
Hari ini Boy tidak pergi ke kantor karna libur, rencananya hari ini dia akan mengajak Rya untuk sekedar jalan-jalan.
Seperti rutinitas sebelumnya, Rya bangun lebih awal, menyiapkan kopi juga sarapan untuk suaminya.
"Honeey, bangun.. udah jam sembilan.." Rya menggoyang-goyang tubuh Boy. "Honeeeeeeey.."
Boy terbangun dan perlahan membuka matanya. "Hoaaamm.. Hay sayaang.." ucap Boy sambil menguap. "Morning kissnya?"
Mwaaccch.. mwaaach.. mwaaaacch..
Rya mengecup seluruh area wajah Boy, begitupun sebaliknya.
"Ayo bangun.. kopi nya keburu dingin.." ucap Rya lagi sambil berlalu menuju sofa.
Boy menggeliatkan tubuhnya lalu menyibakan selimut dan bangun mengikuti Rya yang duduk di sofa. Boy duduk di samping Rya lalu mulai menyeruput secangkir kopi favorit buatan sang istri. Mereka saling bercanda hingga akhirnya mandi bersama dan bersiap untuk jalan jalan.
***
Boy dan Rya sudah siap, mereka berpamitan kepada Lita lalu berjalan keluar menuju mobil.
"Tuan tunggu sebentar.." Teriak bi Wati yang berlari kecil menuju Boy.
Boy dan Rya terdiam dan saling menengok ke arah bi Wati.
__ADS_1
"Ini tuan.. ada surat.." ucap bi Wati sambil memberikan sebuah surat berwarna merah.
Boy menerima surat merah itu, menatapnya kemudian membolak-balik surat itu. "Surat dari siapa bi? kok gak ada nama nya?" tanya Boy yang sudah mengernyitkan dahi sambil menatap bi Wati.
"Tidak tahu tuan, saya dapet dari kotak surat di depan." jawab bi Wati.
Boy merasa sangat heran, tapi lelaki itu tidak langsung membukanya. Ia memberikan surat itu kepada bi Wati, menyuruhnya untuk menyimpan itu di dalam.
Mereka sudah berada di dalam mobil, Boy memenuhi keinginan Rya yang ingin pergi ke sebuah taman kekinian dengan spot-spot foto yang keren. Merka pun melesat menuju tempat itu.
"Sayang aku pengen babymoon.." ucap Rya disela perjalanan menuju taman.
"Babymoon?" tanya Boy.
"Tar aku usahain yaaa.. sekarang kita ke taman yang dari kemarin kamu minta dulu, okaaaaay.."
"Tapi janji yaaaa, kita bakalan babymoon?"
Boy terdiam sejenak, mengingat saldo tabungannya tidak akan cukup untuk memenuhi keinginan Rya yang ini. Keuanganya saat ini hanya cukup untuk keperluan pokok saja.
"Udah sampe nih sayang.. ayo turun.." ucap Boy. Melupakan pertanyaan yang tadi belum ia jawab.
Rya hanya menatap Boy dengan wajah yang kusut, padahal tadinya Rya sangat antusias karna keinginan pergi ke taman kekinian terpenuhi.
__ADS_1
"Iyaa sayang, nanti aku pikirin buat babymoon nya.. tapi sabar dulu yaaa.. nanti kalo uang nya uda cukup kita langsung ceklis keinginan kamu.. okay.." Boy peka terhadap airmuka istrinya ity yang menunjukan gelagat badmood.
"Aku terlalu banyak permintaan yaa?" tanya Rya.
Boy menghela nafas, ternyata menghadapi Rya yang sedang hamil di butuhkan kesabaran ekstra. Terkadang Rya sangat manis menyenangkan dan terkadang Rya menjadi manusia yang paling rumit.
"Nggak sayang.. wajar kok istri punya permintaan sama suaminya.. udah ayo katanya mau ke taman tar keburu ujan.. yuuuk.."
A few hour later..
Mereka sudah selesai menghabiskan waktu akhir pekan dengan bermain ditaman kekinian, dan sekarang tiba saatnya untuk mereka bergegas pulang. Rya masih bete karna keinginanya belum mendapat kepastian akan terpenuhi atau tidak.
"Nih..liat deh foto-foto yang tadi.. keren tauuuuu!! kamu juga cantik banget, keren kan hasil fotoku.." Boy memberikan hp, mencoba untuk mencairkan mood Rya.
Rya mengambil hp itu dan melihat hasil jepretan Boy juga video video kilas saat berada di taman, membuat Boy merasa sedikit lega karna setidaknya Rya bisa tersenyum saat melihat isi galeri itu.
Setelah sampai Rya dan Boy langsung menuju kamar dan beristitahat, tapi menit selanjutnta Boy mengingat soal surat yang tadi belum sempat ia buka. Boy keluar dari kamar dan mencari bi Wati.
Boy mendapatkan suratnya dan perlahan ia membuka surat itu. Boy mengeluarkan isi dalam surat itu, menatap secarik kertas dan foto yang sama seperti foto yang dia dapatkan dalam kotak misterius beberapa hari yang lalu.
Surat itu hanya bertuliskan kata "HAI".
"Kok di foto ini muka gue di rusak lagi? Tujuannya apa coba ? lagian bikin surat cuma bilang hai doang! kerjaan siapa sih sebenernya?" Boy menggerutu kesal lalu membuang surat itu. Ia kembali ke kamar lalu merebahkan diri di samping Rya yang sudah tidur.
__ADS_1
Boy mengikatkan kedua tangan di kepala sambil memikirkan kotak dan surat yang membuatnya sedikit risih. Di tambah tentang keinginan keinginan Rya yang terkadang di luar batas kemampuannya.