Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal
Chapter 100


__ADS_3

Rianencoba mengingat apa yang baru saja di katakan istrinya itu. namun, sepertinya laki laki itu sudah melupakanya.


"sayang, Mas bemar benar tidak ingat lho," Rian tampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sheina yang mendengarnya, hanya bisa mendengus kesal. " ish Mas mah gitu," gadis itu memasang wajah cemberutnya.


Rian yang melihatnya, tampak kikuk sendiri. " ya kamu kalau ngomong yang jelas dong, sayangnya Mas," Rian tampak mencubit gemas pipi istrinya itu.


Sheina mengusap bekas cubitan sang suami. " itu loh Mas, kemarin kan aku bilang samaIbu Ibu komplek, kalau aku itu gadis yang kamu culik, terus nanti gimana kalau mereka nanya yang aneh aneh," gadis itu tampak begitu cemas di buatnya.


entah karena sedang hamil muda atau apa, namun Sheina yang sekarang. menjadi lebih panikan. dan Rian bisa melihat itu.


"ya itu kan juga karena kamu sayang, coba kalau kamu nggak ngomong yang aneh aneh kemarin," Rian berucap demikian, untuk menggoda sang istri.


Sheina yang mendengarnya, mencebikan bibirnya." salah sendiri, nyulik anak orang sampai di apa apain," gadis itu mengerucutkan bibirnya.


"tapi, kamu suka kan di apa apain Mas,?" Rian menoel dagu sang istri. seraya terkekeh kecil.


Sheina seketika merona. gadis itu memalingkan wajahnya menghadap jemdela.


karena entah mengapa, gadis itu merasa bahagia saat di goda sang suami.


Rian semakin gencar menggodanya. laki laki itu, mencolek pundak sang istri berkali kali. membuat Sheina sedikit kesal.


"aku serius Mas," gadis itu beralih menatap sang suami dengan wajah yang memang terlihat serius. membuat Rian yang menyadari sikap dan perubahan sang istri, menjadi bingung sendiri.


laki laki ituenghela nafas panjang.sepertinya dirinya akan memintq bantuan dengan sang Mama. karena memang Rian tak mengerti masalah seputar wanita.


"sudahlah sayang, kita akan jarang bertemu dengan mereka. karena dari pagi sampai siang kita akan berada di sekolah " Papar laki laki itu mencoba menenangkan sang istri.


Sheina yang mendengarnya, hanya menganggukan kepala. dan tak terasa, mobil mereka telah sampai di halaman rumah Rian.


setelah sebelumnya di buka oleh satpam komplek. " hati hati trun dan naik tangganya," pesan laki laki itu saat melihat sang istri membuka pintu mobil dan berjalan masuk.


Shena hanya menganggukan kepala. gadis itu melangkahkan kakinya, memasuki rumah mewah sang suami.


sambutan hangat dirinya terima dari beberapa Maid yang telah berjejer rapi di sepanjang jalan.


"selamat datang kembali di rumah ini Tuan. Nyonya," sapa mereka serempak dan menundukan kepala.

__ADS_1


Rian hanya menganggukan kepala. sementara Sheina, gadis itu tersenyum tipis. hal itu tak berlangsung lama. karena Rian menarik tangan sang Istri dan langsung menggendongnya ala Bride Style.


"jangan tersenyum sama orang lain, senyumanmu itu sangat manis," Rian mengecup bibir tipis wanitanya.


membuat gadis itu, seketika membulatkan matanya. dan langsung memukul dada suaminya itu. namun, Rian sepertinya tak peduli.


laki laki itu tetap berjalan dengan santai hingga menuju ke kamar mereka.


Rian segeea menurunkan dan meletakkannya, di tempat tidur. Sheina hanya terdiam saja. bahkan gadis itu tak membalas senyim manis Rian.


membuat laki laki itu, menyurutkan senyumanya. dan berganti dengan menautkan alisnya.


"kamu kenapa lagi sayang,?" tanya Rian dengan polosnya. hal itu membuat sang istri mendegus kesal.


"ish Mas mah gak sopan! masak di depan orang banyak, main nyosor aja," cebiknya kesal.


