
mereka bertiga berjalan menyusuri koridor sekolah dengan canda tan tawa.
Dan pemandangan itu, membuat Shandy geram. karwna ia merasa tersaingi.
ish kau nih Shandy, siapa yang merasa menyaingi dirimu, lhawong Sheina hanya tertawa lepas dengan teman temanya.
kamu aja yang baper sendiri. duh, author jadi gemas sendiri.
dengan sengaja, Shandy menabrakan dirinya pada Sheina yang memang berada di sisi jalan.
"awh, " pekik Sheina seraya memegangi bahunya yang merasa sakit akibat di tabrak oleh Shandy.
"woe kalo jalan pake mata, " teriak Kevin yang mrngetahui jika Shandy pelakunya.
bukanya merasa bersalah, Shandy justeru mencibir Kevin.
"heh, kuman diem aja sih, " ucap Shandy dan langsung berlalu pergi.
membuat Sheina, Anggun dan Kevin menghela nafas seraya menggelengkan kepala.
"gitu ya orang kaya, menghina orang seenaknya, " ucapnya seraya menghela nafas.
Anggun dan Sheina menrpuk bahunya secara bersamaan,
"sabar, terkadang manusia memang suka dongong jika di beri kemewahan sedikit saja, " ucap Sheina sok bijak.
haish Sheina sok bijak, padahal dulu dirinya juga korban buly dan body sharming. hehe canda ya, Sheina cantik.
"eh, enak aja gue nggak lho ya, " ucap Anggun protes.
lama mereka mengobrol, hingga tak terasa mereka bertiga sampai di kantin. dan seperti biasa, di kantin itu juga ada para guru yang sedang makan siang juga.
dan sudah pasti ada Rian yang juga sedang makan siang dengan guru lainya.
sejenak, tatapan Sheina dan Rian sempat bertemu. dan dengan crpat, segera ia alihkan kearah lainya.
Sheina beranjak dari duduknya untuk memesan sesuatu yang sudah Kevin dan Anggun pesan terlebih dulu.
"pesen apa dek,? " tanya penjaga kantin yang bernama bu Sari.
"seperti biasa mbak, ayam geprek level lima belas tiga sama es jeruknya juga tiga, " ucap Sheina seraya berlalu dari sana.
sekarang, Sheina sudah mulai jajan di kantin karena keuangan keluarganya sudah membaik. dan itu, membuat Sheina sudah sangat bersyukur.
karena bisa sedikit terangkat dari beban ekonomi keluarganya.
ia kembali ke meja kantin, bersama dengan Anghun dan Kevin di sana.
__ADS_1
tak lama, pesanan mereka datang. dan drngan segera, mereka bertiga menyantap makanan berwarna merah kehitaman itu dengan lahap.
sementara, orang sekitaran termasuk Rian di buat melongo dengan tingkah ketiga anak manusia itu.
bagaimana bisa mereka dengan lahap dan santainya memakan ayam geprek level dewa seperti itu.
membuat mereka saat ini dijuluki " Raja pedas" oleh sebagian siswa.
"eh, nanti kalian kerumah gue ya," ucap Sheina di sela sela makan mereka.
"ngapain, kita udah makan, nggsk perlu minta makan kerumah loe, " ucap Kevin.
memang dasar si Kevin, masak kerumah temenya juga di tanya mau apa, yamau beres beres lah enak aja mau minta nakan gratis haha.
"ish pokoknya, gue minta kalian berdua kerumah gue, awas aja kalau nggak, " acam Sheina pada kedua sahabatnya itu.
"wedew, ngancem nih senggol dong slebew, " ucap Kevin dan Anggun secara bersamaan. kemudian mereka tertawa.
membuat Sheina mendegus kesal dan nenghentakkan kakinya ke kantai.
membuat sebagian siswa, tersenyum geli melihat tingkah Sheina yang ternyata begitu menggemaskan.
tak terkecuali, seorang guru yang juga memandang kearah mereka, dengan senyum tipisnya.
siapa lagi, jika bukan Rian. pria itu memang benar benar menyukai Sheina. bahkan, Rian dengan diam diam mengambil foto Sheina saat tertawa dan menjadikanya sebagai wallpapernya.
ya walaupun hubunganya dengan Sheina belum ada kemajuan berarti.
karena Sheina masih belum bisa memaafkanya. namun, Rian akan terus menunggu moment itu tiba.
memang terbilang gila, karena Rian merupakan seorang guru dan Sheina masih menjadi muridnya.
namun, Rian merasa tak perduli dengan semua itu. karena ia sudah merasa lelah merasa sakit hati dan juga merasa lelah di diamkan selama beberapa bulan belakangan ini.
