Pasangan Muda

Pasangan Muda
Tanda tanya


__ADS_3

"Gimana keadaan istri saya sus?"


"Gimana keadaan anak saya sus?"


Kata-kata pertama seorang suami hampir di seluruh cerita dan sinetron pasti gitu ya kan? 🤣


Tapi yang ini nggak🤭


Boy berjalan mendekati perawat yang baru saja keluar.


"Suami dari nona Rya Tsania?"


"Saya sus.." Keringat dingin seakan bercucuran di tubuh Boy yang menanti perkataan dari perawat itu. Boy tidak sanggup jika harus mendengar hal buruk, Ia tidak mampu berkata apapun.


"Nona Rya sudah mendapatkan tindakan dan sekarang sedang tertidur, kami belum melakukan tindakan lebih karna dokter kandungan belum datang. Silahkan ke ruangan dokter untuk keterangan lanjutan tuan." ujar perawat itu.


"Ba-baik sus, tapi istri saya baik baik aja kan? saya bisa liat dia dulu gak?" tanya Boy.


"Boleh.. tapi jangan sampai mengganggunya, nona Rya butuh istirahat." jawab perawat.


"Baik sus, terima kasih.."


Lita dan boy langsung berjalan beriringan menuju tempat Rya berada. Boy langusung menghampiri Rya dan menggenggam tangannya. Boy mengecup kening Rya dan punggung tangannya.


"Kuat ya sayang, kamu sama dedek harus baik baik aja." Boy mengusap perut Rya dan menitikan air mata lagi, memejamkan mata dan merasa sangat sedih melihat keadaan Istri nya.


"Lebih baik kamu ke ruang dokter dulu, biar ibu yang disini." ucap Lita sambil menepuk bahu Boy.

__ADS_1


"Ahh iya bu, tolong jaga dulu Rya ya." Boy mengusap air matanya kemudian pergi meninggalkan ruangan Instalasi menuju ruang dokter, Boy mencoba menyembunyikan kesedihannya saat menemui sang dokter.


"Silahkan duduk Tuan Atmadja."


Boy duduk di kursi dan menegapkan dada nya.


"Dokter kandungan akan sampai pukul sembilan, tadi saya hanya bisa membantu meredakan keluhan istri anda agar dia santai dan tertidur, Sebelumnya saya minta maaf. Bukan maksud mencampuri urusan pribadi anda, tapi sepertinya nona Rya habis menangis sangat lama? apa kalian sedang bertengkar?"


"Tidak dok, kami baik baik saja. Itu Mungkin karna Rya menangis dari rumah dan sepanjang perjalanan kemari." ujar Boy.


"Oh begitu, karna kalian pasangan muda saya khawatir Tuan Atmadja belum mengerti tentang hormon-hormon wanita hamil, mood swing nya. Ibu hamil tidak boleh banyak pikiran, Dia harus happy dan nutrisi nya juga harus terjaga." ucap Dokter jaga itu sambil menyodorkan kertas. "Silahkan tuan tanda tangan, Nona Rya harus bedrest dan di rawat inap."


Yatuhan.. apa Rya stress ya gara-gara pengen babymoon itu? apa karna gue yang selalu balik telat? Gumam Boy.


Tanpa menjawab perkataan dokter Boy langsung membubuhkan tanda tangannya.


"Silahkan tuan.."


Boy keluar ruangan kemudian duduk di ruang tunggu. Boy mencoba mengingat apa yang telah terjadi. "Semalem kita baik baik aja ah, gak berantem. Eh tapi salah gue juga sih belum jujur kalo sekarang gue pindah jabatan.. gue juga jadi sering balik telat."


Boy kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi sang ayah karna ia akan libur untuk menjaga Rya selama di rumah sakit. Boy membuka password ponsel dan Boy mendapati pesan Clara.


"Clara? Ngapain dia hubungin gue?" Boy kemudian mengingat kalo tadi pagi Rya memegang ponsel nya. "Apa Rya gini gara-gara pesan dari Clara ya?" gumamnya lagi.


Boy dan Clara sudah putus kontak bahkan sebelum Boy menikah dengan Rya. Namun Tiga hari ke belakang mereka memang sering kontak dengan alasan ada sebuah perjalanan bisnis bersama.


Boy kembali membuka dan membaca pesan dari Clara.

__ADS_1


"Boy kamu dimana? please ke apartemen ku sekarang ini penting banget."


Meskipun hanya pesan singkat, jelas saja Rya marah karna dia berfikir Boy sering pulang telat artinya selalu menemui Clara di apartemen nya.


Boy juga tidak mengerti kenapa Clara mengirim pesan seperti itu, padahal ia tidak pernah ke apartemen Clara, mereka hanya bertemu satu kali itupun di cafe membicarakan bisnis dan di temani Marcel yang kini menjadi asisten nya.


Boy membuang duku fikiranya tentang pesan dari Clara ia langsung menghubungi Wira.


(Panggilan terhubung)


"Hallo pa.."


"Ia Boy ada apa pagi pagi begini?"


"Paa tolong handle dulu kerjaan Boy ya, Boy mau libur buat beberapa hari kedepan. Marcel biaa bantu tapi dia belum mahir untuk menguasai semuanya."


"Kenapa? tumben kamu minta libur lama?"


"Rya masuk rumah sakit."


"Apa? Rya masuk rumah sakit? kenapa kamu gak bilang? Rumah sakit mana papa dan mama segera kesana."


"Rumah sakit X."


"Yaudah, papa sama mama kesana sekarang."


Boy memutus pangillan kemudian menunduk menutup wajah nya..

__ADS_1


__ADS_2