Rian yang mendengarnya, hanya terkekeh kecil. " mereka tidak akan protes sayang, karena Mas yang bayar mereka.


Sheina yang mendengarnya, lsngsung menatap tajam sang suami. " jadi, kalau mereka Mas bayar, Mas bisa seenaknyw gitu," Sheina sudah berdiri denga. berkacak pinggang.


hal itu membuat Rian menjadi gelagapan di buatnya.' bu - bukan begiyltu maksudnya Mas, Mas- " Rian menjadi bingung sendiri harus mengatakan apa.


"iyw sayang, mungkin Mas hanya tidak ingin senyuman kamu itu di lihat oleh orang lain swlain Mas,"Rian tersenyum tipis.


"heleh lebay, " Sheina memalingkan wajahnya. karena memang, gadis itu merasa sangat kesal oada sang Suami.


Rian yang melihatnya, mendekat dan segera melingkarkan tangan kekarnya keperut sang istri yang terlihat masih rata itu.


"jangan marah dong sayqng," Rian masih berusaha membujuk istri kecilnya itu agar tidak merajuk.


"lagian Mas mah lebay, orang senyum aja di larang," Sheina mengerucutkan bibirnya. " lagi pula, senyum itu kan ibadah. aku bukan seperti Mas ya, yang memasang wajah datar di mana saja," gadis itu madih tampak kesal.


"iya sayang, Mas minta Maaf ya, kamu jangan marah," Rian masih membujuk sang istri.


tiba tiba, Sheina terdiam membuat sang suami heran dan menatap wajah sang istri


"Mas, kayaknya.." Sheina menggantungkan ucapannya dan memasang wajah meringis seperti menahan sakit.


hal itu membuat Rian menjadi sangat panik. " sayang, kamu kenapa, apa yang sakit,?" tanya laki laki itu hampir berlari meminta pertolongan.

__ADS_1


"Mas tenang Dulu, aku mau makan rujak mangga muda dan itu Mas yang harus manjat," Sheina tersenyum tipis.


Rian yang mendengarnya, menghela nafas lega. " Mas kirain kamu kenapa," laki laki itu segera berjalan menuju pintu.


namun, langkahnya terhenti, saay Sheina memanggilnya kembali. membuat laki laki itu, segera menghampiri istrinya.


"kenapa lagi sayang,?" laki laki itu mulai waspada oada sang istri.


"Mas manjatnya palai bikini ya," sontak saja, hal ituembuat Rian melompat dari tempatnya berdiri.


"a-apa sa-yang, kamu duruh aku manjat pakai bikini,?" laki laki itu tampak gemetar seperti baru saja melihat hantu.


Sheina dengan santainya, hanya menganggukan kepala dan tersenyum tipis.


.


*****


"Mas, ayo manjat yang itu," gadis itu tampak bersemangat menunjuk buah mangga yang ada di ujung ranting.


sementara itu, para Maid dan penjaga yang berada di sana, sekuat mungkin tidak meledakkan tawanya. melihat hal konyol di depan mata mereka.


"Tuan, Tuan ternyata anda bisa luluh juga drngan gadis yangasih SMA," Edy tampak menggelengkan kepala seraya menahan senyum.


*****


"bagaimana sayang, kamu puas,?" tsnya Rian dengan lembut. namun sarat akan makna seraya melirik sang istri dengan tajam.


tentu hal itu tanpa sepengetahuan sang istri. karena jika ada di depannya, Rian seperti anak ayam yang kehilangan induknya.


Sheina yang mendengarnya, sebenarnya tau jika sang suami tengah kesal dengannya. namun, sifat cuek Sheina muncul kembali.


membuat gadis itu malah asyik menikmati rujak mangga yang di buatkan oleh tangan suaminya itu.


"Mas mau, ini enak banget lho," Sheina menyodorkan piring berisi rujak itu.


Rian hanya menggelengkan kepala. dan beranjak dari duduknya. lebih baik dirinya segera mencuci tangan. karena oasti banyak kuman setelah memetik mangga tadi


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2