"emang mau ngapain ke rumah loe,? " tanya Anggun yang kini juga ikut buka suara.
"ada deh, sebaiknya kalian datang aja, " ucap Sheina tersenyum manis.
membuat Rian lagi lagi terpana akan senyuman gadis itu.
wkwkwk rasain kamu Rian, memang enak makan karma, kalau kurma sudah pasti enak.
"duh, manis banget deh senyuman loe, " ucap Kevin yang juga ikut tersenyum.
membuat senyuman itu seketika menghilang karena ucapan pemuda itu.
"jangan bilang, loe naksir salah satu diantara kita,? " tanya Sheina sraya menatap Kevin.
__ADS_1
"hais gue masih normal ya, Sheina sayang, jelas lah gue naksir kalian, " ucapnya seraya memberikan jeda. " tapi, gue juga sadar diri karena gue punya ayang di bandung, " ucapnya aeraya berbisik.
karena misi balas dendam Sheina hatus tercapai. dengan mengorbankan Kevin atau Rizal untuk menjadi korban.
memang sedikit jahat kedenganranya, tapi trik itu sepertinya sukses membuat orang di seberang sana kebakaran jenggot.
karena Sheina bikanlah gadis bodoh yang tak mengetahui dirinya di oerhatikan secara berlebih oleh lawan jenisnya.
namun, ia memilih bodoamat karena yang ada di fikiran dan hatinya adalah membalaskan dendamnya terutama pada Rian.
dan caranya adalah dengan tak mempedulikan perasaanya dan memanas manisinya.
hahaha sungguh pembalasan yang kejam,
Sheina tersentak kaget saat Anggun dan Kevin menggoyangkan bahunya secara bersamaan.
"loe kenapa dah,? kesambet ya,? " tanya Kevin saat Sheina sudah tersadar dari lamunanya.
"enak aja, yuk ah balik, awas aja kalian nggak datang," ucap Sheina menempelkwn tanganya di leher sendiri.
"widih, ngancrm nih ye, " ucsp Anggun mengejek. membuat Sheina mendegus kesal.
"iya baginda ratu, kita oasti datang kok, " ucap Kevin pada akhirnya.
membuat Sheina tersenyum manis dan mereka berjalan menuju kelasnya.
twk kama, bel pulangpun berbunyi dan semua siswa pulang kerumah masig masing.
termasuk Sheina, Anggun dan Kevin. mereka bertiga sudah bagaikan perangko dan suratnya. dimana ada Sheina, disitu ada Anggun dan Kevin.
mereka bertiga pulang kerumah masing masing dan Sheina menunggu sang ayah yang ternyata belum menjemputnya.
setelah semua sepi, Rian mencoba menghampiri Sheina yang madih terduduk di bangku depan gerbang.
"Sheina, ayo pulang bareng saya, " ucapnya seraya membuka kaca mobil. berharap gadis itu mau menerima tumpangannya.
"eh, tidak usah pak, sebentar lagi saya di jemput, " ucap Sheina. nada suaranya seperti enggan berbicara dan setengah malas menatapnya.
"Sheina, hari sudah mulai gelap, sebentar lagi hujan akan turun, " ucap Rian.
membuat Sheina mendongak dan benar saja. langit sudah menunjukan gumpalan awan. dan siap akan menurunkan air hujan.
Sheina masih tak bergeming dengan ucapan gurunya itu. bukanya ia tak sopan. tapi, rasa sakit hatinya mengalahkan segalanya.
memang benar apa kata orang, jangan bermain main dengan hati. jika tak ingin menuai akibatnya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1