapi setelah lelaki itu ada dihadapannya, beban di hatinya rasanya berkurang meskipun tidak hilang semua.


"Jawab dulu kamu kenapa?" Boy menahan tangan Rya yang akan beranjak dari sofa.


"Aku nggak papa!!" Rya spontan menepis tangan Boy. Eh....


"Owh.. mau main rahasia-rahasiaan ya?" Boy hafal sekali gelagat istrinya itu, jelas-jelas menunjukkan dia sedang tidak baik-baik saja. Boy sangat hafal sekali.

__ADS_1


"Rahasia apa sih?" Rya mengelak lagi.


"Sampe kapanpun kamu nggak bakalan bisa bohongin aku!! Ada apa? Kenapa?" Boy bertanya lagi dengan nada yang lumayan tegas.


Huffftt.. Rya membuang nafas jengah sambil menjatuhkan diri ke atas sofa tanpa tenaga. Jari-jarinya terlihat memijit pangkal hidung.


"Gatau kenapa aku nggak bisa cerita!!" ujar Rya dengan nada sendu.


"Kalo ada apa-apa tuh cerita.. Kan kamu sendiri yang bilang kalau ada apa-apa nggak boleh mendem sendiri, tetep aja kan walaupun masalahnya kamu pendem sendiri, aku kebagian bad moodnya."


"Aku cuma... aku.... lagi mikirin soal Barel yang pengen ke sekolah tiap hari.. Ngerengek terus dia, udah dijelasin berkali-kali kalau frekuensi sekolahnya cuman seminggu tiga kali,,, Kadang kehabisan cara buat bujuk aja.."


Maaf aku bohong, aku cuma nggak mau ngadu soal mama ke kamu,, aku gak mau hubungan kalian renggang lagi.. Bathin Rya


"Hmmpp.." Boy terlihat berpikir saat menanggapi ujaran Rya, tapi memang betul juga, Barel yang bawel terkadang memang sulit diatasi. "Yaudah nggak usah dipikirin, gak usah sedih-sedih lagi ya.. nanti aku yang bujuk Barel.." Boy menarik tubuh Rya kedalam pelukannya.


"Maaf ya honey.. hal kayak gini aja aku ngeluh.." tangan Rya sudah melingkar di tubuh Boy, namun matanya masih menatap ke wajah suaminya.

__ADS_1


"Ya nggak papa sayang, Barel kan anak kita. Kalau ada sesuatu emang harus sharing.." Boy balas menatap istrinya sambil tersenyum. Berusaha percaya meskipun dihatinya ada sesuatu yang mengganjal.


Gak mungkin karna Barel deh!! Rya gak pernah ngeluhin apa-apa, apalagi masalah Barel.. Kayaknya ada sesuatu yang disembunyiin.. Batin Boy.


__ADS_2